Posting Terbaru

Mengenal Bitcoin Mata Uang Virtual Termahal di Dunia

Logo BitcoinAnda tentu sudah mengenal jenis mata uang berbagai negara di dunia. Setiap negara memiliki mata uang sendiri-sendiri. Antara suatu negara dengan negara lain memiliki nilai tukar mata uang yang berbeda-beda, misalnya 1 dollar Amerika (US$1) = Rp. 13.297,00. Namun tahukah Anda, bahwa ada satu jenis mata uang virtual termahal di dunia, yaitu Bitcoin (BTC), sejenis mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Saat tulisan di publish, nilai 1 Bitcoin (BTC) = Rp. 37.128.500,00 (37 juta rupiah lebih per 1 BTC), sungguh sebuah nilai tukar yang sangat fantastis. Bayangkan jika saat ini Anda memiliki 10 BTC? Untuk mengenal Bitcoin sebagai mata uang virtual termahal di dunia, berikut ini pengertian bitcoin, penemu bitcoin, satuan bitcoin, cara mendapatkan dan menyimpan Bitcoin.


Pengertian Bitcoin

Bitcoin adalah sebuah mata uang virtual yang pertama kali dikembangkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran). Mata uang digital berfungsi seperti halnya Rupiah, Dollar, Euro, atau yang lainnya. Namun, mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Contoh mata uang digital seperti seperti eGold, tapi secara konsep cukup jauh berbeda dengan Bitcoin.

Teknologi yang dipakai Bitcoin adalah menggunakan teknologi peer-to-peer. Maksudnya, dengan teknologi peer-to-peer ini, menjadikan Bitcoin cukup unik, karena tidak memerlukan otoritas pusat atau bank sentral. Pengelolaan transaksi dan penerbitan bitcoin dilakukan secara kolektif di dalam jaringan.

Awalnya, konsep peer-to-peer ini dilandasi dengan adanya sebuah kemungkinan untuk mengirim uang digital tanpa harus dengan menggunakan perantara ketiga, ataupun juga lembaga keuangan. Selanjutnya, agar tidak terjadi transaksi ganda, menjadi solusinya adalah dengan menggunakan teknologi peer-to-peer. Setelah itu dilengkapi juga dengan memberikan Digital Signature (tanda tangan digital), dan juga penanda waktu transaksi yang tercatat dan tidak bisa dirubah dalam bentuk hash.

Bitcoin merupakan open source, yakni rancangannya bersifat umum, tidak ada seorang pun yang menjadi pemilik dan mengendalikan Bitcoin. Sehingga semua orang dapat mengambil bagian di dalamnya, termasuk juga semua orang juga bisa mengembangkan Bitcoin. Karenya sifatnya yang unik, Bitcoin memungkinkan cara-cara penggunaan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pembayaran lain sebelumnya.

Dengan Bitcoin, seseorang bisa mentransfer secara instant dengan peer to peer ke orang lain, dengan jangkauan yang lebih luas, ke mana saja, ke negara mana saja. Selain itu, biaya transfer sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan biaya transfer lembaga keuangan lainnya. Transaksi di Bitcoin, bersifat irreversible, yang berarti bahwa transaksi yang telah dilakukan tidak bisa dibatalkan. Transaksi bitcoin bersifat anonim, karena Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.


Penemu Bitcoin

Satoshi Nakamoto adalah Penemu Bitcoin. Satoshi mengembangkan Bitcoin pertama kali di tahun 2008. Namun, hingga sampai saat ini, pemilik nama tersebut masih misterius. Satoshi Nakamoto, diyakini banyak kalangan adalah sebuah nama samaran.

Pada bulan November 2008, Satoshi menerbitkan sebuah paper di Internet dengan Judul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System. Di dalam Paper asli Satoshi Nakamoto tersebut, berisikan 9 halaman tentang bagaimana Bitcoin sebagai pembayaran online yang bekerja secara peer-to-peer. Sumber dokumen asli tersebut berupa file pdf, rekaman suara, dan juga lampiran berupa screenshot email dari Satoshi Nakamoto.

Pada tahun 2009, penambangan blok Bitcoin pertama kali dilakukan oleh Satoshi Nakamoto. Penambangan blok bitcoin pertama tersebut kemudian dikenal dengan “Genesis Block”, tepatnya pada bulan Januari 2009.

Satoshi Nakamoto, aktif di dalam kalangan kriptografer. Pada akhirnya, Bitcoin juga populer komunitas kriptografer. Di bidang kriptografi, terdapat nama-nama besar kriptografer seperti Timothy C. Mei dan Cypherpunks untuk Richard Stallman, Nick Szabo dan seterusnya.

Lambat laun, Satoshi mulai menghilang. Terakhir kali, Satoshi memberikan terakhir di sebuah forum. Pasca itu, Gavin Andresen, menyampaikan pesan dari Satoshi Nakomoto, bahwa Satoshi telah pindah untuk mengerjakan hal-hal lain.

Mungkin masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa Satoshi Nakamoto adalah sosok yang nyata seperti seorang penemu lain pada umumnya. Berikut pada bahasan kali ini dalam lanjutan tentang Sejarah Bitcoin bagian terakhir, adalah untuk membahas Beberapa Petunjuk tentang Satoshi.

Nama Satoshi Nakamoto, adalah sebuah nama samaran, yang digunakan dan diadopsi oleh pencipta Bitcoin. Nama itu dikomunikasikan secara luas saat Bitcoin didengungkan pertama kali. Sedangkan, kaitan dengan identitas aslinya hingga sampai saat ini masih misterius. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah apa yang menjadi landasannya untuk memulai Bitcoin? Gagasan apa yang mempengaruhi dan memotivasi hingga menciptakan Bitcoin?

Satoshi mengatakan bahwa ia memulai membuat kode Bitcoin sejak bulan Mei 2007. Namun, ada beberapa hal yang mungkin tidak mendukung pernyataannya tersebut. Beberapa hal itu adalah, Satoshi mendaftarkan domain bitcoin.org pada bulan Agustus 2008. Sejak saat itu, Satoshi mulai mengirim email lewat email pribadinya kebeberapa orang yang mungkin dia pikir akan tertarik pada proposalnya tentang Bitcoin. Baru di bulan Oktober 2008 kemudian, secara terbuka Satoshi Nakamoto merilis whitepaper yang menggambarkan protokol Bitcoin. Setelah itu, Satoshi juga merilis kode awal Bitcoin.

Kurang lebih selama dua tahun, sejak Satoshi merilis whitepaper dan kode Bitcoin, ia rajin memberikan banyak penjelasan atas pertanyaan banyak orang, membalas email banyak orang, serta juga menanggapi perhatian orang yang tertarik terhadap gagasannya. Dari sisi pemprograman Bitcoin, ia memberikan patch untuk kode Bitcoin. Dia lantas mempertahankan sumber kode tersebut kaitannya dengan pengembang lain, dengan memperbaiki masalah yang muncul. Kemudian, pada bulan Desember 2010, ketika banyak yang mengambil alih pemeliharaan proyek Bitcoin, Satoshi berhenti berkomunikasi dengan mereka.

Tidak ada petunjuk apakah Satoshi Nakamoto adalah seorang laki-laki atau juga perempuan, namun banyak alasan juga yang menunjuk bahwa Satoshi adalah seorang laki-laki, karena nama Satoshi Nakamoto adalah nama laki-laki. Begitupun halnya dengan apakah Satoshi adalah seorang individu atau beberapa orang yang menggunakan nama yang sama?

Jika melihat dari keseluruhan interaksinya yang dilakukan secara online dengan nama tersebut, maka kita bisa membayangkan jika beberapa orang berbagi akun pengguna yang sama tentu akan saling bertentangan dengan yang lain. Begitupun dalam gaya penulisan dan juga suara yang sama yang digunakan. Hal-hal inilah yang meyakinkan bahwa kegiatan yang dilakukan seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto adalah satu individu, bukan beberapa orang.

Selain itu, dari penulisan dan patch kode yang ditulisnya bisa diketahui bahwa seseorang dengan penuh kepahaman atas struktur kode bitcoin dan semua hal yang berkaitan dengan design Bitcoin. Cukup masuk akal jika hanya satu orang yang sama yang telah menuliskan kode dasar dan juga menulis whitepaper Bitcoin. Begitu Bitcoin dirilis, Satoshi juga cepat saat memberikan atribut bantuan yang diterimanya dari kontributor lain. Satoshi mungkin akan keluar dari karakternya, jika ia memilih untuk menyesatkan sesuatu yang ia temukan sendiri jika ia pernah mendapat bantuan dari orang lain.

Mungkin sebagian dari kita terbesit sebuah pertanyaan, apa yang Satoshi tahu tentang sejarah ecash? Kita bisa melihatnya dari kutipan yang ditulisnya dalam whitepaper Bitcoin. Disitu, Satoshi mengutip beberapa referensi pada whitepapernya seperti halnya pada situs bitcoin versi awal. Satoshi memberikan beberapa kutipan paper dasar kriptografi dan juga teori probabilitas. Dia juga mengutip time-stamping yang sudah dibahas pada pembahasan sebelum ini. Semua ini menjadi cukup wajar bahwa ia mendasarkan desain rantai blok Bitcoin pada referensi yang ditautkannya, karena relevansinya memang cukup jelas.

Selain itu Satoshi juga mengutip gagasan Hashcash tentang komputasi puzzle yang cukup mirip dan digunakan dalam Bitcoin. Satoshi pun memiliki referensi tentang b-money, lantas, pada website Bitcoin, dia menambahkan referensi tentang Bitgold begitu juga dengan skema Hal Finney untuk menggunakan solusi pemecahan puzzle dalam komputansi.

Namun jika kita melihat pertukaran email yang di buat secara publik oleh orang-orang yang telah berhubungan dengan Satoshi Nakamoto saat itu, bisa dikatakan bahwa proposal pada b-money benar-benar telah ditambahkan, atas saran Adam Back. Satoshi kemudian mengirim email kepada Wei Dai yang telah menciptakan b-money, dan Wei Dai yang menceritakannya perihal Bitgold. Selanjutnya, Satoshi pun banyak berhubungan denggan Hal Finney, itu menjadi penjelasan yang masuk akal mengapa ia memberikan kutipan dari karya Finney di website.

Dari sini, cukup masuk akal jika pada saat menciptakan Bitcoin, Hashcash dan time-stamping adalah hal yang Satoshi ketahui dari sejarah ecash serta pemikiran yang relevan atas yang ia kerjakan. Setelah dia mengetahui bahwa b-money dan Bitgold, Satoshi seperti telah cukup menghargai relevansinya. Pada pertengahan tahun 2010, artikel Wikipedia tentang Bitcoin ditandai karena adanya penghapusan editor Wikipedia. Hal itu karena mereka pikir tidak begitu penting. Ada beberapa diskusi setelahnya, antara Satoshi dan orang lain tentang bagaimana kata artikel dalam Wikipedia sehingga bisa diterima. Saat itu, Satoshi menyarankan penjelasan tentang Bitcoin: “Bitcoin merupakan implementasi dari proposal b-money oleh Wei Dai di Cypherpunks tahun 1998 dan proposal Bitgold oleh Nick Szabo”. Pada poin ini, Satoshi melihat posisi Bitcoin sebagai perpanjangan dari dua gagasan tersebut, atau sebagai implementasi dari kedua sistem tersebut sebelumnya, yang menjelaskan bagaimana itu bisa bekerja.

Lantas bagaimana dengan yang lain, seperti skema Chaum dan juga proposal kartu kredit yang sebelumnya juga kita bahas? Satoshi dalam hal ini tidak memberikan indikasi yang bisa dijadikan acuan. Satoshi tidak memberikan referensi atas dua proposal ini, karena tidak relevan dengan Bitcoin. Model Bitcoin menggunakan desentralisasi yang sepenuhnya berbeda, sehingga tidak ada alasan yang bisa dipakai untuk menyertakan sebuah sistem terpusat yang telah gagal.

Satoshi juga pernah menerangkan tentang hal ini, dengan sepintas menyebutkan ecash milik Chaum dalam salah satu postingnya di forum Bitcoin. Satoshi dalam postingnya tersebut menulis sebuah usulan lain yang disebut dengan opencoin.org. Ia mencatat bahwa banyak orang akan berbicara tentang sistem lama Chaum, mungkin hal itu karena saat itu hanya itu yang tersedia. Mungkin banyak orang akan lebih tertarik pada hal yang baru.

Banyak orang yang telah mengabaikan e-currency karena kegagalannya, dan menyebabkan banyak perusahaan yang gagal sejak tahun 90-an. Berkaca dari hal itu, Satoshi merasa bahwa akan menjadi kalinya dengan mencoba desentralisasi, sistem berbasis-non kepercayaan. Hal tersebut memberikan ide yang cukup bagus atas apa yang dipikirkan Satoshi dari proposal sebelumnya, dan secara khusus bagaimana ia merasa Bitcoin berbeda. Desentralisasi pada Bitcoin ini memang menjadi ciri yang membedakannya dari hampir segala sesuatu yang sudah kita lihat sebelumnya.

Ada sebuah kutipan yang menarik dari Satoshi, kutipan tersebut menunjukkan bahwa ia mungkin bukanlah seorang akademisi. Kebanyakan peneliti akademis yang berfikir untuk menuliskan ide-ide yang ada sesegera mungkin, sebelum mereka membangun sebuah sistem. Berkaitan dengan hal itu, Satoshi mengambil langkah yang berlawanan.

I actually did Bitcoin kind of backwards. I had to write all the code before I could convince myself that I could solve every problem, then I wrote the paper. I think I will be able to release the code sooner than I could write a detailed specification.

Satoshi mengatakan, “Saya benar-benar membuat Bitcoin dengan jalan yang terbalik. Saya harus menuliskan semua kode sebelum saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa memecahkan setiap masalah, kemudian saya menuliskannya. Saya berfikir pikir saya akan mampu merilis kode lebih cepat daripada saya menuliskan rincian spesifikasinya”.

Lantas mengapa Satoshi tetap mempertahankan anonimitasnya? Ada banyak alasan yang cukup memungkinkan sebagai jawabannya. Bisa jadi bahwa Satoshi hanya bersenang-senang menggunakan nama tersebut. Karena kenyataannya, banyak juga orang yang menulis novel dengan anonim, ada juga seniman grafiti Banksy yang terlihat mempertahankan anonimitas mereka. Sedangkan pada sebuah komunitas dimana Satoshi banyak terlibat saat itu, komunitas Cypherpunk dan mailinglist kriptografi, adalah komunitas yang sudah umum bagi seseorang untuk memposting secara anonim.

Di lain hal, bisa jadi ada kekhawatiran dalam hukum yang dijadikan alasan Satoshi memilih mempertahankan anonimitasnya. Dua perusahaan Amerika, Liberty Reserve dan juga e-Gold, yang pada akhirnya ke meja hijau untuk atas dugaan pencucian uang. Salah satu pendiri Liberty Reserve melarikan diri dari Amerika di tahun 2006. Takut jika ia akan didakwa juga atas kasus pencucian uang. Sedangkan pendiri E-Gold, tinggal di amerika, terbukti dan akhirnya mengakui kesalahannya. Pengakuan bersalah ini tepat sebelum Satoshi membuat website Bitcoin, dan mengirim banyak orang lewat email tentang usulannya.

Bisa jadi, karena adanya kekhawatiran tentang aspek-aspek tertentu dari paten ecash. Sebelumnya anggota gerakan Cypherpunk juga khawatir tentang penerapan sistem ecash karena adanya paten tersebut. Bahkan, ada sebuah posting di mailinglist cypherpunk yang mengusulkan sebaiknya sekelompok coder menerapkan ecash secara anonim, sehingga jika ada orang yang menuntut, mereka tidak akan bisa melacak dan menemukannya. Meskipun akan sulit jika Bitcoin melanggar paten tersebut, mengingat perbedaan besar desainnya. Sehingga Satoshi pun mungkin berfikir untuk lebih berhati-hati, atau hanya terinspirasi saja dari ide seorang coder anonim dari komunitas cypherpunk tersebut.


Satuan Bitcoin

Perlu diketahui bahwa Satuan Bitcoin menggunakan satuan khusus. Mengetaui satuan Bitcoin diperlukan agar nantinya saat bertransaksi Bitcoin tidak terjadi kesalahan.

Satuan dalam Bitcoin:
1. Milli Bitcoin
2. Mikro Bitcoin
3. Satoshi

Berikut penjelasan masing-masing satuan yang dipergunakan di Bitcoin:

Milli bitcoin
Satu milli bitcoin bernilai satu per seribu bitcoin (0.001 bitcoin). Satu bitcoin terdiri dari seribu milli bitcoin. Milli bitcoin disingkat (mBTC) dan dibaca mi-bit.

Mikro bitcoin
Satu mikro bitcoin bernilai satu per sejuta bitcoin (0.000 001 bitcoin). Satu milli bitcoin terdiri dari seribu mikro bitcoin dan satu bitcoin terdiri dari sejuta mikro bitcoin. Mikro bitcoin disingkat (µBTC) dan dibaca yu-bit atau bits saja.

Satoshi
Ini adalah satuan terkecil bitcoin. Nama satuan ini diambil dari nama penemu Bitcoin: Satoshi Nakamoto. Satu bitcoin terdiri dari seratus juta Satoshi. Satu mikro bitcoin terdiri dari 100 Satoshi dan satu milli bitcoin terdiri dari 100 000 Satoshi. Saat tulisan ini dibuat, nilai satu satoshi hanya 5 sen Rupiah.

Jenis dan macam satuan konversi nominal Bitcoin (BTC) adalah sebagai berikut:

0.000 000 01 BTC = 1 satoshi
0.000 0001 BTC = 10 satoshi
0.000 001 BTC = 1 uBTC (micro)
0.000 01 BTC = 10 uBTC
0.0001 BTC = 100 uBTC
0.001 BTC = 1 mBTC (milli)
0.01 BTC = 10 mBTC
0.1 BTC = 100 mBTC
1 BTC = 1 BTC
10 BTC = 10 BTC
100 BTC = 100 BTC
1.000 BTC = 1 kBTC (kilo)
10.000 BTC = 10 kBTC
100.000 BTC = 100 kBTC
1.000.000 BTC = 1 MBTC (mega)
10.000.000 BTC = 10 MBTC


Cara Mendapatkan dan Menyimpan Bitcoin

Untuk menyimpan Bitcoin, Anda perlu memiliki sebuah dompet/wallet bitcoin terpercaya, dan untuk mengisi dompet Bitcoin secara gratis ada banyak tempat yang dapat di coba. Berikut ini saya rekomendasikan website tempat membuat dompet bitcoin dan website tempat untuk mengisinya.

Website Dompet/Wallet Bitcoin:

Website Pengisi Dompet/Wallet Bitcoin:

Demikianlah, semoga bermanfaat!

Pendidikan Kepramukaan Ekstrakurikuler Wajib Bagi Siswa

Dokumen yang berhubungan dengan Pendidikan Kepramukaan dan peraturan terbaru Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, bisa di unduh melalui link berikut:


Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan untuk menginternalisasikan nilai ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, dan kemandirian pada peserta didik. Diharapkan nilai-nilai dalam sikap dan keterampilan sebagai muatan Kurikulum 2013 dan muatan Pendidikan Kepramukaan dapat bersinergi secara koheren.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik.

DASAR HUKUM PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Dasar Hukum Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, adalah:
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 71, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5410);
  4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2014;
  5. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2014;
  6. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 54/P Tahun 2014;
  7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
  8. Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SD/MI;
  9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs.
  10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMA/MA;
  11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMK/MAK;
  12. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka; dan
  13. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 056 Tahun 1982 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Karang Pamitran.

Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai nilai kepramukaan bagi siswa di Satuan Pendidikan adalah Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK). Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Kepramukaan adalah segala aspek yang berkaitan dengan pramuka.

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan Ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik.

Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dalam 3 (tiga) Model meliputi Model Blok, Model Aktualisasi, dan Model Reguler. dan merupakan kegiatan wajib dalam bentuk perkemahan yang dilaksanakan setahun sekali dan diberikan penilaian umum. Model Aktualisasi merupakan kegiatan wajib dalam bentuk penerapan sikap dan keterampilan yang dipelajari didalam kelas yang dilaksanakan dalam kegiatan Kepramukaan secara rutin, terjadwal, dan diberikan penilaian formal. Model Reguler merupakan kegiatan sukarela berbasis minat peserta didik yang dilaksanakan di Gugus depan.

Pendidikan Kepramukaan berisi perpaduan proses pengembangan nilai sikap dan keterampilan. Pola Kegiatan Pendidikan Kepramukaan diwujudkan dalam bentuk upacara dan keterampilan Kepramukaan dengan menggunakan berbagai metode dan teknik. Upacara meliputi upacara pembukaan dan penutupan. Keterampilan Kepramukaan dilaksanakan sebagai perwujudan komitmen Kepramukaan dalam bentuk pembiasan dan penguatan sikap dan keterampilan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Metode dan teknik dituangkan dalam bentuk belajar interaktif dan progresif disesuaikan dengan kemampuan fisik dan mental peserta didik.

Penilaian dalam Pendidikan Kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan penilaian yang bersifat otentik mencakup penilaian sikap dan keterampilan. Penilaian sikap dilakukan dengan menggunakan penilaian berdasarkan pengamatan, penilaian diri, dan penilaian teman sebaya. Penilaian keterampilan dilakukan dengan menggunakan penilaian unjuk kerja. Penilaian sikap dan keterampilan menggunakan jurnal pendidik dan portofolio.

Pengelolaan Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada satuan pendidikan dasar dan menengah merupakan tanggung jawab kepala sekolah dengan pelaksana pembina pramuka. Pembina Pramuka adalah Guru kelas/Guru mata pelajaran yang telah memperoleh sertifikat paling rendah kursus mahir dasar atau Pembina Pramuka yang bukan guru kelas/guru mata pelajaran. Guru kelas/guru mata pelajaran yang melaksanakan tugas tambahan sebagai Pembina Pramuka dihitung sebagai bagian dari pemenuhan beban kerja guru dengan beban kerja paling banyak 2 jam pelajaran per minggu.

Pendidikan Kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib merujuk pada Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib dan Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. Prosedur Operasi Standar (POS) Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah. Secara konstitusional, pendidikan nasional: “...berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional).

Pengembangan potensi peserta didik sebagaimana dimaksud dalam tujuan pendidikan nasional tersebut secara sistemik-kurikuler diupayakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler diselenggaraakan melalui kegiatan terstruktur dan terjadwal sesuai dengan cakupan dan tingkat kompetensi muatan atau mata pelajaran. Kegiatan kokurikuler dilaksanakan melalaui penugasan terstruktur terkait satu atau lebih dari muatan atau mata pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler yang merupakan kegiatan terorganisasi/terstruktur di luar struktur kurikulum setiap tingkat pendidikan yang secara konseptual dan praktis mampu menunjang upaya pencapaian tujuan pendidikan.

Kegiatan ekstrakurikuler adalah program pendidikan yang alokasi waktunya tidak ditetapkan dalam kurikulum. Kegiatan ekstra-kurikuler merupakan perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan. Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan rasa akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

Dalam Kurikulum 2013, pendidikan kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib. Hal ini mengandung makna bahwa pendidikan kepramukaan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang secara sistemik diperankan sebagai wahana penguatan psikologis-sosial-kultural (reinfocement) perwujudan sikap dan keterampilan kurikulum 2013 yang secara psikopedagogis koheren dengan pengembangan sikap dan kecakapan dalam pendidikan kepramukaan. Dengan demikian pencapaian Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1), Sikap Sosial (KI-2), dan Keterampilan (KI-3) memperoleh penguatan bermakna (meaningfull learning) melalui fasilitasi sistemik-adaptif pendidikan kepramukaan di lingkungan satuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan kegiatan–kegiatan melalui di lingkungan sekolah (intramural) dan di luar sekolah (ekstramural) sebagai upaya memperkuat proses pembentukan karakter bangsa yang berbudi pekerti luhur sesuai dengan nilai dan moral Pancasila. Pendidikan Kepramukaan dinilai sangat penting. Melalui pendidikan kepramukaan akan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air dan mencintai alam. Karenanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan ekstrakurikuler pendidikan kepramukaan.

Koherensi proses pembelajaran yang memadukan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, didasarkan pada dua alasan dalam menjadikan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib. Pertama, dasar legalitasnya jelas yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Kedua, pendidikan kepramukaan mengajarkan banyak nilai-nilai, mulai dari nilai-nilai Ketuhanan, kebudayaan, kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian. Dari sisi legalitas pendidikan kepramukaan merupakan imperatif yang bersifat nasional, hal itu tertuang dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Dalam Kurikulum 2013, kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) dan pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK/MAK). Pelaksanaannya dapat bekerja sama dengan Kwartir Ranting atau Kwartir Cabang. Oleh karena itu Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib merupakan program kegiatan yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk mengikutinya. Untuk itu maka ditetapkan Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib, sebagai rujukan normatif dan programatik semua unsur pemangku kepentingan pada tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, dan satuan pendidikan.

PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI EKSTRAKURIKULER WAJIB

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan Peserta Didik di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar Peserta Didik dapat mengembangkan kepribadian, minat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Ekstrakurikuler Wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi Peserta Didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan untuk mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler tersebut. Gerakan Pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan.

Pramuka adalah warga negara Indonesia yang aktif dalam pendidikan kepramukaan serta mengamalkan Satya Pramuka dan Darma Pramuka. Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Pendidikan Kepramukaan adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia Pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Gugus Depan (Gudep) adalah satuan pendidikan dan satuan organisasi terdepan penyelenggara pendidikan kepramukaan. Kwartir adalah satuan organisasi pengelola Gerakan Pramuka yang dipimpin secara kolektif pada setiap tingkatan wilayah. Majelis Pembimbing adalah dewan yang memberikan bimbingan kepada satuan organisasi Gerakan Pramuka. Pembina Pramuka adalah anggota dewasa Gerakan Pramuka. Pem-bina bertugas merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan kegiatan kepramukaan di tingkat Gudep. Model Blok adalah pola kegiatan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib yang diselenggarakan pada awal tahun ajaran baru. Model Aktualisasi adalah pola Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib yang dilaksanakan setiap satu minggu sekali. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar yang kemudian disebut KMD adalah kursus yang diselenggarakan bagi anggota dewasa dan Pramuka Pandega yang akan membina anggota muda di gugus depan. Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan yang kemudian disebut KML adalah jenjang pendidikan tertinggi bagi Pembina Pramuka sebagai lanjutan dari KMD. Pramuka Siaga adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 7 sampai 10 tahun. Pramuka Penggalang adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 11 sampai 15 tahun. Pramuka Penegak adalah anggota Gerakan Pramuka rentang usia 16 sampai 20 tahun.

Barung adalah kelompok teman sebaya usia antara 7 – 10 tahun yang disebut Pramuka Siaga (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Regu adalah kelompok belajar interaktif teman sebaya usia antara 11-15 tahun yang disebut Pramuka Penggalang (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Sangga adalah kelompok belajar interaktif teman sebaya usia antara 16 – 20 tahun yang disebut Pramuka Penegak (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Perindukan adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Siaga yang menghimpun barung dan dipimpin oleh Pembina perindukan (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Pasukan adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Penggalang yang menghimpun regu dan dipimpin oleh Pembina Pasukan (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Ambalan adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Penegak, yang menghimpun sangga dan dipimpin oleh Pradana dengan pendamping Pembina Ambalan (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Racana adalah satuan gerak untuk golongan Pramuka Pandega, dan dipimpin oleh Ketua Dewan Racana Pandega dengan pendamping Pembina Racana (SK. Kwarnas No. 231 Thn 20017). Karang Pamitran adalah pertemuan Pembina Pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan kepemimpinannya (SK. Kwarnas No. 056 Tahun 1982). Intramural kegiatan dilaksanakan didalam lingkungan sekolah. Ekstramural kegiatan dilaksanakan diluar lingkungan sekolah.

DESAIN INDUK PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN SEBAGAI EKSTRAKURIKULER WAJIB

Desain Induk Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib Secara konseptual dan programatik, Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib dapat digambarkan sebagai berikut:

Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
Lokus normatif Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib dalam Kurikulum 2013, berada pada irisan konseptual-normatif dari mandat Undang-Undang No. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dengan Undang-undang No. 12 tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka. Secara substantif-pedagogis, irisan tersebut menunjukkan bahwa filosofi dan tujuan Pendidikan Nasional memiliki koherensi dengan tujuan Gerakan Pramuka, dalam hal bahwa keduanya mengusung komitmen kuat terhadap penumbuh-kembangan sikap spiritual, sikap sosial, dan keterampilan/kecakapan sebagai insan dan warga negara Indonesia dalam konteks nilai dan moral Pancasila. Secara programatik penyelenggaraan pendidikan kepramukaan dalam konteks implementasi Kurikulum 2013 dikembangkan Desain Induk Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib sebagai berikut.

Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
Desain Induk Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib dalam konteks Kurikulum 2013, pada dasarnya berwujud proses aktualisasi dan penguatan capaian pembelajaran Kurikulum 2013, ranah sikap dalam bingkai KI-1, KI-2, dan ranah keterampilan dalam KI-4, sepanjang yang bersifat konsisten dan koheren dengan sikap dan kecakapan Kepramukaan. Dengan demikian terjadi proses saling interaktif dan saling menguatkan (mutually interactive and reinforcing.) Secara programatik, Ektrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan diorganisasikan dalam Model sebagai berikut.

Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
Model Blok memiliki karakteristik sebagai berikut :
  • Diikuti oleh seluruh siswa.
  • Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  • Untuk kelas I, kelas VII dan kelas X diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  • Untuk SD/MI dilaksanakan selama 18 Jam, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK/MAK dilaksanakan selama 36 Jam.
  • Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  • Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

Model Aktualisasi
  • Diikuti oleh seluruh siswa.
  • Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  • Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

Model Reguler
  • Diikuti oleh siswa yang berminat mengikuti kegiatan Gerakan Pramuka di dalam Gugus Depan.
  • Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.

MUATAN NILAI DALAM KEPRAMUKAAN

Muatan Nilai Sikap dan Keterampilan dalam Kurikulum 2013
Sesuai dengan landasan filosofis dan kerangka dasarnya, Kurikulum 2013, memiliki karakteristik mengandung muatan sikap spiritual, sikap sosial, dan keterampilan yang sangat signifikan. Muatan sikap dan keterampilan dikemas secara generik dalam KI-1, KI-2, dan KI-4. Masing-masing Muatan Sikap dan Keterampilan dalam Kurikulum 2013 adalah: 1) Beriman, 2) Kebhinneka-tunggalikaan, 3) Toleransi, 4) Kebersamaan, 5) Syukur, 6) Disiplin, 7) Tanggung-jawab, 8) Percaya diri, 9) Berani, 10) Cinta tanah air, 11) Pemaaf, 12) Jujur, 13) Ksatria, 14) Rela berkorban, 15) Teladan, 16) Sadar kewajiban dan hak, 17) Demokratis, 18) Cakap, 19) Peduli, 20) Santun Kritis, 21) Sopan, 22) Cekatan, 23) Peka, 24) Tanggap, 25) Komunikatif, 26) Mandiri, 27) Cermat, 28) Taat aturan, 29) Rasa ingin tahu, 30) Pantang menyerah, 31) Berpikir logis, 32) Kreatif, 33) Inovatif, 34) Produktif, 35) Menghargai, 36) Ilmiah, 37) Tekun, 38) Hati-hati, 39) Terbuka, 40) Bijaksana, 41) Bersahaja, 42) Rasa kebangsaan, 43) Estetis, 44) Gotong-royong, 45) Partisipatif, 46) Imajinatif, 47) Citra diri, 48) Sadar bahaya, 49) Kerjasama, 50) Sadar, 51) Berbagi, 52) Sportif, dan 53) Cinta tradisi.

Muatan Nilai Sikap dan Kecakapan Pendidikan Kepramukaan
Muatan Nilai Sikap dan Kecakapan Pendidikan Kepramukaan yang terkandung dan dikembangkan dalam Syarat Kecakapan Umum (SKU) adalah: 1) Keimanan kepada Tuhan YME, 2) Ketakwaan kepada Tuhan YME, 3) Kecintaan pada alam, 4) Kecintaan kepada sesama manusia, 5) Kecintaan kepada tanah air Indonesia, 6) Kecintaan kepada bangsa Indonesia, 7) Kedisiplinan, 8) Keberanian, 9) Kesetiaan, 10) Tolong menolong Bertanggungjawab, 11) Dapat dipercaya, 12) Jernih dalam berpikir, 13) Jernih dalam berkata, 14) Jernih dalam berbuat, 15) Hemat, 16) Cermat, 17) Bersahaja, 18) Rajin, dan 19) Terampil.

POLA, RINCIAN KEGIATAN, METODA, DAN TEKNIK PENERAPAN

Pola Kegiatan Pendidikan Kepramukaan

Pola kegiatan pendidikan kepramukaan adalah sebagai berikut:
  1. Upacara pembukaan dan penutupan : (Perindukan Siaga, Pasukan Penggalang, dan Ambalan Penegak).
  2. Keterampilan Kepramukaan (Scouting Skill) : Simpul dan Ikatan (Pioneering), Mendaki Gunung (Mountenering), Peta dan Kompas (Orientering), Berkemah (Camping), Wirausaha, Belanegara, Teknologi, dan Komunikasi.
Catatan: Disesuaikan dengan kondisi di sekolah masing-masing.

Rincian Kegiatan Kepramukaan
Rincian kegiatan kepramukaan meliputi : Berbaris, Memimpin, Berdoa, Janji, Memberi hormat, Pengarahan, Refleksi, Dinamika kelompok, Permainan, Menghargai teman, Berkomunikasi, Menolong, Berempati, Bersikap adil, Cakap berbicara, Cakap motorik, Kepemimpinan, Konsentrasi, Sportivitas, Simpul dan ikatan, Tanda jejak, Sandi dan isyarat, Jelajah, Peta, Kompas, Memasak, Tenda, PPGD, KIM, Menaksir, Halang rintang, TTG, akti, Lomba, dan Hastakarya.

Metoda Penerapan Pendidikan Kepramukaan
Metode Pendidikan Kepramukaan mencakup: 1) Pengenalan dan pengamalan kode kehormatan Pramuka, 2) Belajar sambil melakukan (Learning by Doing), 3) Sistem kelompok (beregu), 4) Kegiatan di alam terbuka yg mengandung pendidikan yg sesuai dengan perkembangan rohani dan jasmani peserta didik, 5) Kemitraan dengan anggota Dewasa, 6) Sistem tanda kecakapan, 7) Sistem satuan terpisah putra dan putri, dan 8) Kiasan dasar.

Metoda dan Teknik Penerapan Pendidikan Kepramukaan
Teknik Penerapan Pendidikan Kepramukaan mencakup: 1) Praktik Langsung, 2) Permainan, 3) Perjalanan, 4) Diskusi, 5) Produktif, 6) Lagu, 7) Gerak, 8) Widya Wisata, 9) Simulasi, dan 10) Napak Tilas.

PROSEDUR PELAKSANAAN

Prosedur Pelaksanaan Model Blok Kurikulum 2013 Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib.
  • Peserta Didik dibagi dalam beberapa kelompok, setiap kelompok didampingi oleh seorang Pembina Pramuka dan atau Pembantu Pembina.
  • Pembina Pramuka melaksanakan Kegiatan Orientasi Pendidikan Kepramukaan.
  • Guru kelas/Guru Mata Pelajaran yang bukan Pembina Pramuka membantu pelaksanaan kegiatan.

Orientasi Pendidikan Kepra-mukaan. 

Prosedur Pelaksanaan Model Aktualisasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib
  • Guru kelas/Guru Mata Pelajaran mengidentifikasi muatan-muatan pembelajaran yang dapat diaktualisasikan di dalam kegiatan Kepramukaan.
  • Guru menyerahkan hasil identifikasi muatan-muatan pembelajaran kepada Pembina Pramuka untuk dapat diaktualisasikan dalam kegiatan Kepramukaan.
  • Setelah pelaksanaan kegiatan Kepramukaan, Pembina Pramuka menyampaikan hasil kegiatan kepada Guru kelas/Guru Mata Pelajaran.

PENILAIAN

Penilaian Pendidikan Kepramukaan mencakup hal-hal sebagai berikut:
  • Penilaian dilakukan secara kualitatif.
  • Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik.
  • Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai minimal baik pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester.
  • Nilai yang diperoleh pada kegiatan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik.
  • Bagi peserta didik yang belum mencapai nilai minimal perlu mendapat bimbingan terus menerus untuk mencapai nilai baik.

Teknik Penilaian
  • a. Teknik penilaian sikap dilakukan melalui observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik.
  • b. Teknik penilaian keterampilan dilakukan melalui demonstrasi keterampilannya.

Media Penilaian
  • a. Jurnal/buku harian.
  • b. Portofolio.

Proses penilaian
  • Proses penilaian dilaksanakan setiap kali latihan dan setiap hari di dalam proses pembelajaran.
  • Proses penilaian Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib menitikberatkan pada ranah nilai sikap. Keterampilan kepramukaan merupakan pendukung terhadap penilaian pendidikan kepramukaan itu sendiri.
  • Proses penilaian sikap dilaksanakan dengan metode observasi.
  • Proses penilaian Keterampilan Kepramukaan disesuaikan dengan Kompetensi Dasar dari masing-masing Tema dan Matapelajaran sebagai penguatan yang bermuatan Nilai Sikap dan Keterampilan dalam Kurikulum 2013.
  • Proses Penilaian dilakukan oleh Teman, Guru Kelas/Guru Matapelajaran, pemangku kepentingan dan/atau Pembina Pramuka.
  • Rekapitulasi Penilaian dilakukan oleh Guru Kelas/Guru Matapelajaran selaku Pembina Pramuka.

MEKANISME PELAKSANAAN PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Perencanaan Program Kerja

Program Kerja Gugus Depan
  • Musyawarah Gugus Depan. Musyawarah gugus depan atau disingkat “Mugus” adalah kegiatan yang sangat penting dalam upaya memajukan dan menjaga kelangsungan kehidupan gugus depan. Mugus dilaksanakan 3 tahun sekali, dengan kegiatan pokok sebagai berikut: 1) Evaluasi kegiatan 3 tahun sebelumnya, 2) Merencanakan program gugus depan 3 tahun ke depan, 3) Memilih pengurus gugus depan yang baru.
  • Program Kerja Tahunan. Program kerja tahunan di gugus depan harus selalu diwujudkan sebagai pedoman kegiatan. Program kerja adalah rencana kerja yang ditetapkan berdasarkan ketentuan hasil Mugus. Proses pelaksanaan pembuatan program kerja tahunan dilakukan oleh Ketua Gudep, Pembina Satuan, Pembina Pramuka, Pembantu Pembina, dengan pengarahan Majelis Pembimbing Gudep. Penyusunan program kerja dengan menyerap aspirasi peserta didik yang berasal dari Dewan: Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega.

Program Kegiatan Satuan

Program kegiatan satuan meliputi program: Perindukan Siaga, Pasukan penggalang, Ambalan Penegak, dan Racana Pandega.

Program Kegiatan Siaga

1) Pencapaian SKU (Siaga: Mula, Bantu, Tata), 2) Peminatan SKK (Syarat Kecakapan Khusus yakni kecakapan tertentu yang diminati dipilih sendiri oleh peserta didik), 3) Pelantikan-Pelantikan. Kegiatan pelantikan dilakukan sebagai apresiasi prestasi yang dicapai oleh peserta didik golongan Siaga, 4) Pesta dan Pertemuan Besar Siaga. Contoh: Wide game, kunjungan antar perindukan, pameran hasil karya Siaga, Bazar Siaga, 5) Kegiatan partisipasi (mengikuti kegiatan tingkat Kwartir Ranting dan Cabang), 6) Persari (perkemahan satu hari-tanpa menginap), 7) Pencapaian Syarat Pramuka Garuda, 8) Pindah Golongan (dari Siaga menuju Penggalang).

Program Kegiatan Penggalang
Pencapaian SKU (Penggalang Ramu, Rakit, Terap), Pengayaan peningkatan keterampilan SKK, Pelantikan, Partisipasi dan prestasi: a) Jambore (Tingkat: Ranting, Cabang, Daerah, Nasional, Asean, Asia Pacific, Dunia), b) Lomba Tingkat atau LT (LT 1 - tingkat Gudep; LT 2 – tingkat Ranting; LT 3 – Tingkat Cabang; LT 4 – Tingkat Daerah; LT 5 – Tingkat Nasional), c) Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru), d) Jota (Jamboree on the air), e) Joti (Jamboree on the internet), f) Pengenalan Saka. 5) Pengembangan Wawasan: a) Latihan Gabungan, b) Orientasi Sosial. Kemah Bakti, Pencapaian Syarat Pramuka Garuda, Pindah Golongan.

Program Kegiatan Penegak

Pencapaian SKU (Penegak: Bantara, Laksana), Peminatan SKK, Pelantikan, Partisipasi dan prestasi:
a) Raimuna (pertemuan pramuka penegak dan pandega putra dan putri, dilaksanakan ditingkat kwartir: Ranting, Cabang, Daerah, Nasional), b) Perkemahan Wirakarya (Community Development Camp), c) Musppanitera (Musyawarahnya Penegak dan Pandega), d) Pertisaka (Perkemahan Bakti Satuan Karya), e) Geladian Pimpinan Satuan Penegak, f) Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK), g) Kursus Instruktur Muda, h) Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK), i) Pendidikan Bela Negara (PBN), j) Sidang Paripurna (untuk dewan kerja), dan k) Pelatihan tanggap bencana. Gladian pemimpin satuan. Jota (Jamboree on the air). Joti (Jamboree on the internet). Unit-unit Kegaiatan yang sesuai dengan minat peserta didik dan kebutuhan Kwartir (SAR/Brigade Penolong, Marching Band, Protokol. Olahraga, Dll). Pengembangan Wawasan (Latihan Gabungan, Seminar, Simposium, Kolokium, Diskusi). Pencapaian Syarat Pramuka Garuda, dan Bakti Masyarakat.

Program Latihan

Program pelaksanaan kegiatan Gugus Depan disusun menjadi:
  • Program Latihan Mingguan
  • Program Latihan Bulanan
  • Program Latihan Enam Bulanan

Pelaksanaan Program Kerja Gugus Depan

  • Unsur Pelaksana : (1) Majelis pembimbing memberikan bantuan moril, materiil, dan organisatoris. (2) Ketua gudep memimpin terselenggaranya semua program kerja gugus depan dan program latihan, dibantu Pembina satuan, pembantu pembina satuan dan anggota pandega (jika Gudepnya memiliki).
  • Unsur Pendukung : (1) Orangtua memberikan pengawasan dan bantuan sesuai kesepakatan. (2) Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai pasal 36, UU No. 12 Tahun 2010, tentang Gerakan Pramuka.
  • Materi Kegiatan : Materi kegiatan gugus depan bersumber dari Prinsip dasar dan metode kepramukaan, Nilai Kepramukaan, Keputusan: Munas, Musda, Muscab, Musran, dan Mugus.
  • Sarana, Prasarana dan Pendanaan : (1) Sarana prasarana disediakan oleh sekolah. (2) Dana diperoleh dari sumber-sumber yang sesuai dengan aturan perundangan.

Pelaksanaan Program Latihan

Program latihan dibuat bersama oleh Ketua Gugus Depan, Pembina dengan melibatkan peserta didik (Dewan: Siaga, Penggalang, Penegak)
  • Unsur pelaksana : (1) Pembina satuan, dan pembantu Pembina melaksanakan seluruh program latihan. (2) Pemimpin perindukan (sulung) – pemimpin pasukan (pratama) – pemimpin ambalan (pradana) membantu proses pelaksanaan kegiatan latihan.
  • Unsur Pendukung : Majelis pembimbing dan orangtua memberikan motivasi kegiatan latihan.
  • Materi latihan : Semua aspek hidup yang berisikan nilai dan kecakapan, yang disusun oleh Pembina dan peserta didik.
  • Tempat kegiatan : (1) Alam terbuka. (2) Tempat khusus (tempat ibadah, tempat bakti, tempat kegiatan pendidikan lainnya).
  • Waktu kegiatan : (1) Sesuai yang ditetapkan dalam program kegiatan mingguan, bulanan, dan 6 bulanan. (2) Bila tidak tercapai bisa ditetapkan kemudian melalui musyawarah dewan.

DAYA DUKUNG PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN

Kompetensi Kepala Sekolah

Dalam Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab terhadap keterlaksanaan Kurikulum 2013 melalui pendidikan Kepramukaan. Untuk itu kompetensi kepala sekolah dalam Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib adalah sebagai berikut.
  1. Minimal mempunyai sertifikat kursus orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan Gerakan Pramuka dan atau berijasah KMD.
  2. Memahami peran kepala sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan Gerakan Pramuka di sekolahnya.
  3. Mengelola gugus depan dengan baik dan benar.
  4. Memberikan bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, material, finansial, dan konsultatif kepada pembina pramuka, guru, peserta didik, dan gudep di sekolahnya.
  5. Memecahkan masalah-masalah organisatoris, moral, mental, psiko-logis, finansial yang terjadi dalam pelaksanaan pendidikan kepra-mukaan gugus depan yang berpangkalan di satuan pendidikan.
  6. Memfasilitasi pemenuhan kebutuhan sarana, prasarana, dan sumber belajar dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan.
  7. Menyerap aspirasi masyarakat untuk pengembangan pendidikan kepramukaan di sekolahnya.
  8. Mengadakan hubungan koordinasi, kerjasama dan saling memberi informasi dengan pemangku kebijakan, gugus depan dan kwartir ranting/cabang.
  9. Memberikan laporan pelaksanaan ekstrakurikuler pendidikan Kepramukaan kepada orang tua melalui raport peserta didik dan lembaga lain yang terkait secara periodik maupun secara insidentil.
  10. Menghadiri musyawarah gugus gepan, musyawarah kwartir ranting dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh gugus depan atau di tingkat kwartir.

Kompetensi Guru Kelas/Guru Mata pelajaran yang menjadi Pembina Pramuka

Oleh karena pelaksanaan Kurikulum 2013 dikembangkan secara terpadu, guru kelas/guru matapelajaran haruslah mempunyai kompetensi pendidikan kepramukaan. Dengan begitu, guru dapat mengaitkan, menghubungkan, dan memadupadankan tema/topik matapelajaran dengan menu Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib. Berkaitan dengan hal itu, berikut ini kompetensi yang harus dikuasai guru:
  1. Memahami pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstra-kurikuler wajib di sekolahnya dan wahana penguatan sikap serta keterampilan peserta didik.
  2. Mengaktualisasikan materi pembelajaran dengan pendidikan Kepramukaan.
  3. Memiliki kemampuan membina peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan yang dibuktikan dengan sertifikat sekurang-kurangnya KMD.
  4. Menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Sistem Among dan Kiasan Dasar dalam proses pembinaan.
  5. Mengikuti perkembangan kegiatan kepramukaan bernuansa kekinian (up to date), bermanfaat bagi peserta didik, dan masyarakat lingkungannya, serta tetap berada dalam koridor ketaatan terhadap Kode Kehormatan Pramuka.
  6. Memerankan diri sebagai : a) Orang tua yang dapat memberi penjelasan, nasihat, pengarahan, dan bimbingan, b) Guru yang mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan, c) Kakak yang dapat melindungi, mendampingi, dan membimbing adik-adiknya, yang memberi kesempatan untuk memimpin dan mengelola, d) Mitra, teman yang dapat dipercaya, bersama-sama menggerakkan kegiatan-kegiatan agar menarik, menyenangkan dan penuh tantangan sesuai usia golongan Pramuka, e) Konsultan, tempat bertanya, dan berdiskusi tentang berbagai masalah, f) Motivator, memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan berkreativitas, berinovasi, dan aktualisasi diri, dan membangun semangat untuk maju, dan g) Fasilitator, memfasilitasi kebutuhan dalam kegiatan peserta didik.

Kompetensi Pembina Pramuka

Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang memiliki komitmen tinggi terhadap prinsip-prinsip dalam Kepramukaan, secara sukarela bergiat bersama peserta didik, sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan peserta didik, dengan penuh kesabaran memotivasi, membimbing, membantu, serta memfasilitasi kegiatan pembinaan peserta didik. Berikut ini komptensi pembina Pramuka.
  1. Mempunyai kemampuan membina yang dibuktikan oleh (sekurang-kurangnya) berijasah KMD dan atau KML.
  2. Memahami kebutuhan Kurikulum 2013 dalam menjalankan sikap dan keterampilan yang harus dimiliki peserta didik.
  3. Menjadi Teladan dan Panutan bagi peserta didik.
  4. Memberikan pembinaan agar peserta didik: a) memiliki berkepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani dan rohani, dan b) menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Rebuplik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa dan Negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan.
  5. Menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, Sistem Among dan Kiasan Dasar dalam proses pembinaan.
  6. Memberi pengayaan dengan mengikuti perkembangan sehingga kegiatan kepramukaan bernuansa kekinian (up to date), bermanfaat bagi peserta didik dan masyarakat lingkungannya, serta tetap berada dalam koridor ketaatan terhadap Kode Kehormatan Pramuka.
  7. Menghidupkan, membesarkan gugus depan dengan selalu memelihara kerjasama yang baik dengan orang tua/wali Pramuka dan masyarakat.
  8. Melaporkan hasil pendidikan kepramukaan kepada orang tua dan masyarakat melalui nilai raport ektrakurikuler wajib.
  9. Mempunyai tanggung jawab terhadap : a) Terselenggaranya kepramukaan yang teratur dan terarah sesuai dengan visi dan misi Gerakan Pramuka, b) Terjaganya pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan pada semua kegiatan Pramuka, c) Pembinaan pengembangan mental, moral, spiritual, fisik, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik, sehingga memiliki kematangan dalam upaya peningkatan kemandirian serta aktivitasnya di masyarakat, d) Terwujudnya peserta didik yang berkepribadian, berwatak, berbudi pekerti luhur, dan sebagai warga yang setia, patuh dan berguna bagi bangsa dan negaranya, dan e) Dalam pengabdiannya, Pembina Pramuka bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, Masyarakat, gugus depan, dan diri pribadinya sendiri.
  10. Memerankan diri sebagai : a) Orang tua yang dapat memberi penjelasan, nasehat, pengarahan dan bimbingan, b) Guru yang mengajarkan berbagai keterampilan dan pengetahuan, c) Kakak yang dapat melindungi, mendampingi dan membimbing adik-adiknya, yang memberi kesempatan untuk memimpin dan mengelola satuannya, d) Mitra, teman yang dapat dipercaya, bersama-sama menggerakkan kegiatan agar menarik, menyenangkan, dan penuh tantangan sesuai usia golongan Pramuka, e) Konsultan, tempat bertanya, dan berdiskusi tentang berbagai masalah, f) Motivator, memotivasi untuk meningkatkan kualitas diri dengan berkreativitas, berinovasi, dan aktualisasi diri, membangun semangat untuk maju, dan g) Fasilitator, memfasilitasi kebutuhan dalam kegiatan peserta didik.

Pola Pengembangan dan Penyegaran Kompetensi

Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan, diperlukan upaya peningkatan kemampuan kepala sekolah, guru, dan pembina dalam mengelola pendidikan kepramukaan. Peningkatan kemampuan tersebut dapat dilaksanakan melalui pola pengembangan dan penyegaran kompetensi yang terarah, terpadu, terus menerus, dan berkenimbungan. Berikut ini aktivitas yang perlu dilakukan untuk pengembangan dan penyegaran kompetensi pengelola Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:
  • Mengikuti kursus-kursus yang dilakukan Gerakan Pramuka.
  • Mendiskusikan problematika yang terjadi saat pelaksanaan pendidikan kepramukaan.
  • Mengikuti karang pamitran (pertemuan para pembina Pramuka dari pangkalan lainnya) yang diselenggarakan kwartir ranting, cabang, atau daerah.
  • Mengikuti perkembangan pelaksanaan pendidikan kepramukaan melalui majalah, surat kabar, atau media lainnya.
  • Mengikuti bimbingan teknis pengelolaan gugus depan yang diadakan oleh dinas pendidikan atau kementerian pendidikan dan kebudayaan.
  • Membaca buku-buku kepramukaan dan peraturan kepramukaan.

Sarana dan Prasarana

Secara umum sarana kepramukaan diartikan sebagai semua fasilitas yang menunjang proses pendidikan kepramukaan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan kepramukaan termasuk personil dan kurikulum. Sedangkan prasarana kepramukaan adalah fasilitas dasar untuk menjalani fungsi Gerakan Pramuka. Sarana dan prasarana adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan di gugus depan. Sarana dan prasarana tersebut memerlukan sistem pengelolaan yang mencakup perencanaan, pengadaan, pendataan, pemanfaatan, pemeliharaan, penghapusan, serta pemutahiran. Gugus depan harus memiliki kelengkapan sarana dan prasarana yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan pedoman tentang sistem klasifikasi, inventarisasi dan infromasi keberadaannya.

Merujuk pada standar sarana dan prasarana gugus depan sebagaimana dipersyaratkan dalam akreditasi gugus depan, idealnya gugus depan memiliki sarana dan prasarana sebagai berikut:
  1. Sanggar gugus depan
  2. Bendera MerahPutih
  3. Bendera gugus depan
  4. Bendera WOSM
  5. Bendera Semaphore
  6. Bendera Morse
  7. Peluit
  8. Tongkat
  9. Tali
  10. Kompas
  11. Peta Topografi
  12. Tenda Regu
  13. Tenda Dapur
  14. Alat Kebersihan Lengkap
  15. Alat dan Kotak P3K
  16. Alat Dapur Lengkap dan Bok Penyimpanannya
  17. Lemari dan Bok Penyimpanan Alat Kegiatan
  18. Perpustakaan dan buku-buku Kepramukaan

Dalam pelaksanaan kegiatan latihan rutin, gugus depan hendaknya memiliki alat pembelajaran.
Pramuka golongan Siaga sekurang-kurangnya memiliki:
  1. Teks Pancasila,
  2. Teks Dwi Satya,
  3. Teks Dwi Darma.
Sedangkan untuk Golongan Penggalang, Penegak, dan Pandega memiliki:
  1. Teks Pancasila, 
  2. Tri Satya, 
  3. Teks Dasa Darma.

Sumber Belajar

Pendidikan Kepramukaan diharapkan mendukung pembentukan kompetensi sosial peserta didik. Di samping itu juga dapat digunakan sebagai wadah dalam penguatan pembelajaran berbasis pengamatan maupun dalam usaha memperkuat kompetensi keterampilannya. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan dengan menggunakan Prinsip Dasar Kepramukaan yang terdiri atas:
  1. Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Peduli terhadap bangsa, tanah air, sesama hidup, dan alam seisinya.
  3. Peduli terhadap diri sendiri, dan
  4. Taat kepada kode kehormatan Pramuka.
Oleh karena hal tersebut alam merupakan sumber belajar dalam pendidikan Kepramukaan. Pembina Pramuka sebagai pendidik wajib memahami bahwa semua kegiatan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik merupakan pencerminan dari prinsip dasar Kepramukaan. Selain itu Pembina Pramuka wajib memahami:
  1. Pronsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan merupakan ciri khas yang membedakan pendidikan Kepramukaan dengan pendidikan lainnya.
  2. Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan merupakan dua unsur proses pendidikan terpadu yang harus diterapkan dalam setiap kegiatan.

Pembiayaan

Agar pengelolaan gugus depan dapat berjalan secara berkesinambungan diperlukan suatu pembiayaan gugus depan yang tetap. Usaha-usaha pemenuhan pembiayaan gugus depan dapat dilakukan melalui berbagai cara antara lain:
  1. Iuran Anggota. Iuran anggota pada hakikatnya merupakan alat pendidikan bagi peserta didik dengan tujuan untuk memupuk rasa kebersamaan dan memiliki rasa turut memiliki Gerakan Pramuka. Besar iuran anggota ditentukan di dalam musyawarah gugus depan.
  2. Penggalangan Dana (fundrising). Dalam pelaksanaan kegiatan, gugus depan dapat meminta dukungan bantuan pendanaan. Caranya dengan melakukan pendekatan kepada perorangan maupun kepada dunia usaha dan dunia industri (Dudi), masyarakat dan sumber lain yang tidak mengikat dan tidak bertentangan dengan AD dan ART Gerakan Pramuka.
  3. Bantuan Pemerintah dan Pemerintah Daerah. Bantuan Pemerintah dan Pemerintah Daerah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA), APBD atau sumber dana lainnya.
  4. Wirausaha. Aktivitas usaha yang dilakukan oleh Gugus Depan yang berupa jasa, pembuatan produk, dan/atau kemitraan dengan pihak lain.

Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan

Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan dan kegiatan kepramukaan di tingkat gugus depan, Pembina gugus depan perlu mengadakan hubungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain: orang tua, tokoh-tokoh masyarakat, dan dunia usaha atau dunia industri (Dudi). Demikian juga halnya dengan Mabigus. Agar Mabigus dapat berperan nyata dan aktif, serta dapat memberi bimbingan dan bantuan secara konsepsional, efisien dan efektif, maka perlu dibina hubungan kerja yang serasi dan erat antara Pembina Gudep dengan Mabigus. Mabigus bersidang sekurang-kurangnya sekali dalam waktu enam bulan, dipimpin oleh Ketua Mabigus.

Peradaban Awal Masyarakat Cina, India, Mesir, Mesopotamia, Romawi dan Yunani

Peradaban adalah kebudayaan yang memiliki nilai yang tinggi dan halus. Kelahiran peradaban sangat ditentukan oleh faktor geografis. Pada umumnya, peradaban lahir di lembah sungai atau di daerah-daerah yang subur, daerah yang memungkinkan memberikan kehidupan bagi manusia. Di daerah tempat lahirnya peradaban akan timbul suatu sistem kemasyarakatan, sistem kekuasaan, bangunan-bangunan hasil kebudayaan, sistem mata pencaharian hidup, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Bentuk-bentuk dari peradaban tersebut berkembang dalam suatu kurun tertentu. Bahkan peradaban suatu wilayah dapat menyebar dan mempengaruhi kehidupan di wilayah lainnya. Berikut ini rangkuman peradaban-peradaban yang lahir di dunia pada masa lalu dan bagaimana pengaruhnya ke Indonesia.


Peradaban Cina

Cina dianggap sebagai pusat dunia dan berada di tengah-tengah dunia. Wilayah Cina terbagi atas tiga bagian, yaitu Cina Utara, Cina Tengah, dan Cina Selatan. Di Cina utara mengalir Sungai paling besar, yaitu sungai HuangHo yang disebut juga sungai Kuning, airnya selalu kuning akibat endapan lumpur dan membuat air sungai keruh. Di lembah sungai HuangHo itulah mula-mula berdiam bangsa Cina asli. Di situ pulalah tumbuh dan berkembang kebudayaan Cina. Cina Tengah dialiri sungai Yang tze Kiang. Daerah ini pun dihuni orang-orang Cina dari Utara. Mereka adalah rakyat biasa. Peking merupakan ibu kotanya, sedangkan Nanking di Cina Tengah merupakan kota kedua.

Daerah Cina Utara dan Cina Tengah dipisahkan oleh pegunungan yang sukar dilalui. Di Cina Selatan terdapat banyak sekali pegunungan. Daerah itu berbukit-bukit di sebelah tenggara sampai ke laut. Kanton di Cina Selatan merupakan kota dagang. Karena keadaan alamnya itu, maka orang-orang Cina Selatan terutama hidup dari perdagangan dan banyak berhubungan dengan bangsabangsa asing. Di sebelah Utara dan barat Negeri Cina terbentang padang rumput dan padang pasir yang luas.

Peta Cina

Gambar: Peta Cina

Di sebelah Barat Daya dan Selatan terdapat pegunungan yang tinggi. Hubungan darat dengan negeri-negeri di sebelah barat dilakukan melalui padang rumput dan gurun. Jalan tersebut kemudian terkenal dengan nama Jalan Sutra.

Ajaran filsafat yang berkembang di Cina, antara lain:

  • Lao Tse. Mengajarkan Taoisme, yang isinya mengajarkan manusia harus menerima nasibnya. Kitab sucinya Tao Te Ching (surat jalan dan kebaikan)
  • Kung Fu Tse. Ajaran berpokok pada Hsiao artinya kebaktian. Menekankan ajarannya pada soal pemerintahan dan keluarga.
  • Meng Tse. Mengajarkan demokrasi dan rakyat merupakan pusat segalanya. Selama berabad-abad, Cina diperintah oleh kaisar dari berbagai dinasti.

Penjelasan singkat dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah:
  • Zaman dongeng Pemerintah pada zaman dongeng dimulai pada masa tiga raja, yaitu Sui Jen (pencipta api), Fu Hsi (mengajarkan cara menangkap binatang), dan Shen Nung (mengajarkan ilmu pengetahuan). Setelah itu Cina diperintah oleh Kaisar Kuning (Huang ti). Zaman dongeng berakhir pada masa pemerintahan Yu, yang mendirikan Dinasti Hsia (2205 SM).
  • Dinasti Shang Dinasti ini didirikan oleh Chen Tang. Hasil kebudayaan dinasti Shang antara lain: Pit, yaitu alat tulis orang Cina yang terbuat dari bulu halus, guci-guci dari tanah dan suasa, dan istem penanggalan.
  • Dinasti Chou Pendiri Dinasti ini adalah Wu Wang, ibu kota kerajaannya di Chang An. Hasil kebudayaan dinasti Chou antara lain: membagi tanah dalam sistem sembilan kotak, masyarakat dibagi dalam empat golongan: Shih (terpelajar), Nung (Petani), Kung (pertukangan), dan Shang (Saudagar), menghasilkan karya sastra seperti : Shu Ching (kitab sejarah), Shih Ching (kitab syair), I Ching (kitab perubahan), Li Chi (kitab adat), Ch’un ch’I (catatan musim semi dan musim rontok).
  • Dinasti Chin Dinasti ini didirikan oleh Pangeran Cheng (Shih Huang Ti). Tindakan-tindakan yang dilakukannya antara lain: menghapus sistem Feodalisme dan pemerintahan yang bersifat sentralisasi, membakar buku-buku kuno, membangun tembok raksasa (Wan Li Chang Cheng), menyamakan tulisan (huruf).
  • Dinasti Han Dinasti ini didirikan Liu Pang (Han Kao Tsu). Ibu kotanya di Chang An. Pada masa pemerintahan Han Wu Ti, dinasti ini mencapai kebesarannya dan ini diberlakukan kembali ajaran Konfusionisme dan sistem pemerintahan Feodalisme, serta seleksi yang ketat untuk menjadi pegawai.
  • Dinasti Tang Dinasti ini didirikan oleh Tang Tai Tsung, pada masa ini Cina mengalami masa keemasan, hasil kebudayaan dinasti Tang antara lain: terdapat banyak sastrawan seperti Li tai Po dan Li Yu Chen, banyak dikirim utusan ke berbagai daerah, dan diterbitkannya koran resmi Ching Pao.
  • Dinasti Yuan Dinasti ini didirikan oleh Ku Bilai Khan (bangsa Mongol). Pada mulanya pusat pemerintahan di Kara Korum kemudian dipindahkan ke Peking, Dinasti ini melaksanakan ekspansi ke berbagai daerah, termasuk ke Indonesia, yaitu ke kerajaan Singasari.

Peradaban Cina memberikan warna bagi perkembangan Indonesia. Pada masa pemerintahan Dinasti Tang dan Sung, bangsa Indonesia beberapa kali mengirimkan utusannya ke Cina. Dalam tahun 640 atau 648 M kerajaan Jawa mengirim utusan ke Cina yang kemudian tahun 666 M, dikatakan bahwa tanah Jawa diperintah oleh seorang raja perempuan yakni dalam tahun 674 675 M, orang-orang Holing atau Kaling (Jawa) menobatkan raja perempuan yang bernama Simo, dan memegang pemerintahannya dengan keras.

Pada masa raja Kertanegara datang seorang utusan dari negeri Cina, yaitu Kubilai Khan. Raja Kertanegara juga mengadakan ekspedisi Pamalayu tahun 1275, menguasai kerajaan Melayu dengan tujuan menghadang serangan tentara Cina agar peperangan tidak terjadi di wilayah kerajaan Singasari.

Peradaban Lembah Sungai Mekong

Sungai Kuning (Sungai Hoang Ho) disebut duka Cina karena sungai besar yang merupakan tempat kelahiran Peradaban China ini sering kali mendatangkan banjir dan mengancam kehancuran peradaban Cina. Banjir telah menelan banyak korban jiwa, rusaknya lahan pertanian dan hancurnya banyak bangunan.

Bagi bangsa Cina, sungai Yang Tse lebih dikenal sebagai Chang Kiang, yang berarti sungai panjang. Sungai Yang Tse Kiang merupakan sumber sejarah dan kehidupan Cina. Bagi dunia luas, sungai ini lebih dikenal dengan Yang Tze, yaitu sungai terpanjang di Asia. Hulu sungai ada di Propinsi Cianghai di tanah tinggi Tibet, berliku-liku mengalir sejauh 5.520 km dan melalui 8 propinsi serta bermuara di Laut Cina Timur.

Bersamaan dengan anak sungainya, yaitu: Min, Han, Yalung, Kialang Sungai Yang Tse mendatangkan Lumpur jutaan ton setiap tahunnya. Daerah deltanya merupakan daerah penghasil beras yang utama di Cina.

1. Lokasi

Daerah pegunungan Kwen Lun di Asia Tengah merupakan asal Sungai Mekong atau Kamboja, mengalir melalui daerah Cina Selatan, menjadi perbatasan Thailand dan Indo Cina dan membangun Tanjung Kamboja. Sungai Mekong memberikan kesuburan tanah kepada daerah-daerah yang dilalui, seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja.

2. Pendukung

Manusia-manusia kuno juga berasal dari Asia Tengah. Melalui sungai atau lembah mereka menyebar ke daerah pantai. Penyebaran mereka mungkin disebabkan karena adanya wabah penyakit atau bencana alam. Dari fosil yang ditemukan, dapat dinyatakan bahwa mereka terdiri atas beberapa jenis, seperti Papua Melanesoid, Mongoloid dan Austroloid. Percampuran mereka melahirkan bangsa Melayu yang berkulit sawo matang. Daerah Teluk Tonkin di Indo Cina merupakan tanah air mereka yang kedua. Dari Indo Cina mereka menyebar ke Kamboja, Muangthai yang kemudian menjadi bangsa Austro-Asia, dan sebagian besar ke kepulauan yang kemudian menjadi bangsa Austronesia.

3. Kebudayaan

Pada lembah sungai Mekong terdapat dua pusat peradaban, yaitu Bacson Hoabinh dan Dongson. Bascon adalah daerah pegunungan dan Hoabinh adalah dataran. Keduanya terletak tidak jauh dari Teluk Tonkin. Peradaban daerah ini pada mulanya adalah Mesolitikum. Hasil budayanya yang terkenal ialah kapak Sumatra dengan bangsa Papua Melanesoid sebagai pendukungnya. Kemudian dari Teluk Tonkin berkembang kebudayaan Neolitikum dengan alat-alatnya berupa kapak persegi dan kapak lonjong. Kapak persegi menyebar melalui Muangthai, Semenanjung Melayu ke Indonesia Barat dengan pendukungnya bangsa Melayu Austronesia. Sedangkan, kapak lonjong menyebar melalui Taiwan, Filipina ke Indonesia Timur dengan Papua Melanesoid sebagai pendukungnya. Penyebaran tersebut berlangsung sekitar 2000 SM.

Dongson merupakan asal kebudayaan perunggu di Asia Tenggara. Karena itu, kebudayaan perunggu di Asia Tenggara disebut juga Kebudayaan Dongson. Pendukung dan penyebar kebudayaan Dongson adalah bangsa Melayu Baru yang menyebar ke kepulauan Nusantara sekitar 500 SM. Beberapa jenis alat dari perunggu adalah kapak corong yang merupakan kapak logam bertangkai.

Selain kebudayaan yang sifatnya material tersebut, juga telah dikenal beberapa macam kebudayaan spiritual, antara lain:
  • Kepandaian Membuat Perahu. Perahu ini dipergunakan untuk perpindahan dari daratan Asia ke daerah kepulauan (Austronesia). Salah satu ciri khas perahu buatan bangsa Melayu adalah dipergunakannya cadik. Cadik terbuat dari kayu atau bambu dan yang membuat perahu menjadi seimbang sehingga tidak mudah goyang.
  • Kepandaian Bercocok Tanam. Bercocok tanam meliputi berladang maupun bersawah. Hasilnya berupa padi yang merupakan bahan makanan pokok, di samping palawija yang merupakan tanaman selingan, seperti kacang, kedelai, dan jagung. Untuk mengerjakan sawah, mereka menggunakan bajak yang ditarik oleh kerbau atau sapi.
  • Pengetahuan Perbintangan atau Astronomi. Pengetahuan astronomi dipergunakan bangsa Melayu untuk pertanian dan pelayaran. Gugusan bintang Waluku yang bentuknya seperti bajak dipergunakan sebagai tanda untuk mengetahui datangnya musim bercocok tanam; sedangkan gugusan Bintang Salib Selatan dipergunakan untuk mengetahui arah dalam pelayaran.
  • Kepercayaan. Pemujaan roh nenek moyang (animisme) dan pemujaan terhadap benda-benda yang mempunyai kekuatan gaib (dinamisme) adalah kepercayaan yang mereka kenal. Dalam prakteknya kedua macam kepercayaan itu menimbulkan kebudayaan wayang, pemujaan makam dan sebagainya.

Peradaban Lembah Sungai Hoang Ho

Manusia purba yang ditemukan dalam gua-gua Choukoutien di Lembah Hoang Ho adalah Sinantropus Pekinensis, artinya manusia Cina dari Peking. Jenis manusia ini setingkat dengan Pithecanthropus Erectus yang ditemukan di Indonesia yang mendukung kebudayaan Palaeolitikum. Kebudayaan Lembah Sungai Hoang-Ho ditemukan sekitar 3000 SM. Orang Cina menyebut negerinya sebagai Chung Kuo, artinya negeri tengah karena terletak di tengah-tengah dunia. Rakyatnya disebut Hoang-Chung Hua atau Cina, yang umumnya berada di Lembah Sungai Hoang Ho dan Sungai Yang Tse Kiang. Di sinilah pusat peradaban Cina banyak ditemukan.

1. Aksara dan Astronomi

Masyarakat Cina sudah mengenal tulisan gambar dan mempunyai bahasa persatuan, yaitu bahasa Kuo-Yu. Selain itu, sudah mengenal astronomi (ilmu perbintangan) yaitu sistem penanggalan yang penting untuk kegiatan pertanian dan pelayaran.

2. Pertanian, Perdagangan, dan Teknologi

Kedua sungai besar, yakni Sungai Hoang-Ho dan Sungai Yang Tse Kiang merupakan daerah yang subur sehingga menjadi urat nadi kehidupan bangsa Cina. Mereka hidup dari bercocok tanam dengan hasil gandum, padi, jagung, kedelai, dan murbai. Selain itu, mampu menghasilkan barang-barang keramik dan sutera yang diperdagangkan sampai ke luar wilayah Cina.

3. Kepercayaan

Kepercayaan bangsa Cina adalah polytheisme atau menyembah banyak dewa sebagai kekuatan alam, seperti Dewa Feng-Pa sebagai dewa angin dan Lei-Shik sebagai dewa taufan. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara korban manusia (gadis cantik) untuk persembahan dewa tertinggi Ho-Po yang bertahta di Hwang-Ho.

4. Filsafat

Filsafat kehidupan Cina berkembang pada zaman Dinasti Chou (1100-156 SM) sehingga Dinasti Chou berhasil meletakkan dasar-dasar kehidupan dan berpengaruh sepanjang sejarah Cina. Filsuf Cina antara lain:
  • Lao Tse, ajarannya disebut Taoisme, tertulis dalam buku Tao Te-ching, yang intinya. Adanya semangat keadilan dan kesejahteraan bernama Tao, Orang tidak boleh mengekang jalannya alam, dan Orang supaya mau menerima nasib; seperti suka, duka, bahagia, sengsara dan sebagainya.
  • Mo Ti. Ajarannya mendasarkan pada Chien Ai, yakni cinta universal. Maksudnya, cinta yang tanpa pandang bulu, yakni mencintai sesama seperti mencintai dirinya sendiri. Jika setiap orang bertindak demikian, maka dunia akan damai.
  • Kung Fu Tse (Konfusianisme). Kung Fu Tse dalam bahasa Tionghoa, sedangkan orang-orang Barat menyebutnya Confusius. Ajarannya biasa disebut Ju Chia (Kung Chia), orang banyak menyebutnya Confusianisme. Pokok-pokok ajarannya terletak pada Li, Ren dan I. Jika manusia atau masyarakat telah memegang teguh Li, Ren dan I, maka dunia akan damai.

Apa itu Li, Ren dan I? Li, adalah adat istiadat. Sesuai dengan ajaran Li, maka orang itu harus mengetahui dirinya dan menempatkan diri pada tempatnya. Ada 5 (lima) hubungan yang dapat dipertimbangkan paling utama, yakni:
  • Bagaimana hubungan antara penguasa dengan yang dikuasai?
  • Bagaimana hubungan antara orang tua dengan anak?
  • Bagaimana hubungan antara suami dengan istri?
  • Bagaimana hubungan antara saudara tua dengan saudara muda?
  • Bagaimana hubungan antara teman dengan teman?

Sebagai contoh orang tua harus memberi teladan tindakan yang baik bagi anak-anaknya dan bertindak bijaksana; sebaliknya, anak-anak harus patuh dan meluhurkan orang tuanya.

Ren, yakni peri kemanusiaan; dan I adalah perikeadilan. Menurut Kung Fu Tse, kalau masyarakat memegang teguh Li, Ren dan I, maka masyarakat akan hidup tenteram dan sejahtera. Ini semua merupakan usaha Kung Fu Tse untuk menciptakan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat. Bapak menjadi semua pusat anggota keluarga sehingga bapak harus menjadi panutan, sedang anak harus tunduk kepadanya. Negara adalah keluarga dalam bentuk besar dan raja atau kaisar adalah sebagai bapak yang harus adil dan bijaksana, sedang rakyat harus tunduk kepada raja. Ajaran Kung Fu Tse sampai sekarang tetap menjadi pegangan hidup rakyat Cina.

5. Sistem Pemerintahan

Kerajaan (kekaisaran di Cina merupakan kerajaan agraris yang menimbulkan susunan masyarakat dan negara feodal). Bila pusat pemerintahannya ada di tangan raja atau kaisar yang kuat, negara-negara kecil yang merupakan bagian dari negara induk akan tunduk. Sebaliknya, bila pusat pemerintahannya lemah, maka raja-raja kecil akan memperkuat dirinya dan melawan pusat. Sejarah pemerintahan negeri Cina ditandai dengan pemerintahan dinasti yang bergantian dan masing-masing dinasti memiliki ciri tersendiri.

a. Dinasti Hsia (2000 - 1500 SM)

Dinasti Hsia merupakan dinasti tertua di Cina. Termasuk zaman Proto sejarah Cina karena tidak meninggalkan prasasti.

b. Dinasti Shang (1500 - 1100 SM)

Pada masa ini Cina memasuki zaman sejarah dengan tulisan pictograf. Mata pencaharian masyarakat bercocok tanam, beternak, berdagang, keramik dan sutera. Selain itu, masyarakatnya juga sudah mengenal astronomi. Bidang kepercayaan masyarakat Cina menyembah dewa Shang Ti.

c. Dinasti Chuo (1222 - 221 SM)

Dinasti Chou didirikan oleh Wu Wang dengan ibukotanya Chang -an. Pada masa ini, berlaku sistem pemerintahan feodalisme dan muncul tokoh-tokoh filsafat yaitu Lao Tse, Mo Ti dan Kung Fu Tse.

d. Dinasti Chin (221 - 207 SM)

Dinasti ini didirikan oleh Shih Huang Ti, dengan pusat pemerintahannya di Han Tan. Dinasti Chin menghapuskan sistem pemerintahan feodal dan diganti sistem pemerintahan unitarisme (kekuasaan terpusat). Oleh karena itu, Shih Huang Ti memerintahkan membuat jalan-jalan besar yang menghubungkan daerah dengan pusat. Jalan ini dikenal dengan nama Jalan Kerajaan.
Tindakan-tindakan Shih Huang Ti lain yang penting, di antaranya adalah:
  • Membangun The Great Wall atau Tembok Raksasa dengan panjang 6.000 km, dengan tinggi 16 meter yang berguna untuk menahan serangan bangsa Bar - bar (bangsa Hsiung Nu). Sampai sekarang tembok ini masih berdiri megah dan merupakan salah satu keajaiban dunia.
  • Untuk mengamankan kekuasaannya dari rongrongan yang kurang menyetujui pemerintahannya, Kaisar Shih Huang Ti mengeluarkan dekrit untuk membakar dan memusnahkan buku-buku ajaran guru besar Kung Fu Tse, kecuali buku pertanian, pengobatan dan ramalan.
  • Mengadakan penyeragaman tulisan-tulisan di seluruh Cina
  • Mengadakan penyeragaman ukuran-ukuran, timbangan-timbangan, perkakas pertanian dan sebagainya.

e. Dinasti Han (206 SM - 220 M)

Dinasti Han didirikan oleh Liu Pang, setelah naik tahta bergelar Han Kao Tsu. Pusat Pemerintahan Han adalah Chang-an.
  • Kaisar yang terkenal Han Wu Ti (140-87 SM). Ia berusaha menghidupkan kembali sistem feodalisme dan ajaran Kung Fu Tse.
  • Segala aktivitas kehidupan berdasarkan ajaran Konfusianisme (Kung Fu Tse).
  • Berhasil dibangunnya jalan sutera melalui Asia Tengah. Dikenal dengan "jalan sutera", karena di antara barang dagangan yang di bawa lewat jalan tersebut yang terbanyak adalah sutera.
  • Pada masa Dinasti Han inilah agama Buddha masuk ke Cina, yakni masa pemerintahan Kaisar Ming Ti (58 -75 M)

f. Dinasti Sui (589 - 618 M)

Dinasti Sui dengan ibukotanya di Chang-an. Kaisar terbesar dari Dinasti Sui adalah Sui Yang Ti (605-618). Kaisar ini terkenal karena membangun istana yang mewah dan membuat Saluran Kaisar dengan panjang 1.800 km guna memperlancar perdagangan.

g. Dinasti Tang (618 - 906 M)

Dinasti Tang didirikan oleh Li Yuan, setelah naik tahta bergelar Tang Kao Tsu (618-627). Kaisar terbesar dari Dinasti Tang adalah Tang Tai Tsung (627-649). Masa ini Cina mengalami zaman keemasan karena dapat mempersatukan seluruh Cina bahkan sampai Kamboja, Persia dan Laut Kaspia.

h. Dinasti Sung (906 - 1279 M)

Masa Sung Utara (960-1227) pusat pemerintahannya berada di Chang -an, tetapi masa Sung Selatan (1227-1279) pusat pemerintahannya berada di Nanking. Kaisar terbesar adalah Sung Jen Tsung (1023-1063). Dinasti Sung mengadakan perdamaian dengan bangsa K'itan dan bangsa Tangut. Untuk menjaga perdamaian, maka kaisar Sung harus membayar upeti kepada bangsa-bangsa tersebut, agar tidak mengadakan serangan.

i. Dinasti Mongol atau Yuan (1260 - 1368 M)

Pembentuk imperium Mongol adalah Jengis Khan, kemudian diteruskan oleh Kublai Khan. Dinasti Yuan didirikan oleh Kublai Khan, yang berasal dari Mongolia. Oleh karena itu, dinasti ini dianggap sebagai pemerintahan asing (dinasti asing). Kaisar yang terkenal ialah Kublai Khan (1260-1294). Ibukota pemerintahannya berada di Peking.

Kublai Khan pernah mengadakan serangan ke Pulau Jawa khususnya ke Kerajaan Singasari di masa pemerintahan Kertanegara. Ia mengadakan Pax Mongolia sebagai gabungan pemerintahan raja-raja Mongol di Asia. Di masa pemerintahannya, seorang musafir Barat kenamaan, yakni Marco Polo datang ke negeri Cina. Pada masa Dinasti Mongol ini pula agama Kristen mulai masuk ke Cina.

j. Dinasti Ming (1368 - 1644 M)

Masa ini Cina diperintah bangsa sendiri dengan ibukota di Nanking. Dinasti Ming merupakan pemerintahan nasional yang timbul sebagai reaksi atas pemerintahan asing Mongol. Dinasti Ming didirikan oleh Chu Yuan Chang dengan gelar Ming Tai Tsu (lebih dikenal dengan Hung Wu), yang berkuasa memulihkan kehidupan Cina, memperluas ajaran Kung Fu Tse dan mempersatukan Cina.

Kaisar terkenal dari Dinasti Ming adalah Ming Ch'eng Tsu, yang lebih dikenal dengan nama Yung Lo (1403-1424). Pada masa pemerintahannya, ibukota kerajaan di pindahkan dari Nanking ke Peking. Di masa pemerintahannya dikirimlah ekpedisi-ekspedisi ke seberang lautan di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho. Pada masa kaisar Yung Lo ini, Cheng Ho pernah mengadakan pelayaran ekspedisi diplomatik sebanyak enam kali.

k. Dinasti Manchu (1644 - 1912 M)

  • Bangsa Manchu berhasil meruntuhkan Dinasti Ming.
  • Dinasti Manchu merupakan dinasti terakhir di Cina, dan merupakan dinasti asing karena berasal dari Manchuria. Pusat pemerintahannya ada di Peking.
  • Dinasti Manchu mencapai masa kejayaaan pada masa pemerintahan Kaisar K'ang Hsi (1662-1722) dan Kaisar Ch'ien Lung (1736-1795). Kebesaran kedua kaisar tersebut, meliputi bidang politik, ekonomi dan budaya khususnya sastra.
  • Pada masa ini ajaran Kristen berkembang di Cina.
  • Golongan nasionalisme Cina bangkit untuk melepaskan diri dari pengaruh pemerintahan asing (Manchu).
  • Pada tahun 1911 terjadi Revolusi Cina di bawah pimpinan Sun Yat Sen, dan berhasil menggulingkan kekuasaan Manchu kemudian berdiri Republik Cina dengan Sun Yat Sen sebagai presidennya.

Peradaban Lembah Sungai Kuning

1. Prasejarah Cina

Manusia tertua yang pernah ditemukan di Cina adalah Pithecantropus Pekinensis. Pithecantropus Pekinensis hidup sezaman dengan Pithecantropus Erectus, ditemukan di Gua Chou Kau Tien dengan artefak-artefak yang ada di bukit-bukit pasir.

2. Perjalanan dinasti-dinasti di Cina

Kronologi dinasti yang memegang tampuk kekuasaan di Cina dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Xia (2000-1500 SM)

Dinasti ini masih merupakan dinasti mitos. Cerita tentang Dinasti Xia baru populer pada zaman Dinasti Chou. Hal ini merupakan sebuah upaya legitimasi Dinasti Chou untuk meneruskan Dinasti Shang, kemudian Dinasti Chou menciptakan mitos tentang Dinasti Xia dengan mengatakan bahwa Dinasti Xia adalah dinasti yang baik dan menjustifikasi bahwa Dinasti Shang adalah dinasti yang zalim serta menyebutkan bahwa keberadaan Dinasti Shang merupakan penyebab runtuhnya Dinasti Xia

b. Shang (1523-1028 SM)

Dinasti ini mempunyai pusat pemerintahan di Lembah Sungai Wei yang terletak di antara Sungai Huang Ho (utara) dan Sungai Yang Tse (selatan). Pada masa ini, masyarakatnya telah memiliki kehidupan bertani dengan pengolahan yang baik. Kepercayaan mereka dibangun kepada Dewa Kesuburan/Dewa Bumi. Sistem pemerintahannya masih menggunakan sistem "Primus Inter Pares", yaitu orang yang paling kaya, mempunyai tanah yang luas, dan mempunyai pasukan yang banyak, yang dapat memimpin. Dalam masyarakatnya juga tercipta sebuah sistem clan (kinship) yang amat kuat.

Masyarakatnya telah mempunyai tingkat kebudayaan yang tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya keramik-keramik yang indah, gerabah-gerabah, keramik tripod (guci 3 kaki) dan black pottery (budaya periuk hitam tanpa ornamen). Pada masa ini juga dikenal dengan kebudayaan tulang (culture bones). Hal ini dibuktikan dengan penemuan pada tahun 1921 yang menemukan adanya tumpukan tulang binatang yang berfungsi untuk ramalan-ramalan cuaca. Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat yang hidup pada zaman Dinasti Shang telah memiliki tingkat pertanian yang maju.

Pada masa ini juga ditemukan gambar di dalam kulit kura-kura, yaitu gambar seorang penguasa yang naik kereta kuda. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perpaduan budaya, yaitu budaya selatan (pertanian) dan kebudayaan padang rumput. Pada masa ini juga, tulisan-tulisan sudah bisa dibaca. Hal ini berarti bahwa pada masa dinasti ini, Cina mengakhiri masa prasejarah dan memasuki masa baru, yaitu zaman Neolit. Dinasti ini runtuh karena dikudeta oleh clan Chou.

c. Chou/Zhou (1028-256 SM)

Sesuatu yang menarik pada masa ini ialah adanya kepercayaan/pemujaan terhadap Dewa Langit (Astral). Dewa Langit dijadikan sebuah legalitas dalam memperoleh kekuasaan dan menyingkirkan dinasti terakhir, yaitu Dinasti Shang. Dengan konsep kekuasaan Mandat dari Langit, clan Chou mengklaim bahwa clan-nyalah yang ditunjuk oleh Dewa untuk memerintah, sehingga berhak untuk mengakhiri kekuasaan Dinasti Shang. Zaman ini juga disebut sebagai Zaman Seratus Filsafat. Di antara filsafat-filsafat yang berkembang pada masa dinasti ini yaitu sebagai berikut:
  • Konfusianisme. Ajaran Konfusianisme lahir sebagai dampak dari kerusakan dan kehancuran berbagai sendi kehidupan di Cina sebagai akibat dari banyaknya konflik politik yang berujung pada peperangan. Ajaran konfusianisme mengajarkan hal-hal yang real dan praktis, yaitu bagaimana menjalankan berbagai peran, baik itu sebagai rakyat, penguasa, raja, ayah, anak, maupun ibu yang baik.
  • Taoisme. Menurut ajaran Tao, untuk mencapai kebahagian yang hakiki, maka manusia harus meninggalkan kehidupan dunia dengan menjauhi kehidupan kota dan pergi ke hutan untuk mencari arti dari hidup dengan merenung.
  • Legalisme. Legalisme adalah filsafat yang mengutamakan ditegakkannya hukum yang tegas dan keras agar tercipta kehidupan yang aman dan tentram. Filsafat ini didasarkan pada anggapan bahwa manusia itu jahat dan akan baik jika ditegakkan hukum.

d. Chin (221-207 SM)

Dinasti Chin bersifat sentralistik dengan Kaisar Chin Shin Huang Ti. Pada zaman Dinasti Chin ini berkembang filsafat legalisme karena para penasihat kaisar merupakan penganut legalisme. Ajaran Konfusius dilarang, buku-bukunya dibakar dan para penganutnya dibunuh. Strategi politik Dinasti Chin yaitu dengan mendirikan bangunan-bangunan yang dapat menghalau orang-orang Barbar sejauh mungkin. Bangunan itu berbentuk benteng-benteng yang dibangun di celah-celah bukit yang bisa dimasuki pasukan berkuda dan inilah embrio Tembok China (Great Wall) yang diperbaharui oleh dinasti-dinasti setelahnya.

e. Han (206-200 SM)

Pada masa Dinasti Han, ajaran Konfusionisme mencapai beberapa masa keemasan. Dinasti Han mempersyaratkan adanya ujian ajaran Konfusianisme ketika merekrut para pegawai kerajaan. Dengan demikian, rakyat berbondong-bondong belajar ajaran Konfusianisme. Mereka yang lulus dari ujian ini menjadi pegawai kerajaan dan disebut dengan kaum gentry. Kaisar terbesar pada Dinasti Han adalah Han Wu Ti (141-78 SM). Pada masanya, Cina dapat dipersatukan, dan beberapa daerah seperti Manchuria jatuh ke tangan bangsa Cina. Setelah Han Wu Tio meninggal, Dinasti Han mengalami kemunduran dan akhirnya jatuh pada tahun 221 M setelah datangnya serangan dari bangsa Tartar.

f. Enam dinasti (220-589 M)

Keenam dinasti yang memerintah Cina antara tahun 220 - 589 M secara berturut-turut yaitu:
  • Wei (220-265 M);
  • Tsin (265-420);
  • Liu Sung (420-477 M);
  • Chai (479-502 M);
  • Liang (502-556 M);
  • Ch’en (557-589).

Pada masa ini Cina berada dalam perang antarkerajaan-kerajaan atau perang saudara. Tidak ada satu kerajaan yang kuat dan berhasil mempersatukan Cina dalam satu kekuasaan Dinasti.

g. Sui (589-625 M)

Pada masa ini Cina dapat disatukan kembali. Namun, dinasti ini habis energinya untuk melakukan upaya konsolidasi ke dalam. Oleh karena itu, Sui tidak banyak melakukan ekspansi keluar.

h. Tang (625-906 M)

Pada masa Dinasti Tang, perdagangan internasional melalui jalur pantai selatan. Secara perlahan-lahan Dinasti Tang mampu menggulingkan Dinasti Sui kemudian mulai membangun infrastruktur ekonomi dan menjalin hubungan internasional yang baik. Pada masa Dinasti Tang, ajaran agama Buddha mulai masuk dan berkembang di Cina. Agama Buddha sangat berpengaruh secara signifikan di Cina. Hal itu disebabkan adanya kesamaan prinsip-prinsip Buddha dan ajaran Konfusionisme sehingga pada masa Dinasti Tang terjadi perpaduan dan sinkretisme agama antara Buddha, Konfusionisme, dan Taonisme. Ramainya perdagangan di laut menyebabkan Islam mulai masuk ke Cina.

i. Lima Dinasti (907-1280 M)

Pada masa ini sama seperti halnya dengan masa Enam Dinasti, yaitu tidak adanya satu dinasti yang mampu mempersatukan Cina dalam satu kekuasaan. Cina berada dalam perang antarkerajaan atau perang saudara.

j. Mongol/Yuan (1260-1368 M)

Dinasti Yuan adalah dinasti asing pertama yang berhasil menguasai Cina. Mereka adalah bangsa Mongol, atau orang Cina sering menyebut mereka yaitu bangsa Hun (Yungnu). Pada awalnya bangsa Mongol memiliki tingkat kebudayaan yang lebih rendah dibandingkan kebudayaan Cina. Setelah menguasai Cina, bangsa Mongol melakukan kekerasan untuk mengkonsolidasi dinasti-dinasti Cina yang masih merdeka. Setelah berkuasa secara penuh, bangsa Mongol mulai berasimilasi dengan budaya Cina.

k. Ming (1368-1644 M)

Ming adalah salah satu dinasti yang besar di antara beberapa dinasti yang pernah memerintah di Cina. Zaman Dinasti Ming memunculkan fenomena baru tentang zaman modern dalam sejarah dan peradaban Cina. Dengan karakteristik yang dimilikinya, Dinasti Ming telah berhasil merebut perhatian dunia, baik pada zamannya maupun pada masa kini. Membicarakan Ming, tentulah tidak bisa dilepaskan dari kebesaran nama para kaisar itu sendiri dan kebijakan-kebijakannya, maupun seorang penjelajah Muslim yang terkenal, yaitu Laksamana Cheng Ho, adapun untuk membicarakan tentang perkembangan Islamnya, kita perlu melihat latar belakang kedatangan Islam ke Cina untuk menjelaskan Islam ini secara kronologis, sehingga tidak menghasilkan perkembangan Islam di Cina yang anakronis.

Agama Islam yang dipercaya berkembang di Cina pada tahun 651 M yaitu pada zaman Dinasti Tang, telah mengalami perkembangan yang pesat di Cina. Persebaran Islam ke negeri Cina tidak terlepas dari peran perdagangan yang pada zamannya merupakan aset yang utama. Sejak masa Khalifah Umayah (abad ke-7), Islam menyebar melalui Jalur Sutera, baik itu darat maupun laut.

Ekspedisi Laksamana Cheng Ho turut mengharumkan nama Dinasti Ming dan Islam. Pada masa ini, Islam mendapat kesempatan untuk berkembang. Sebagian besar panduduk daerah Yunnan, Shensi, dan Hopei memeluk agama Islam. Laksamana Cheng Ho sendiri adalah seorang Tionghoa Muslim, walaupun ia seorang kasim. Selama hidupnya, ia melakukan petualangan antarbenua selama 7 kali berturut-turut dalam kurun waktu 28 tahun (1405-1433) dengan 6 kali pelayarannya di bawah titah Kaisar Yung Lo. Pelayarannya lebih awal dari para pelaut barat yang terkenal, sebut saja Colombus, Vasco Da Gama, ataupun Ferdinand Magellan. Pelayaran luar biasa ini, menghasilkan buku Zheng He’s Navigation Map yang mampu mengubah peta navigasi dunia sampai abad ke-15. Dalam buku ini terdapat 24 peta navigasi mengenai arah pelayaran, jarak di lautan, dan berbagai pelabuhan. Jalur perdagangan Cina berubah, tidak sekedar bertumpu pada Jalur Sutera antara Beijing-Bukhara.

Cheng Ho adalah sahabat karib Kaisar Ming yang pertama, dan kemudian ditugasi untuk mengepalai 7 ekspedisi maritim raksasa ke Nusantara (Jawa dan Sumatera), Malaka, Srilangka, Samudera Hindia, Calcuta di pesisir barat anak benua India, Arab, dan pantai Afrika Timur.

Tujuan dari ekspedisi dinasti Ming ini menurut Jeanette Mirsky (sejarawan) ialah memperkenalkan dan mengangkat prestise Dinasti Ming ke seluruh dunia. Hal itu dimaksudkan agar negara-negara lain mengakui kebesaran Kaisar Tiongkok sebagai The Son Of Heaven (putra dewa langit). Berbeda dengan para penjelajah Eropa yang berbekal semangat imperialis, armada Cheng Ho tak pernah serakah menduduki tempat-tempat yang disinggahinya. Mereka hanya ingin mempropagandakan kejayaan Dinasti Ming, menyebarluaskan pengaruh politik ke negeri asing, serta mendorong perniagaan Tiongkok.

Di dalam perniagaan, telah kita ketahui bersama bahwa pada zaman ini, Dinasti Ming merupakan penghasil keramik yang indah di dunia, dan tentu saja keramik yang indah ini menjadi komoditi ekspor utama di dalam setiap perniagaan yang dilakukan para pedagang Cina, bukan hanya Cheng Ho saja. Dalam majalah Star Weekly, HAMKA pernah menulis, "Senjata alat pembunuh" tidak banyak dalam kapal itu, yang banyak adalah "senjata budi" yang akan dipersembahkan kepada raja-raja yang "diziarahi", sedangkan tujuan yang lainnya ialah untuk menjaga wibawa dan hegemoni kekaisaran Ming di Asia dan untuk menyebarkan agama Islam. Setiap kali berlayar, banyak awak kapal yang beragama Islam turut serta. Sebelum melaut, mereka melakukan salat berjamaah. Beberapa tokoh Muslim yang pernah ikut, yaitu Ma Huan, Guo Chongli, Fei Xin, Hassan, Sha’ban, dan Pu Heri. Ma Huan dan Guo Chongli fasih berbahasa Arab dan Persia, bertugas sebagai penerjemah. Hasan yang juga pimpinan Masjid Tang Shi di Xian (provinsi Shan Xi), berperan mempererat hubungan diplomasi Tiongkok dengan negeri-negeri Islam. Hassan juga bertugas memimpin kegiatan-kegiatan keagamaan dalam rombongan ekpedisi, misalnya dalam melaksanakan penguburan jenazah di laut atau memimpin salat hajat ketika armadanya diserang badai.


Peradaban India

Wilayah India adalah sebuah jazirah di Asia Selatan yang tertutup oleh batas-batas alam, di sebelah utara terbentang pegunungan Himalaya yang tinggi dan memanjang. Pegunungan itu merupakan benteng alam yang sukar dilalui. Di sebelah barat mengalir sungai Indus atau Sindhu. Nama India diambil dari nama Sungai Indus, sedangkan sebutan Hindia diambil dari kata Sindhu. Pantai sebelah barat dihalangi oleh pegunungan yang curam yang disebut Ghat Barat dan sepanjang pantai sebelah timur terdapat Ghat Timur. Di lembah pegunungan Himalaya mengalir sungai Gangga dan Yumuna yang bermuara di teluk Benggala. Satu-satunya jalan masuk ke India melalui darat melewati celah antara pegunungan Pamir dengan Hindukusy di bagian barat daya celah itu disebut celah Kaibar. Bangsa-bangsa pengembara dari luar masuk ke India melalui celah Kaibar dan menetap di daerah aliran sungai Gangga dan Yumuna yang subur. Di daerah ini berkembang kebudayaan Hindu.

Peta India

Gambar: Peta India

Berdasakan penelitian Antropologis, pendukung kebudayaan India adalah bangsa Dravida. Kira-kira tahun 3000 sebelum Masehi, bangsa Dravida masuk ke India melalui celah Kaibar, mereka menetap di sekitar aliran sungai Gangga dan Yumuna. Mereka tidak lama tinggal di sana karena didesak oleh bangsa Arya. Tanda-tanda perawakan bangsa Dravida ialah berkulit hitam, pendek, rambut kriting, hidung tidak mancung. Bangsa Dravida terdesak oleh Bangsa Arya ke daerah daratan tinggi Dekhan, sebagian bercampur darah dengan bangsa Arya. Bangsa Arya serumpun dengan bangsa Eropa, yaitu Indo Jerman. Kawasan sungai Gangga dan Yamuna disebut Aryavarta, artinya pemukiman bangsa Arya. Di lembah sungai inilah berkembang kebudayaan Hindu yang merupakan kebudayaan bangsa Arya. Bangsa Arya mengaku sebagai bangsa "Mulia". Untuk menjaga kemurnian darahnya, bangsa Arya membagi masyarakatnya dalam beberapa golongan atau kasta, seperti:
  • Kasta Brahmana ialah golongan para ahli agama dan ilmu pengetahuan. Golongan ini paling dihormati dan biasanya menjadi penasihat raja.
  • Kasta Waisya ialah golongan pedagang dan petani. Mereka merupakan golongan yang berusaha, mengeluarkan keringat untuk menghasilkan perbekalan yang diperlukan oleh semua golongan.
  • Kasta Ksatria ialah golongan ningrat dan para prajurit. Golongan inilah yang memegang kekuasaan dan menjalankan pemerintahan.
  • Kasta Sudra ialah golongan buruh kasar dan hamba sahaya.

Ada pula orang-orang yang "bernoda" dikeluarkan dari kastanya. Mereka tidak termasuk kasta manapun juga. Mereka golongan masyarakat yang paling hina, mereka tidak punya hak apapun. Mereka disebut golongan "Paria". Agama yang berkembang di India meliputi:
  • Agama Hindu. Agama Hindu memuja dewa-dewa, ada tiga dewa yang paling terkemuka Dewa Brahma sebagai pencipta alam, Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam, dan Dewa Syiwa sebagai perusak alam. Kitab sucinya disebut Weda.
  • Agama Buddha. Agama Buddha diajarkan oleh Sidarta Gautama, putra mahkota kerajaan Kapilawastu di India Utara. Sidarta Gautama memperoleh pencerahan tentang masalah kehidupan, itulah yang disebut "Bodh", sejak itu ia disebut "Budha", artinya orang yang memperoleh "Bodh". Kitab sucinya Tripitaka. Sejak abad ke-3 Masehi, di India telah berdiri kerajaan-kerajaan besar.

Berdasarkan hasil penelitian secara arkeologis, di India banyak ditemukan peninggalan budaya yang tinggi nilainya, seperti:
  • Benda-benda terakota, yaitu lempeng-lempeng tanah yang ada hiasannya dan tulisan piktograf.
  • Tata kota Mohenjo Daro dan Harrapa, rumah-rumah dibangun dengan batu bata merah, jalan-jalan dibuat lurus dengan di kiri dan kanannya dibuat saluran air yang baik.
  • Alat-alat pertanian yang berupa cangkul dan kapak.
  • Alat-alat perhiasan yang berupa kalung dan gelang.

Hasil kesusastraan India yang berupa wiracarita antara lain:
  • Kitab Ramayana. Kitab ramayana merupakan karangan Resi Walmiki. Menceritakan kisah putra mahkota bernama Rama putra Raja Dasaratha. Karena ulah ibu tirinya, Rama harus menjalani pengembaraan ke hutan, dalam pengembaraannya itu istrinya, Dewi Sinta, diculik oleh Rahwana atau Dasamuka, raja raksasa dari negeri Alengka (Sri Lanka). Rahwana dicegat oleh Jatayu, burung garuda raksasa, tetapi dapat dikalahkan oleh Rahwana. Dewi Sinta dilarikan sampai istana Alengka. Dengan pertolongan kera Sugriwa dan Hanoman, Sri Rama dapat menyerbu Kerajaan Alengka. Dengan bantuan bala tentara kera akhirnya Rahwana dapat dikalahkan dan Dewi Sinta dapat diselamatkan.
  • Kitab Mahabharata. Kitab Mahabharata karangan Resi Wiyasa. Menceritakan kisah keadaan keluarga besar Bharata, yang memerintah di kerajaan Hastina. Dua keturunan itu adalah Kurawa dan Pandawa saling memperebutkan tahta kerajaan. Mula-mula keluarga pandawa menjalani hukuman dibuang ke hutan selama 12 tahun, dalam pembuangan itu keluarga Pandawa memperoleh gemblengan ilmu, sehingga kuat lahir dan batin. Akhirnya terjadi perang saudara yang hebat antara dua turunan itu di medan perang Kuruksetra. Perang tersebut terkenal sebagai perang Bratayudha, yaitu perang antara kejahatan (pihak Kurawa) dengan kebaikan (pihak Pandawa). Akhirnya, Pandawalah yang menang.

Peradaban India memiliki pengaruh yang besar bagi bangsa Indonesia. Kebudayan India diterima oleh penduduk kepulauan Indonesia melalui proses perdagangan. Aspek-aspek kebudayaan dari India yang diterima oleh nenek moyang bangsa Indonesia benar-benar barang baru, yang tidak mereka kenal sebelumnya, misalkan aksara Pallawa, agama Hindu dan Buddha, dan penghitungan angka tahun Saka. Melalui ketiga aspek kebudayaan dari India itulah kemudian peradaban nenek moyang bangsa Indonesia terpacu dengan pesatnya, berkembang dan menghasilkan bentuk-bentuk baru kebudayaan Indonesia kuna yang pada akhirnya pencapaian itu diakui sebagai hasil kreativitas penduduk kepulauan Indonesia sendiri.

Melalui aksara Pallawa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mendokumentasikan pengalaman dalam kehidupannya. Terbitnya prasasti-prasasti dari kerajaan-karajaan kuna, penggubahan karya sastra dengan berbagai judul, serta dokumentasi tertulis lainnya adalah berkat dikenalnya aksara Pallava. Bahkan di masa kemudian aksara Pallava itu kemudian "dinasionalisasikan" oleh berbagai etnis Indonesia, maka muncullah antara lain aksara Jawa Kuna, Bali Kuna, Sunda Kuna, Lampung, Batak, dan Bugis.

Setelah diterimanya agama Hindu-Buddha oleh penduduk kepulauan Indonesia terutama Jawa, maka banyak aspek kebudayaan yang dihubungkan dengan kedua agama itu menjadi turut berkembang pula. Hal yang dapat diamati secara nyata terjadi dalam bidang seni arca dan seni bangun (arsitektur). Bentuk kesenian lain yang turut terpacu sehubungan dengan pesatnya kehidupan agama Hindu-Buddha dalam masyarakat adalah seni sastra. Banyak karya sastra dan susastra yang digubah dalam masa Hindu-Buddha selalu dilandasi dengan nafas keagamaan Hindu atau Buddha. Juga diuraikan perihal ajaran agama yang dianyam dengan cerita-cerita yang melibatkan para ksatrya dan kerajaan-kerajaan atau kehidupan pertapaan.

Peradaban Lembah Sungai Indus

1. Lokasi

Sungai Indus atau Sindhu terletak di wilayah Pakistan. Sungai Indus memilki banyak anak sungai yang berasal dari wilayah Punjab di Pakistan Utara. Punjab artinya daearah aliran lima sungai. Sungai Indus mengalir melalui Pakistan dan menyebabkan tanah di negeri itu menjadi subur. Sungai tersebut bermuara di Laut Arab.

2. Pendukung

Berdasarkan peninggalan yang ada, dapat dinyatakan bahwa pendukung peradaban Sungai Indus adalah bangsa Dravida. Bangsa Dravida merupakan penduduk asli India dengan bercirikan hitam dan berambut keriting serta berhidung pesek. Sisa-sisa bangsa ini masih dapat ditemukan di Dataran Tinggi Dekan di India Selatan. Mereka meninggalkan daerah yang subur karena di desak bangsa Aria yang masuk ke India pada tahun 1500 SM.

3. Kebudayaan

Peradaban Lembah Sungai Indus ditemukan di dua tempat, yakni Harrapa (daerah hulu Punjab) dan Mahenjo Daro di daerah hilir sungai Indus. Dari penemuan-penemuan yang diperoleh dapatlah diketahui bahwa peradaban Lembah Sungai Indus telah tinggi. Beberapa penemuan hasil peradaban daerah tersebut adalah:
  • Kota Harappa dan Mahenjo Daro. Kota Harappa dan Mahenjo Daro merupakan kota kuno daerah Pakistan yang dibangun berdasarkan tata kota yang baik. Jalan-jalan di kedua kota tersebut dibuat lurus. Pembangunan kota juga memperhatikan arah angin muson (Barat Daya - Timur Laut), sehingga arus angin dalam kota lancar. Di kanan kiri jalan dibangun saluran air dalam tanah untuk menampung air dari rumah-rumah.
  • Bangunan Umum. Bangunan umum dalam kota di antaranya pasar yang menunjukkan bahwa perdagangan di kedua kota tersebut telah lancar, tempat pemujaan dewa atau kuil, dan bangunan lainnya diperkirakan berupa sebuah istana. Bangunan-bangunan tersebut terbuat dari batu bata. Rumah penduduk berhadapan di kanan kiri jalan.
  • Benda-Benda Purba. Benda-benda purba yang merupakan lempeng-lempeng tanah (terra cotta) berbentuk segi empat dan bergambarkan binatang seperti gajah, harimau, sapi, badak atau pohon-pohonan seperti beringin. Di bawahnya terdapat tulisan yang belum terbaca betul maksudnya, tetapi diperkirakan bahwa antara tulisan dan gambar ada hubungannya. Huruf-huruf itu disebut pietograph yang berarti tulisan gambar. Lempeng-lempeng tanah tersebut menunjukkan adanya kepercayaan menyembah binatang atau pohon-pohon dan benda-benda yang merupakan jimat. Peninggalan lain yang ditemukan berupa tembikar yang berbentuk periuk belanga, semacam piring dan cangkir dalam berbagai macam bentuk dan ukuran. Alat-alat pertanian yang ditemukan berupa cangkul dan kapak. Sedangkan, alat-alat perhiasan berupa kalung, gelang, ikat pinggang yang dibuat dari tembaga atau emas. Dari temuan yang ada dapat diketahui bahwa penduduk telah mengenal kebudayaan batu dan logam.
  • Akhir Peradaban. Pada tahun 1500 SM peradaban Lembah Sungai Indus mengalami keruntuhan. Hal ini disebabkan adanya bahaya banjir Sungai Indus dan adanya serangan bangsa Aria yang berasal dari Asia Tengah. Bangsa Dravida sebagai pendukung peradaban Lembah Sungai Indus terdesak ke daerah Dataran Tinggi Dekan yang kurang subur, sedangkan bangsa Aria menjadi penghuni baru Lembah Sungai Indus.

Peradaban Lembah Sungai Gangga

1. Lokasi

Lembah Sungai Gangga dengan anak sungainya Yamuna terletak antara Pegunungan Himalaya dan Pegunungan Vindhya. Kedua sungai tersebut bermata air di Pegunungan Himalaya dan mengalir melalui kota-kota besar seperti Delhi, Agra, dan bermuara di wilayah Bangladesh ke Teluk Benggala. Sungai Gangga bertemu dengan Sungai Brahmaputra yang bermata air di Pegunungan Kwen Lun. Lembah Sungai Gangga merupakan daerah yang subur.

2. Pendukung

Pendukung peradaban Lembah Sungai Gangga adalah bangsa Aria yang termasuk bangsa Indo Jerman. Bangsa Aria memasuki wilayah India kurang lebih tahun 1500 SM melalui Pas Kaiber di Pegunungan Hindu Kush. Merek berkulit putih, berbadan tinggi, dan berhidung mancung. Pencahariannya semula beternak, tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Dravida di Lembah Sungai Indus yang subur dan menguasai daerah tersebut, mereka kemudian bercocok tanam dan menetap.

3. Masyarakat

Bangsa Aria berusaha untuk tidak campur dengan bangsa Dravida yang merupakan penduduk asli India. Mereka menyebut bangsa Dravida anasah, artinya tidak berhidung atau berhidung pesek dan dasa yang berarti raksasa. Untuk memelihara kemurnian keturunannya, diadakan sistem pelapisan (kasta) yang dikatakannya bersumber pada ajaran agama.

Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu). Untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kehidupan masyarakat, bangsa Arya berusaha menjaga kemurnian ras. Artinya, mereka melarang perkawinan campur dengan bangsa Dravida. Untuk itulah, bangsa Arya menciptakan sistem kasta dalam kemasyarakatan. Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat.

Pembagian golongan atau tingkatan dalam masyarakat Hindu terdiri dari empat kasta atau caturwarna, yakni : Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan; Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara, Waisya (pedagang, petani, dan peternak), dan Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak). Kasta Brahmana, Kastria, Waisya terdiri dari orang-orang Aria. Kasta Sudra terdiri dari orang-orang Dravida. Selain keempat kasta di atas, ada lagi kasta Paria/Candala atau Panchama. Panchama yang berarti "kaum terbuang". Kasta ini dipandang hina, karena melakukan pekerjaan kotor, orang jahat dan tidak boleh disentuh, lebih-lebih bagi kaum Brahmana.

4. Agama Hindu

Agama dan kebudayaan Hindu lahir pertama kali di India sekitar tahun 1500 SM. Agama dan kebudayaan Hindu ini mengalami pertumbuhan pada zaman Weda. Kebudayaan Hindu merupakan perpaduan antara kebudayaan bangsa Aria dari Asia Tengah yang telah memasuki India dengan kebudayaan bangsa asli India (Dravida). Hasil percampuran itulah yang disebut agama Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang disebut Aryawarta (negeri orang Aria) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu). Sejak berkembangnya kebudayaan Hindu di India maka lahir agama Hindu. Dari India, agama Hindu menyebar ke seluruh dunia dan banyak memengaruhi kebudayaan-kebudayaan di dunia, termasuk Indonesia.

Menurut pendapat para ahli sejarah, berdasarkan temuan berbagai peninggalan sejarah, diyakini bahwa bekas kota Mahenjo-Daro (Larkana) dan Harappa (Punjab) di lembah Sungai Indus merupakan tempat timbul dan berkembangnya agama Hindu.

Agama Hindu tumbuh bersamaan dengan kedatangan bangsa Arya (Indo-Jerman) ke India kira-kira tahun 1500 SM. Mereka datang melewati celah Kaiber. Celah tersebut terletak di pegunungan Hindu Kush, sebelah barat laut India. Itulah sebabnya celah Kaiber terkenal dengan sebutan "Pintu Gerbang India". Kemudian bangsa Arya mendesak bangsa Dravida dan Munda yang telah mendiami daerah tersebut.

Akhirnya bangsa Arya berhasil menempati daerah celah Kaiber yang sangat subur. Bangsa Dravida mendiami Dataran Tinggi Dekan (India Selatan). Bangsa Munda mendiami daerah-daerah pegunungan.

Pemeluk agama Hindu mengenal tiga dewa tertinggi yang disebut Trimurti, yakni Brahma (dewa pencipta), Wisnu (dewa pelindung), dan Syiwa (dewa perusak). Dewa-dewi lainnya antara lain: Agni (dewa api), Bayu (dewa angin), Surya (dewa matahari), Candra (dewa bulan), Indra (dewa perang), Saraswati (dewi pengetahuan dan seni), Lakshmi (dewi keberuntungan), dan Ganesha (dewa pengetahuan dan penolong). Sumber ajaran Hindu adalah kitab Weda, yang bermakna pengetahuan Hindu. Kitab-kitab penganut Hindu:
  • Kitab Weda. Terdiri dari 4 Samhita atau himpunan, yaitu: Reg Weda (merupakan kitab yang tertua), berisi puji-pujian kepada dewa, Sama Weda berisi nyanyian-nyanyian suci yang merupakan pujian pada waktu melaksanakan upacara, Yajur Weda berisi doa-doa yang diucapkan pada waktu upacara sesaji, dan Atharwa Weda, berisikan doa-doa bagi penyembuhan penyakit dan nyanyian sakti kaum brahmana.
  • Kitab Brahmana. Berisi penjelasan kitab Weda, yang disusun oleh para pendeta.
  • Kitab Upanishad. Berisi petunjuk-petunjuk, agar orang dapat melepaskan diri dari samsara, dan dapat mencapai moksa (kebahagiaan abadi).
  • Kitab yang berisikan cerita kepahlawanan: Mahabharata, karya Wiyasa berisikan cerita peperangan antara Pandawa melawan Kurawa. Keduanya masih keluarga seketurunan, yang memperebutkan tahta kerajaan Astina. Perebutan akhirnya dimenangkan oleh Pandawa, dan Ramayana, karya Walmiki menceritakan peperangan antara Rama dengan Rahwana. Peperangan ini akhirnya dimenangkan oleh Rama. Cerita Ramayana melambangkan kejujuran (dilambangkan Rama) melawan keangkaramurkaan (dilambangkan Rahwana).

Inti ajaran agama Hindu didasarkan pada karma, reinkarnasi dan moksa. Karma adalah perbutan baik buruk dari manusia ketika di dunia yang menentukan kehidupan berikutnya. Reinkarnasi ialah penjilmaan kembali kehidupan manusia sesuai dengan karmanya. Bila seseorang berbuat baik akan lahir kembali ke tingkat yang lebih tinggi; sebaliknya jika berbuat buruk mengakibatkan reinkarnasi ke tingkat yang lebih rendah, misalnya lahir sebagai hewan. Keadaan hidup-mati kembali merupakan persitiwa hidup yang menderita (samsara). Moksa ialah tingkat hidup tertinggi yang terlepas dari ikatan keduniawian atau terbebas dari reinkarnasi.

Agama Hindu mengenal pembagian masyarakat atas kasta-kasta, yaitu Brahmana, terdiri dari golongan pendeta, bertugas mengurus soal kehidupan keagamaan; Ksatria, terdiri dari golongan bangsawan dan prajurit, berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara; Waisya, bertugas untuk berdagang, bertani, dan beternak; Sudra, bertugas untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kasar, seperti budak dan pelayan.

Adanya sistem kasta (caturwarna) tersebut pada dasarnya merupakan pembagian tugas dan kelas dalam masyarakat Hindu yang didasarkan atas keturunan. Perkawinan antar kasta dilarang, terhadap yang melanggar dikeluarkan dari kasta (out cast) dan masuk dalam golongan atau kasta Paria.

5. Agama Buddha

Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta, putra raja Sudhodana dari Kerajaan Kosala. Sidharta berarti orang yang mencapai tujuannya. Ia juga disebut Buddha Gautama, berarti orang yang menerima bodhi (wahyu), orang yang telah mendapatkan penerangan. Ia juga disebut Jina artiya orang yang telah mencapai kemenangan atau Sakyamuni yang berarti orang yang bijaksana keturunan Sakya Gautama.

Ketika Sidarta Gautama berumur 29 tahun, mencoba mengelilingi desa-desa di sekitar istana. Sejak itulah ia menjumpai kenyataan yang belum pernah ia lihat selama hidupnya. Misalnya orang tua, jenazah yang diangkat dengan keranda, orang sakit, dan rahib (pendeta). Untuk pertama kalinya ia melihat tanda-tanda penderitaan. Misalnya usia tua, penyakit, dan kematian. Hal inilah yang membuat Siddarta merasa gelisah. Penderitaan di atas selalu menghantui pikirannya. Kemudian ia memutuskan untuk mencari jawaban apa hakikat hidup ini. Untuk mencari jawaban apa hakikat hidup ini, Sidarta Gautama pergi dari istana dengan menanggalkan semua kemewahan yang terdapat di tubuhnya, dan berganti pakaian sebagai rahib. Sekitar enam bulan, ia belajar hidup sebagai rahib seperti bertapa, berpuasa, dan hidup prihatin. Ia mengembara dari satu tempat ke tempat lain.

Suatu ketika, Sidarta Gautama tiba di desa Gaya, dekat Bihar, Kapilawastu. Di bawah pohon, ia bersila untuk bertapa, yang kemudian memeroleh penerangan, yang berarti "menjadi paham tentang makna kehidupan". Peristiwa itu menandai Sidarta Gautama menjadi Buddha. Tempat Buddha memeroleh penerangan dinamakan Bodh Gaya. Pohon tempat ia bertapa dinamakan pohon bodhi.

Ada empat tempat yang dianggap suci oleh umat Buddha, karena berhubungan dengan kehidupan Sidharta:
  • Taman Lumbini, di Kapilawastu yang merupakan tempat kelahiran Sidharta (563 SM).
  • Bodh Gaya, sebagai tempat Sidharta menerima penerangan agung.
  • Benares (Taman Rusa), tempat Sang Buddha pertama kali mengajarkan ajarannya.
  • Kusinagara, tempat Sang Buddha wafat (482 SM).

Oleh Raja Ashoka, keempat tempat suci tersebut diberi tanda, yakni bunga saroja sebagai lambang kelahiran Buddha; pohon pippala atau bodhi sebagai lambang penerangan agung; jantera sebagai lambang memulai memberikan ajarannya, dan stupa sebagai lambang kematiannya. Peristiwa kelahiran, menerima penerangan agung dan kematiannya terjadi pada tanggal yang bersamaan, yaitu waktu bulan purnama pada bulan Mei. Ketiga peristiwa tersebut oleh umat Buddha dirayakan sebagai Waisak atau Tri Waisak.

Setelah mendapat "penerangan" atau "sinar terang" Sang Buddha Gautama memberikan "wejangan" (khotbah) yang pertama di Taman Rusa. Agama Buddha tidak mengenal pembagian kasta dan golongan masyarakat. Dalam agama Buddha diakui adanya karma, yaitu pembalasan atau ganjaran bagi manusia dalam hidupnya. Setiap orang yang beramal baik pada waktu hidup di dunia akan masuk nirwana.

Para pemeluk agama Buddha mempunyai ikrar yang disebut Tri Sarana atau Tri Dharma, artinya tiga tempat berlindung, yaitu:
  • Saya berlindung kepada Buddha
  • Saya berlindung kepada Dharma
  • Saya berlindung kepada Sanggha

Buddha, Dharma, dan Sanggha disebut Tri Ratna atau tiga mutiara. Sidarta Gautama mencapai nirwana yang sempurna, yang disebut Parinirwana. Ajaran agama Buddha dibukukan dalam kitab suci yang disebut Tripitaka. Tripitaka berarti "tiga keranjang" karena ditulis pada daun lontar yang tersimpan dalam keranjang.

Setelah seratus tahun Sang Buddha Gautama wafat, muncul bermacam-macam panafsiran terhadap hakekat ajaran Sang Buddha Gautama. Ajaran Agama Buddha kemudian terpecah menjadi dua aliran yaitu Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana:
  • Buddha Hinayana melambangkan ajaran Sang Buddha Gautama sebagai kereta kecil, yang bermakna sifat tertutup. Penganut aliran ini hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Menurut aliran ini yang berhak "menjadi Sanggha" adalah para biksu dan biksuni yang berada di wihara.
  • Buddha Mahayana melambangkan ajaran Sang Buddha sebagai kereta besar, yang bermakna sifat terbuka. Penganut aliran ini tidak hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Menurut aliran ini setiap orang berhak menjadi Sanggha Buddha, sejauh sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk Sang Buddha.


Peradaban Mesir

Di wilayah Mesir terutama di sepanjang hilir sungai Nil sejak zaman prasejarah telah berkembangan suatu peradaban yang tinggi di dunia. Peradaban ini lahir di sekitar lembah Sungai Nil. Di sepanjang hilir Sungai Nil terdapat lembah yang subur, bentuknya memanjang dan sempit. Kesuburan lembah itu adalah akibat terjadinya banjir tahunan Sungai Nil. Setelah banjir surut terjadilah lapisan lumpur di lembah tersebut yang membuat tanah itu subur.

Di lembah sungai tersebut hidup suatu bangsa yang mata pencahariannya bertani dan berternak dengan bentuk pemerintahan dan adat keagamaan yang kesemuanya diatur oleh suatu golongan kaum pemimpin agama. Di samping hidup kegamaan yang maju, kekuasaan kaum pemimpin agama baik dalam bidang rohani maupun keduaniawian meningkat pula ilmu-ilmu pengetahuan timbul dari kalangan pemimpin agama itu, seperti astronomi maupun astrologi. Di sebelah barat dan timur lembah sungai Nil terbentang gurun pasir. Dua gurun pasir itu menjadi benteng bagi daerah subur itu dari bahaya serbuan bangsa-bangsa pengembara.

Masyarakat Mesir kuno pada umumnya hidup sebagai petani gandum, beras, dan jagung serta sebagian pedagang. Mereka sudah dapat mengembangkan ilmu alam (astronomi dan astrologi). Kepercayaan bangsa Mesir Kuno meliputi:
  • Totemisme, menganggap suci terhadap binatang tertentu, misalnya: sapi jantan, kucing dan buaya.
  • Polytheisme, percaya pada banyak dewa, dengan dewa tertingginya dewa Ra (dewa Matahari). Pada masyarakat mesir kuno terdapat kebiasaan mengawetkan mayat (mumi).

Di Mesir kuno terdapat pandangan hidup bahwa kehidupan di akhirat merupakan kelanjutan dari kehidupan di dunia, maka manusia harus mempersiapkan diri sebelumnya karena kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan di akhirat itu abadi dan dapat berlangsung selama jasad manusia dapat diabadikan dalam bentuk patung atau mumi. Oleh karena itu agar mumi atau patung tidak mudah rusak dan hidup abadi, maka harus disimpan si tempat yang terlindung dalam bangunan yang kuat dan kokoh. Maka timbulah seni bangunan yang terdiri dari piramid, mastaba dan makam lainnya yang kokoh. Bangsa Mesir kuno menjelang tahun 3000 SM sudah membangun piramida dan kuil yang berhiaskan gambaran, relief dan arca yang melukiskan riwayat para raja, madah pujaan agamawi, serta kejadian sehari-hari.

Dalam menjalankan pemerintahnya, Mesir diperintah oleh seorang raja. Di Mesir terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang disebut Nomen, kemudian diperintahkan oleh Menes dengan gelar Fir’aun atau Pharao yang kuasa mutlak. Pusat pemerintahannya antara lain di Memphis, Thebe, dan Akhenaton. Kerajaan Mesir Kuno diperkirakan berdiri sejak 3400 tahun sebelum Masehi. Rajanya disebut Fir’aun, yang mempunyai ‘kekuasaan mutlak, baik dalam hal pemerintahan maupun urusan agama. Fir’aun disamping sebagai Kepala Negara, juga sebagai Kepala Agama dan dipuja sebagai Dewa Yang Berkuasa. Dengan mempercayai kekuasaan Fir’aun sebagai dewa, masya-rakat Mesir kuno tidak berani membantah sedikit pun terhadap segala perintah raja.

Sampai akhir abad ke-18 sejarah Mesir Kuno belum terungkap, sebab tulisan-tulisan Mesir Kuno yang banyak tampak pada dinding-dinding kuil, piramida dan bangunan lainnya belum dapat dibaca oleh para ilmuwan. Pada abad ke-18 ketika Mesir dikuasai oleh pasukan Perancis, yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte, ditemukan sebuah batu besar di tepi Sungai Rosetta yang memuat aksara Mesir Kuno didampingi aksara Yunani yang sudah dikenal di Eropa. Batu Rosetta merupakan kunci untuk membaca tulisan-tulisan Mesir kuno, setelah dipelajari dengan tekun selama lebih 20 tahun oleh seorang sarjana Perancis bernama Champollan, maka lambat laun mulailah terungkap rahasia yang selama puluhan abad terkandung dalam peninggalan-peninggalan kebudayaan Mesir kuno.

Hasil kebudayaan yang terdapat di Mesir antara lain:
  • Piramida. Piramida terdiri dari beberapa kamar di dalamnya sebagai tempat atau tanda kuburan yang dihiasi oleh berbagai lukisan dan relief yang mencerminkan kehidupan di akhirat. Bangunan ini didirikan pada saat raja yang bersangkutan masih hidup. Pada piramid terdapat relief menggambarkan asal dan perbuatan sang raja di dunia. Penutupan ruangan dikerjakan setelah upacara pemakaman.
  • Spinx Patung hewan-hewan mitologis yang berbadan singa dan bermuka manusia.
  • Mastaba Mastaba berbentuk seperti piramid terpotong bagian atasnya dengan tingginya kurang lebih lima meter dengan dua buah pintu asli dan dua buah pintu palsu. Jenazah berada di ruang bawah tanah dan ditutup dengan batu. Mastaba berfungsi sebagai tempat pemakaman para raja-raja yang merupakan bentuk awal piramida.
  • Kuil Kuil dibedakan dari dua jenis, yaitu kuil dewa dan kuil makam. Di dalam terdiri dari kamar pemujaan yang mengelilingi kamar dewa. Pada mulanya kedua kuil disatukan, kemudian dipisahkan agar tidak dicuri orang.
  • Makam Makam merupakan tempat kuburan para bangsawan di atas gunung karang terdiri dari serambi dan tiang-tiang yang berisi patung. Hiasan dan relief memprlihatkan upacara pemakaman dan amal baik jenazah serta perbuatan tercela yang dilakukannya.
  • Aksara. Peninggalan Mesir kuno yang besar pengaruhnya bagi kebu-dayaan dunia ialah aksara, yang disebut hieroglyph. Pada mulanya aksara itu berupa gam bargam bar. Lambat laun gambar-gambar itu mempunyai arti tertentu dan menjadi lambang.
  • Arca Patung-patung yang sengaja dibuat untuk disembah sebagai perwujudan dari kepercayaan orang-orang Mesir Kuno.
  • Obelisk Tugu-tugu ramping dan runcing menjulang tinggi ke angkasa sebagai pemujaan.

Peradaban Lembah Sungai Nil

Sejarah kebudayaan tertua di Benua Afrika dapat ditemukan di lembah sungai Nil. Peradaban Lembah Sungai Nil di Mesir, Afrika, lahir disebabkan kesuburan tanah di sekitar lembah sungai yang diakibatkan oleh banjir yang membawa lumpur. Hal inilah yang menarik dan mendorong perhatian manusia untuk membangun kehidupan dan peradaban. Sungai Nil terletak di negara Mesir sekarang.

Peradaban Lembah Sungai Nil disebut juga dengan sebutan peradaban Mesir Kuno. Kebesaran dan kejayaan peradaban ini masih dapat dilihat dari bangunan-bangunan bersejarah yang banyak terdapat di Mesir saat ini seperti Piramida, Sphinx, dan Obelisk. Mesir merupakan sebuah wilayah yang terletak di Afrika bagian Utara dan memiliki letak yang strategis karena berada di jalur pertemuan antara Asia, Eropa, dan Afrika. Sungai Nil yang mengalir di negara ini merupakan sungai terpanjang di dunia. Sungai ini mengalir dari Afrika tengah melewati Mesir dan bermuara di Laut Tengah. Sungai Nil bersumber dari mata air yang terletak di daratan tinggi Afrika Timur. Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur.

Ada empat negara yang dilewati Sungai Nil, yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia, dan Mesir. Herodotus menjuluki Mesir sebagai Hadiah dari Sungai Nil. Hal itu didasarkan dari fakta bahwa peradaban Mesir tumbuh dan berkembang karena kesuburan daerah-daerah di sekitar Sungai Nil. Setiap tahun, Sungai Nil selalu banjir yang membawa lumpur ke daratan Mesir. Banjir tersebut mengubah padang pasir yang gersang menjadi lembah-lembah yang subur. Lebar Lembah Sungai Nil itu berkisar antara 15-50 km. Pentingnya Sungai Nil bagi perkembangan Peradaban Mesir Kuno dapat dilihat dari kota-kota besar dan kuno Mesir seperti Kairo, Iskandaria, Abusir, dan Rosetta yang terletak di delta-delta muara Sungai Nil. Delta-Delta yang luas itu terletak di muara Sungai Nil dan tanahnya sangat subur. Sungai Nil yang besar dan panjang bukan hanya digunakan untuk sumber pertaniaan, tetapi juga dipakai untuk lalu lintas perdagangan dari dan keluar Mesir, serta jalur penghubung antara Laut Tengah dan daerah pedalaman.

1. Pemerintahan

Kerajaan-kerajaan yang berkembang di Mesir melewati beberapa tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut:

a. Zaman Kerajaan Mesir Tua (3400-2160)

Diperkirakan 5000 SM, berbagai perkampungan kecil didirikan di sekitar Sungai Nil. Berabad-abad kemudian perkampungan itu berubah menjadi sebuah kerajaan yang disebut mones. Pada perkembangan selanjutnya mones berkembang menjadi dua kerajaan besar yaitu Mesir Hilir dan Mesir Hulu. Raja-raja yang memerintah di Mesir selalu dipanggil dengan sebutan Firaun atau Pharaoh. Firaun berarti “Rumah Besar”. Firaun merupakan pusat kehidupan sosial, politik, dan kepercayaan bangsa Mesir Kuno.

Dia memiliki kekuasaan yang luas untuk mengatur seluruh bidang kehidupan masyarakat. Rakyat Mesir mempercayai bahwa Firaun adalah Dewa Horus anak dewa Osiris. Kemampuan Firaun untuk memobilisasi massa yang banyak dapat dilihat dari kemegahan piramida di Mesir yang jumlahnya sangat banyak. Pada masa Kerajaan Mesir Tua terdapat banyak raja yang memerintah di Mesir, antara lain sebagai berikut:
  • Menes. Menes merupakan pemimpin yang dapat mempersatukan Mesir Hulu dengan Mesir Hilir. Usahanya yang berhasil mempersatukan dua kerajaan itu menyebabkan dia mendapat julukan Nesutbiti (Raja bermahkota kembar). Kerajaan ini berpusat di Thinis.
  • Chufu, Chepren, dan Menkaure. Pada masa ketiga raja itu, muncul kebudayaan untuk mengawetkan mayat dengan cara dibalsem (Mumi). Upaya mengawetkan mayat itu didasarkan pada keyakinan bahwa orang akan hidup terus selama jasadnya masih utuh. Mumi tersebut dimakamkan di mastaba yang berupa makam yang berudak-undak yang disebut dengan piramida. Di hampir setiap piramida selalu terdapat patung berbentuk manusia berkepala singa yang disebut Sphinx.
  • Pepi I. Pada masa pemerintahan Pepi I, kerajaan Mesir memperluas wilayah kekuasaannya sampai ke wilayah Sudan (Nubia) dan Abessyiria.
  • Pepi II. Kekuataan Mesir melemah, sehingga Kerajaan Mesir yang beribu kota di Memphis mengalami disintegrasi dan berubah menjadi kerajaan yang kecil-kecil. Perpecahan di tubuh Kerajaan Mesir sebagian besar diakibatkan oleh perpecahan di antara kalangan bangsawan yang berdampak pada ketidakstabilan Mesir.

b. Zaman Kerajaan Mesir Pertengahan (2160-1788 SM)

1) Sesotris III

Raja ini berhasil mempersatukan Mesir kembali dari perpecahan yang dialami pada masa Raja Pepi II. Selain berhasil mempersatukan Mesir, dia juga berhasil memperluas wilayah kekuasaan Mesir sampai ke Sudan, Palestina, dan ke daerah Sichem. Perekonomian rakyat Mesir semakin berkembang dan ramai disebabkan kemampuan raja itu untuk berhubungan dengan negara-negara sekitar Laut Tengah dan Laut Merah. Perdagangan yang ramai itu berdampak pada meningkatnya taraf kesejahteraan penduduk. Kestabilan di bidang ekonomi akan berdampak pada kestabilan di bidang politik, apalagi dengan berhasilnya Sesotris mempersatukan kerajaannya yang pecah.

Kita dapat memberikan kesimpulan bahwa firaun ini memiliki kekuatan politik dan tentara yang kuat sehingga mampu menstabilkan negara. Pada masa Sesotris III, raja-raja tidak dimakamkan di piramida, tetapi firaun-firaun dimakamkan di Gua Karang karena dirasakan tidak aman. Di dalam piramida, selain terdapat mayat-mayat para Firaun, juga disimpan kekayaan dari raja itu sebagai simbol kebesaran dan keagungan raja itu.

2) Amenemhet III.

Pada masa Raja Amenemhet III, perekonomian Mesir mengalami kemajuan yang pesat terutama dalam bidang pertanian. Bangsa Mesir mengandalkan Sungai Nil selain sebagai sarana transportasi, perdagangan, juga digunakan dan dimanfaatkan untuk pertanian. Sungai Nil yang selalu meluap sekali dalam setahun dimanfaatkan oleh para petani untuk menyuburkan lahan pertaniannya. Banjir Sungai Nil selalu membasahi padang pasir berkilo-kilo panjangnya. Para petani dengan dibantu para pendeta, selalu mempersiapkan tempat untuk menampung banjir dari Sungai Nil tersebut, sehingga ketika banjir telah surut, maka petani menggunakannya untuk ditanami dengan tanaman. Kemajuan dan kesuburan Mesir ternyata mengundang petaka, karena pada tahun 1750 SM, bangsa Hykos menyerang Mesir. Hal tersebut menyebabkan Kerajaan Mesir mengalami kemunduran. Bangsa Hykos berkuasa di Mesir, dan menjadikan Kota Awiris sebagai ibu kotanya. Dari Awiris ini Bangsa Hykos melancarkan serangan lagi ke beberapa daerah di Mesir, Palestina dan Syria.

Bangsa Hykos adalah bangsa yang berasal dari Jazirah Arab, mereka adalah bangsa nonmaden yang terus berkelana untuk mencari daerah subur. Kedatangan bangsa Hykos ke Mesir menyebabkan terjadinya tukar-menukar kebudayaan. Hykos seperti bangsa-bangsa yang lain menyerap kebudayaan Mesir, sementara bangsa Mesir berhasil juga menyerap kebudayaan bangsa Hykos yaitu keterampilam untuk membuat alat-alat pertanian dan senjata yang terbuat dari perunggu. Peralatan tersebut menyebabkan Mesir pada zaman Mesir baru menjadi kerajaan yang semakin kuat dan pertanian mereka menjadi semakin maju dengan teknologi yang baru tersebut.

c. Zaman Kerajaan Mesir Baru (1500-1100 SM)

Kerajaan Mesir yang dikuasai oleh bangsa Hykos sejak 1750 SM, mencoba berkonsolidasi untuk mengusir bangsa Hykos. Bangsa Mesir di bawah Kerajaan Thebe menyerang bangsa Hykos di ibu kotanya yaitu Awiris, dan Hykos berhasil dikalahkan. Dengan demikian, sejak itu ibu kota Awiris dikuasai oleh raja-raja Thebe, dan mendirikan Kerajaan Mesir Baru. Raja-raja yang memerintah pada masa ini antara lain sebagai berikut:
  • Ahmosis I. Ahmosis adalah Firaun yang berasal dari kerajaan Thebe yang memimpin langsung serangan ke Kerajaan Hykos. Dia berhasil mengusir bangsa Hykos dan membangun peradaban baru bangsa Mesir di ibu kota Awiris.
  • Thutmosis I. Thutmosis I adalah firaun yang berhasil melakukan perluasan kekuasaan mesir ke daerah Asia Barat.
  • Thutmosis III (1500-1447 SM). Pada masa kerajaan Mesir di bawah pimpinan Firaun Thutmosis II, maka sikap ekspansionis melekat pada raja itu. Mesir menyerang negara-negara Babylonia, Assyria, Cicilia, Cyprus, dan lain-lain.
  • Amenhotep II (1447-1430 SM). Mempertahankan kerajaan Mesir yang memiliki wilayah yang luas.
  • Thutmosis IV. Berusaha mmpertahankan kekuasaan Mesir dengan melakukan beberapa tindakan politik yaitu: menjalin persahabatan dengan raja Babilonia, menjalin hubungan dengan Firaun Mitanni, dan melakukan perkawinan politik antara Thutmosis IV dengan Putri Firaun Artatama.
  • Amenhotep IV. Pada masa pemerintahannya, terjadi revolusi di bidang kepercayaan dan keyakinan, karena Firaun yang satu ini menentang ajaran Politheisme untuk menyembah Amon, dan dia mengajarkan ajaran monotheisme. Kebijakan Firaun tersebut menyebabkan terjadinya pertentangan antara golongan pendeta dengan pihak kerajaan. Untuk menghindari konflik itu, maka ibu kota kerajaan dipindahkan dari Thebe ke Al-Amarna.
  • Tut-ankh-Amon. Pada masa pemerintahannya, golongan pendeta sangat berkuasa, dan kekuasaan Firaun pun dirongrong oleh para pendeta Amon di Thebe. Krisis kepemimpinan dan politik tersebut mengakibatkan Mesir mengalami kemunduran dan perpecahan kembali, Mesir terpecah menjadi kerjaan-kerajaan kecil yang saling berperang.
  • Ramses I. Pada masa pemerintahannya, Mesir melakukan ekspansi ke daerah Palestina, dan berhasil menguasai seluruh daerah Palestina serta mengalahkan bangsa Hittit di Asia Barat.
  • Ramses II. Pada masa pemerintahannya, bangsa Yahudi yang bermigrasi ke Mesir mendapat perlakuan yang kejam. Dia menindas dan memperlakukan bangsa Israil sebagai budak. Mereka dipaksa untuk membangun gedung-gedung serta piramida yang megah. Firaun ini mendirikan sebuah kuil yang diberi nama Ramsessum. Makam firaun ini terletak di Abu simbel.
  • Ramses III. Pada masa pemerintahannya Mesir mengalami kemunduran dan dapat dikuasai oleh bangsa-bangsa Asing seperti Libia, Abbessyiria, dan Assyria. Masa Ramses II diperkirakan sezaman dengan kehidupan Nabi Musa. Mesir ditaklukkan Assyria pada tahun 670 SM dan pada tahun 525 SM Mesir menjadi bagian Imperium Persia. Setelah Persia, Mesir dikuasai oleh Iskandar Zulkarnaen dan para penggantinya dari Yunani dengan dinasti terakhir Ptolemeus. Salah satu keturunan Dinasti Ptolemeus ialah Ratu Cleopatra dan sejak tahun 27 SM Mesir menjadi wilayah Romawi.

Bangsa-bangsa yang pernah menyerbu ke daerah Mesir Kuno antara lain:
  • Bangsa Nubia (selatan Mesir);
  • Bangsa Eropa, yang menguasai Mesir dari 1750 SM - 1580 SM;
  • Bangsa Assyria, pada tahun 670 SM berhasil merebut kota Memphis dan Thebe;
  • Bangsa Persia, yang merebut Mesir (525 SM - 404 SM);
  • Alexander Agung dari Macedonia, yang menguasai Mesir pada tahun 332 - 323 SM; dan
  • Bangsa Romawi, yang menguasai Mesir dari mulai Ptolemeus sampai Cleopatra (44-30 SM).

2. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Bangsa Mesir terkenal memiliki teknologi dan kebudayaan yang tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan berbagai bangunan raksasa yang terdapat di Mesir. Selain itu, bangsa Mesir terkenal dengan berbagai penemuannya sebagai berikut:
  • Kemampuan untuk membuat alat-alat rumah tangga, senjata, dan peralatan hidup lainnya dari tanah liat dan logam.
  • Sistem penanggalan kalender yang sudah berdasarkan perhitungan perputaran bumi mengitari matahari. Sistem kalender yang seperti itu membagi 1 tahun menjadi 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 30 hari. Peredaran bulan selama 29 2 1 hari. Karena dianggap kurang tetap, kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari, dan lamanya setahun adalah 365 hari, yaitu 12 ×30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem solar).
  • Kemampuan membuat perhiasan dari logam mulia dan gading.
  • Masyarakat Mesir mengenal bentuk tulisan yang disebut hieroglyph berbentuk gambar. Tulisan Hieroglyph ditemukan di dinding piramida, tugu obelisk, maupun daun papirus. Huruf Hieroglyph terdiri atas gambar dan lambang berbentuk manusia, hewan, dan benda-benda. Setiap lambang memiliki makna. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.

3. Seni Bangunan

Piramida di Mesir

Gambar: Piramida di Mesir

Seni bangunan di Mesir antara lain:
  • Piramida. Piramida adalah tempat yang digunakan untuk makam raja-raja Mesir yang terbuat dari batu yang disusun secara rapi dan menggunakan model punden berundak-undak. Di Kota Gizeh terdapat piramida yang berukuran tinggi 137 meter.
  • Sphinx. Sphinx adalah patung manusia berkepala singa.
  • Obelisk. Obelisk adalah tiang batu yang ujungnya runcing sebagai lambang pemujaan kepada roh. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat kejadian-kejadian
  • Kuil. Untuk pemujaan terhadap dewa Amon-Ra, dibangunlah Kuil Karnak yang sangat indah pada masa Raja Thutmosis III.

4. Sistem Kepercayaan

Masyarakat Mesir Kuno menyembah beberapa dewa (politheisme) yaitu sebagai berikut:
  • Dewa matahari yang disebut Amon (Mesir Selatan) dan Ra (Mesir Utara). Namun pada perkembangannya dewa matahari itu disebut Amon-Ra.
  • Dewa peradilan di akhirat yaitu Dewa Osiris.
  • Dewa Sungai Nil, yaitu Dewi Horus yang merupakan dewa kecantikan (Dewi Isis).
  • Dewa Anubis, yaitu dewa kematian.
  • Dewa Aris sebagai dewa kesuburan.

Masyarakat Mesir Kuno sudah mempercayai tentang kehidupan sesudah mati. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya mumi. Di balik mumi terkandung kepercayaan bangsa Mesir Kuno tentang kehidupan setelah mati. Masyarakat Mesir Kuno berkeyakinan bahwa selama jasadnya masih utuh, maka dia akan tetap hidup. Oleh karena itu, masyarakat berusaha untuk mengawetkan mayat agar dia tetap hidup abadi. Alasan masyarakat membuat mumi adalah bahwa manusia tidak dapat menghindar dari kehendak dewa maut. Tetapi tidak semua masyarakat Mesir mayatnya diawetkan, biasanya mereka yang yang diawetkan adalah para bangsawan dan raja.

Mayat-mayat yang diawetkan itu disimpan di dalam piramida. Wujud kepercayaan yang berkembang di Mesir didasarkan pada pemahaman sebagai berikut:
  • Penyembahan terhadap dewa berangkat dari ide/gagasan bahwa manusia tidak berdaya dalam menaklukkan alam.
  • Dewa yang disembah adalah dewa/dewi yang menakutkan seperti Dewa Anubis atau yang memberi sumber kehidupan. Dengan taat menyembah pada dewa, masyarakat Lembah Sungai Nil mengharap jangan menjadi sasaran maut.

5. Masyarakat

Masyarakat Mesir Kuno terdiri atas beberapa lapisan masyarakat. Lapisan pertama terdiri atas para bangsawan, raja, dan pendeta mempunyai hak-hak istimewa. Golongan kedua yaitu masyarakat kelas menengah yang umumnya terdiri atas pedagang kaya dan pemilik tanah, dan lapisan ketiga terdiri atas rakyat biasa, yaitu para petani dan buruh serta budak. Dengan demikian, sebutan Mesir merupakan berkah Sungai Nil tidak sepenuhnya dapat dinikmati oleh rakyat Mesir, karena rakyat kecil kekayaannya banyak habis untuk membayar pajak.

Lembah Sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air Sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan, dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi, dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir yaitu gandum, sekoi atau jamawut, dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.


Peradaban Mesopotamia

Mesopotamia berasal dari kata mesos=tengah dan potamas = sungai. Mesopotamia artinya daerah yang terletak di antara dua sungai, yakni Euprat dan Tigris. Sumber air kedua sungai itu dari Pegunungan Armenia (Turki), mengalir ke arah tenggara menuju Teluk Persia.

Mesopotamia merupakan pengertian dari daerah atau tanah yang terletak di antara sungai-sungai. Mesopotamia disebut juga bulan sabit yang subur karena wilayahnya menyerupai bulan sabit yang daerahnya terletak di lembah sungai Eufrat dan Tigris. Daerah Mesopotamia terletak di utara sungai Eufrat dan Tigris. Sumber air kedua sungai itu terdapat di lereng pegunungan Armenia, yaitu di Perbatasan antara Irak dan Rusia. Lumpur endapan bertumpuk-tumpuk pada muaranya dan muncullah dataran rendah baru. Di sekitar muaranya terdapat rawarawa penuh dengan tumbuhan semak belukar dan dihuni oleh aneka jenis burung liar. Makin ke arah pedalaman, alamnya makin kering. Banjir-banjir di Mesopotamia tidak dapat diramalkan waktunya seperti pada sungai Nil di Mesir. Luapannya datang secara mendadak, dengan demikian tidak dapat dibuat perhitungan-perhitungan. Ada delapan bangsa yang pernah bermukim di Mesopotamia diantaranya yaitu, bangsa Sumeria, Akkadia, Assyria-Babylonia, Chaldea-Babylonia baru, Persia, Guti, Karssita dan Medes.

Peradaban Mesopotamia disebut sebagai peradaban tinggi karena di Mesopotamia telah mengenal bahasa dan tulisan, tulisan yang dikembangkan menggunakan huruf paku. Tulisan dibuat bukan di atas kertas seperti di Mesir (papirus), tetapi dengan jalan menekan tanah liat (soft clay) oleh alat sederhana yang disebut a square tipped (ujung bambu persegi). Di Mesopotamia berkembang seni bangunan yang disebut Ziggurat (menara bata-bata).

Di bawah ini adalah peta letak dari peradaban Mesopotamia:
  • Sumeria Pusat pemerintahan bangsa Sumeria di UR. Kepercayaan bangsa Sumeria bersifat Polytheisme, pemujaannya dipusatkan di kota Nippur. Kebudayaan bangsa Sumeria mempunyai nilai yang tinggi, antara lain: mengenal tulisan paku, mengenal sistem penanggalan berdasarkan peredaran bulan dan matahari, mengenal sistem hitungan yang didasarkan pada jumlah enam, dan dapat membuat pakaian, perhiasan, tongkat dan cermin dari tembaga mata pencahariannya: bertani, beternak, dan berdagangPeradaban bangsa Sumeria mengalami keruntuhan karena serangan dari bangsa Akkadia yang dipimpin oleh Sargon.
  • Babylonia Lama Bangsa Babylonia masih keturunan Amori yaitu orang semit dari gurun Siria dan Arabia. Mereka merupakan bangsa pengembara. 1850 SM bangsa Babylonia mulai mendirikan kerajaannya, dan mencapai kebesaran pada masa Raja Hammurabi. Pusat pemerintahannya di Babilon. Kepercayaannya masih bersifat politheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertingginya. Kebudayaan bangsa Babylonia lama antara lain: menciptakan undang-undang tertulis yang dipahatkan pada tugu batu, mengenal ilmu pengetahuan Matematika, dan mengenal ilmu Astronomi.
  • Assiria Bangsa Assiria menempati daerah hulu sungai Tigris, ibu kota kerajaan di Niniveh. Pemerintahannya bersifat militer, senang berperang. Bangsa Assiria di bawah pimpinan Assur Nashirpal II melaksanakan ekspansi ke Babylonia lama. Bangsa Assiria mencapai kebesaran pada masa Raja Assurbanipal. Kebudayaan yang dihasilkan bangsa Assiria antara lain: mendirikan perpustakaan yang bukunya terdiri dari lempengan-lempengan tanah liat yang telah ditulisi, mengenal sistem astronomi, mengenal ilmu Astrologi, mengenal sistem perhitungan tahun (satu tahun 365 ¼ hari), dan menyempurnakan tulisan huruf paku.
  • Babylonia Baru Bangsa Babylonia baru mencapai kebesaran pada masa pemerintahan Nebukadnezar, wilayahnya meliputi Mesopotamia, Babylonia, Arab, dan Palestina. Kebudayaan yang dihasilkan bangsa Babylonia Baru antara lain: membangun jembatan, membuat tamantaman bergantung, membuat menara Babylon, dan mengenal ilmu Astronomi.
  • Persia Kerajaan Persia ibukotanya Persepolis, di bawah pemerintahan Cyrus Persia berhasil mengalahkan Babylonia sehingga meliputi Mesopotamia, Mesir, dan Abesinia. Persia mencapai kebesarannya pada masa pemerintahan Darius Agung. Usaha yang dilakukannya: melakukan ekspansi ke Yunani, tetapi mengalami kegagalan, mmembagi wilayahnya dalam satrapi-satrapi, membangun jalan dari Susa sampai Sardes, dan menyederhanakan huruf paku
  • Palestina Bangsa Ibrani berasal dari daerah Mesopotamia, mereka mengembara sampai ke Mesir. Pada masa Ramses II mereka ditindas di Mesir. Akhirnya di bawah pimpinan Nabi Musa mereka pindah ke daerah Kanaan di Palestina, kemudian mereka membangun kerajaan, raja-raja yang terkenal: Saul, Daud, dan Sulaiman atau Salomo. Kepercayaan mereka monotheisme yaitu menyembah Tuhan dengan sebutan Yahwe atau Yehowah. Hasil peradaban bangsa Ibrani yang terkenal antara lain kitab Mazmur dan Masjidil Aqsha.
  • Funisia Bangsa Funisia menempati pantai timur Laut Tengah, mereka hidup sebagai pelaut. Pada masa kejayaannya, mereka berhasil mendirikan koloni di Kartago. Hasil kebudayaannya antara lain kepandaian membuat kapal dan gelas. Kepercayaan mereka bersifat polytheisme dengan dewa tertingginya Boal dan Moloch.

Peta Daerah Mesopotamia

Gambar: Peta Daerah Mesopotamia

Daerah-daerah yang terletak di sepanjang Sungai Eufrat dan Tigris, merupakan daerah yang subur. Karena bentuknya seperti bulan sabit, maka daerahnya disebut The Fertille Crescent Moon.

Penduduk Mesopotamia termasuk bangsa Semit. Kehidupannya bersifat seminomadik. Mereka hidup dari beternak dan berdagang. Namun setelah mendapat tanah-tanah yang subur, mereka mulai hidup dari pertanian. Kira-kira tahun 3000 SM, daerah Mesopotamia didiami oleh bangsa Semit:
  • Ilmu pengetahuan bidang arsitektur ziggurat, bangunan perkotaan. Bangsa Sumeria telah membangun kota dengan tata kota yang rapi dan tiap bangunan menggunakan model Zigurat. Selain itu, bangsa Sumeria sangat terampil dalam pengolahan logam untuk dibuat peralatan pembuatan senjata. Bangsa Sumeria telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat yang dikeringkan dengan panas matahari. Bangsa Assyria pada masa Ashru Bhanifal telah membuat perpustakaan tertua di dunia. Dibangunnya perpustakaan merupakan suatu ciri kepedulian seorang pemimpin akan pentingnya ilmu pengetahuan. Begitu juga Bangsa Khaldea pada masa kerajaan Babylonia Baru berhasil membangun taman Gantung yang merupakan salah satu keajaiban dunia.
  • Sumber tulisan. Huruf yang digunakan yaitu berupa Cuneiform writing/Pytograph 250 jenis (tulisan huruf paku).
  • Sistem kalender. Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggalan dan pembagian waktu. Pengetahuan tentang waktu sangat mereka butuhkan untuk kepentingan perdagangan dan pertanian, sehingga mereka akan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menanam dan berdagang. Pembagian waktu yang telah mereka lakukan adalah membagi satu hari menjadi 24 jam, satu bulan terdiri atas 30 hari, dan satu tahun terdiri dari 12 bulan sama dengan 354 hari.

Daerah ini juga merupakan lalu lintas perdagangan yang strategis antara Laut Tengah dan Sungai Shindu. Dengan demikian aktivitas perdagangan di Mesopotamia sangat ramai. Begitu pula sistem pertanian dijalankan dengan baik dan sudah terdapat irigasi yang teratur, hasil utamanya yaitu gandum dan kapas.

Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut:
  • Bangsa Ubaidian 5000 – 4500 SM
  • Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM
  • Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000 SM
  • Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM
  • Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM
  • Bangsa Guti 2200 – 2100 SM
  • Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM
  • Bangsa Hittit 1600 – 1300 SM
  • Bangsa Asyria 1300 – 612 SM
  • Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612 – 500 SM
  • Bangsa Persia 500 – 326 SM
  • Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 – 323 SM

Pada masa ini diberlakukan undang-undang yang dikenal dengan sebutan Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi).

Peradaban Mesopotamia pada akhirnya beralih kepada Islam setelah jatuhnya Persia ke tangan kaum muslim Arab. Menurut Lothrop Stoddard, akan terbentuk dunia baru yaitu dunia Islam. Ada tiga faktor yang mendukung terciptanya dunia baru Islam, di antaranya sebagai berikut:
  • Situasi umum di kawasan Asia Barat Daya ada dua negara besar yang bertikai, yaitu Kekaisaran Byzantium (Romawi Timur) dan Kesultanan Persia (Dinasti Sasanid). Kedua negara besar tersebut memperebutkan wilayah Levannt dan Bulan Sabit. Karena pertikaian tersebut dua rakyat menjadi korban politik sehingga menyebabkan kerajaan masing-masing menjadi lemah.
  • Dekadensi (kemunduran) dalam masalah keagamaan. Banyak agama yang banyak disimpan patung-patung berhala. Hal tersebut menyebabkan menyimpang dan muncul kembali pemujaan terhadap berhala. Di Ka’bah masyarakat pada umumnya kehilangan pegangan.
  • Hakikat dari agama Islam itu sendiri.


Peradaban Romawi

Peradaban Romawi terletak di negara Italia sekarang yaitu sebuah negara yang menjulur ke Laut Tengah. Peradaban romawi berada pada suatu jazirah, yaitu Jazirah Apenia. Jazirah ini seperti sebuah kaki yang sedang menyepak bola, bolanya adalah pulau Sisilia. Di lembah sungai Tiber berdiam bangsa lain. Lembah itu merupakan daerah subur yang terletak di antara tujuh buah bukit. Diperkirakan kota Roma didirikan pada tahun 750 SM. Roma adalah sebuah negara kota berbentuk republik. Warga Roma dibagi dua golongan:
  • Golongan warga tertua yang menjadi penduduk Roma disebut golongan Patrisia. Mereka memegang kekuasaan dalam pemerintahan kota.
  • Golongan warga Roma pendatang disebut golongan Plebea.

Bangsa Romawi kuno percaya kepada banyak dewa (polytheisme). Penyembahan kepada dewa-dewa berlangsung seperti penyembahan dewa-dewa Yunani, hanya namanya diganti, misalnya Zeus jadi Yupiter, Aphrodite menjadi Venus, Aries menjadi Mars, Poseidon menjadi Neptunus, dan lain-lain.

Kehidupan bangsa Romawi dari hasil pertanian. Tanahnya berupa pegunungan Aeonia, daerah dataran rendah yang sempit yang terletak di sepanjang sungai. Pada abad 8 SM dikuasai bangsa Estruka dan terjadi percampuran darah dengan bangsa pendatang tersebut. Para pendatang ini lalu mendirikan polis-polis, di antaranya yang terkenal adalah Roma. Peradaban Romawi di bedakan menjadi tiga zaman, yaitu:

1. Zaman Kerajaan

Pemerintahan dipegang oleh seorang raja yang mempunyai kekuasaan absolut. Raja merangkap sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan kepala agama. Raja bersama-sama senat membentuk undang-undang. Senat beranggotakan 300 orang yang terdiri atas kaum bangsawan dan rakyat biasa.

2. Zaman Republik

Pemerintahan dipegang oleh seorang konsul yang berasal dari golongan bangsawan untuk masa jabatan dua tahun. Ada empat orang anggota dewan yang mempunyai hak veto yang disebut Tribune plebis, kelompok ini dapat membatalkan keputusan. Urusan agama dipegang oleh badan tingkat pusat yang disebut Pontifex maximus.

Republik Roma meluaskan wilayahnya ke seluruh kawasan Italia, Yunani, dan Asia Kecil. Daerah Galia (Prancis) menjadi wilayahnya juga, akan tetapi lautnya masih dikuasai oleh orang-orang Funisia yang berkedudukan di Karthago. Hal ini menimbulkan pertentangan antara Romawi dengan Funisia. Perang pertama terjadi pada tahun 264–241 SM, Karthago dapat dikalahkan. Perang kedua terjadi pada tahun 218–201 SM. Karthago di bawah pimpinan Hanibal berhasil menduduki Italia Selatan. Tetapi pada tahun 146 SM Karthago dapat dihancurkan pasukan Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus. Dengan demikian, wilayah Romawi sangat luas yang meliputi seluruh daerah di sekitar Laut Tengah, Spanyol, Prancis, Inggris Selatan, Eropa Barat dan Tenggara, Asia Kecil, Timur Tengah, Arab, Mesir, dan Afrika Utara.

3. Zaman Kekaisaran

Perebutan kekuasaan antara senat dengan panglima perang sering terjadi. Pada tahun 44 SM kekuasaan jatuh ke tangan tiga serangkai, yaitu Pompeyus, Crasus, dan Julius Caesar. Mereka terkenal dengan sebutan Triumvirat I. Mereka berhasil mengatasi keadaan, tetapi setelah Julius Caesar terbunuh, muncul lagi kekacauan. Pada tahun 43 SM muncul Triumvirat II, yaitu Anthonius, Lepidus, dan Octavianus. Triumvirat II berhasil merebut kekuasaan. Daerahnya dibagibagi; Anthonius mendapat Asia Kecil dan Mesir, Lepidus mendapat Afrika Utara, dan Octavianus mendapat Yunani hingga Spanyol. Karena saling curiga, timbul perpecahan. Dalam perang saudara ini Octavianus muncul sebagai pemenang. Sejak itu Romawi berubah menjadi kekaisaran.

Selain menjabat sebagai kaisar, Octavianus merangkap sebagai panglima tertinggi dan kepala agama. Ia dianggap sebagai keturunan dewa sehingga diberi gelar Augustus yang artinya yang amat mulia. Kaisar-kaisar penggantinya, yaitu Vespasianus, Handrianus, Anthonius, Markus Aurelius. Pada masa kaisar Konstantinus ibu kota Romawi dipindahkan ke Byzantium yang kemudian disebut Konstantinopel. Untuk menghindari perpecahan pada tahun 395 M, kaisar Theodosius membagi Romawi menjadi dua, yaitu Romawi Barat ibu kotanya di Roma dan Romawi Timur ibu kotanya di Konstantinopel.


Peradaban Yunani

Yunani terletak di ujung selatan jazirah Balkan yang menjorok ke Laut Tengah. Bentuknya menyerupai jari-jari tangan yang dijulurkan ke Laut Tengah, hal ini disebabkan tanah tersebut terdiri atas ujung-ujung tanah yang menjulur ke laut dan teluk di antaranya yang menjorok ke darat. Suku bangsa Yunani terdiri atas suku bangsa Doria, Aeolia, Acholia, dan Ionia. Di antara keempat suku bangsa ini, bangsa Ionia yang paling maju. Dari nama Ionia inilah lahir nama Yunani.

Peradaban Yunani lahir di lingkungan geografis yang sebenarnya tidak mendukung. Tanah Yunani tidak seperti Mesopotamia, Huang Ho, ataupun Mesir yang subur. Yunan merupakan tanah yang kering, dengan banyak benteng alam yang kuat berupa jurang-jurang yang terjal, gunung-gunung yang tinggi, serta pantai-pantai yang curam dan terjal. Hujan sangat jarang turun di Yunani. Namun karena terletak di daerah Laut Tengah, maka iklim mediterania yang sejuk sangat mendominasi wilayah Yunani. Masyarakat Yunani bisa menanam tanaman khas Laut Tengah seperti zaitun dan anggur.

Secara umum perkembangan Yunani dapat dibagi menjadi 4 periode, yaitu sebagai berikut:
  • Fase pembentukan negara-negara kota (Polis) yang berlangsung antara 1000-800 SM.
  • Fase ekspansi negara-negara kota atau fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani ke arah barat sampai ke Italia Selatan, sedangkan ke arah Timur sampai ke Asia Kecil (Troya)
  • Masa kejayaan polis-polis Yunani (600-400SM)
  • Masa Keruntuhan Yunani (400-300 SM), tetapi kebudayaan Yunani berkembang di luar daerah Yunani itu sendiri.

Menurut ahli anthropolog, bangsa Yunani berasal dari bangsa Indo-Jerman. Nenek moyang bangsa Yunani yaitu bangsa Ionia, Helen, Akea, dan Yonia. Bangsa Yunani terdiri atas beberapa suku, yaitu suku Epirot, Ionia, Goria, Spharta. Masyarakat Yunani umumnya bermata pencaharian sebagai pedagang dan bertani.

Di bawah ini merupakan polis-polis yang hidup pada Zaman Yunani Kuno antara lain sebagai berikut:

1. Athena

Athena merupakan Polis yang menerapkan sistem Demokrasi. Sistem itu diperkenalkan oleh Solon (638 SM-559 SM). Dengan sistem itu, kekuasaan berada di tangan dewan rakyat. Pelaksanaan pemerintahan dilakukan oleh sembilan orang Archon yang setiap tahun diganti. Para Archon diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung) yang para anggotanya berasal dari mantan anggota Archon. Athena banyak menghasilkan para filosof yang pemikirannya sangat berpengaruh pada kehidupan manusia hingga dewasa ini. Para Filosof itu antara lain sebagai berikut:
  • Tahles. Dia terkenal sebagai ahli matematika dan astronomi. Thales dikenal dengan perhitungannya tentang gerhana, menghitung ketinggian piramida dan menghitung bayangannya. Selain itu Thales berpendapat bahwa bumi ini berasal dari air.
  • Anaximander. Dia berpendapat bahwa segala apa yang ada di dunia ini berasal dari bahan tunggal yang bukan air. Selain itu, Anaximander berpendapat bahwa bumi itu seperti silinder yang mempunyai ukuran lebih kecil daripada matahari.
  • Anaximenes. Dia berpendapat bahwa bahan pembentuk alam adalah udara.
  • Pytagoras. Dia terkenal sebagai ahli matematika, dia percaya bahwa segala sesuatu itu pada aturannya menurut bilangan tertentu. Sehubungan dengan hal itu, Pytagoras berpendapat bahwa melalui pengetahuan tentang bilangan, kita akan memahami tentang kenyataan.
  • Heraclitus. Dia adalah seorang filosof mengembangkan pemikiran tentang logika.
  • Parmenindes. Filosof ini mengemukakan pentingnya logika dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
  • Hippocartus. Dia adalah seorang filosof yang ahli dalam bidang kedokteran.
  • Socrates. Filosof ini mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa manusia dan lingkungannya merupakan subjek untuk mendapatkan pengetahuan tentang kebenaran.
  • Plato. Filosof ini berpendapat bahwa orang bisa berperilaku baik jika ia telah mempunyai persepsi perilaku apa yang disebut baik dan jahat. Plato juga berpendapat bahwa sumber kekuasaan adalah pengetahuan
  • Aristoteles. Filosof ini mengembangkan ajaran tentang politik dan etika.

Menurut Aritoteles, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama yang harus diakui. Kebahagian menurut Aristoteles adalah terpenuhinya semua kebutuhan kita. Di bidang logika, Aristoteles mengembangkan silogisme.

Lahirnya tradisi intelektual dari bangsa Yunani disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:
  • Faktor Geografis dari Yunani bergunung-gunung dan tidak subur. Hal ini memacu para penduduknya untuk berpikir dan berkreasi agar mampu bertahan hidup.
  • Orang Yunani membangun hubungan dengan bangsa-bangsa lain seperti Mesir, Babylonia, dan yang lainnya, sehingga terjadi tukar-menukar pengetahuan
  • Penduduk Yunani memiliki hak otonomi kemerdekaan dan kemakmuran di bidang ekonomi, sehingga mereka lebih berkonsentrasi untuk menumbuhkembangkan pengetahuan.
  • Bangsa Yunani menghargai logika dan cara berpikir yang rasional.
  • Bangsa Yunani selalu terlibat aktif dalam urusan politik, ekonomi, dan sosial. Hal itu membuat mereka selalu berusaha untuk mencari pemecahan dalam setiap masalah yang muncul.

2. Spartha

Pemerintahan Spartha didasari oleh pemerintahan yang bergaya militeristik. Pola ini diperkenalkan oleh Lycurgus tahun 625 SM. Pemerintahan dipegang oleh dua orang raja, sementara pelaksana tertinggi dipegang oleh suatu dewan yang bernama Ephor yang terdiri dari lima orang. Setiap Ephor memiliki dewan tua yang berusia lebih dari 60 tahun, yang bertugas untuk mempersiapkan UU yang diajukan kepada dewan rakyat (perwakilan dari semua warga kota). Para pemuda yang terseleksi secara fisik dan mental, dijadikan tentara.

Keberadaan polis-polis di Yunani mengakibatkan mereka saling bersaing dalam memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Sehingga tidaklah mengherankan apabila di Yunani selalu terjadi peperangan di antara sesama polis-polis tersebut. Tetapi, datang tentara Persia yang akan menginvasi daerah Yunani, maka polis-polis yang ada di Yunani terutama Spharta dan Athena, bersatu untuk menghadapi Persia tersebut. Pertempuran antara Yunani dan Persia terjadi beberapa kali:
  • Perang Persia Yunani I (492 SM). Peperangan antara Yunani dan Persia tidak terjadi karena armada tempur Persia dihancurkan oleh badai dan terpaksa harus pulang kembali.
  • Perang Persia Yunani II (490 SM). Pertempuran terjadi di Marathon, pertempuran itu berhasil dimenangkan oleh bangsa Yunani. Para prajurit Yunani harus lari sepanjang 42 km antara Marathon dan Athena dalam rangka berkonsolidasi dan meminta bantuan.
  • Perang Yunani dan Persia III. Bangsa Persia datang kembali, dan pasukan Yunani menghadapinya di Termopile. Persia dapat dipukul mundur, namun Raja Spartha terbunuh dalam pertempuran itu.

Setelah peperangan antara Yunani dan Persia reda, maka muncullah politik koalisi militer yaitu Persatuan Peloponessos (Spartha dan beberapa polis lainnya) serta Persatuan Delosatika (Athena dan polis lainnya). Koalisi militer ini pada akhirnya saling berperang untuk memperebutkan hegemoni (Perang Peloponessos). Pertempuran demi pertempuran mengakibatkan polis-polis Yunani itu mengalami kelemahan, dan situasi itu dimanfaatkan oleh raja Macedonia yaitu Alexander Agung untuk menyerang. Akhirnya Alexander Agung berhasil menguasai Yunani. Namun, setelah Alexander wafat, wilayahnya terpecah-pecah menjadi beberapa didopos yaitu Yunani, Syria, dan Mesir.

Pendidikan
Album MP3
Alexa Site Stats