Bantuan Dana Penelitian Tindakan Kelas Untuk Guru Tahun 2016


Profesi guru adalah kunci dalam kualitas pendidikan di Indonesia. Guru adalah tokoh sentral dalam ekosistem pendidikan, sehingga guru menjadi fokus utama pembenahan manajemen pendidikan nasional. Guru adalah kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat, terutama melalui perannya dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dan guru harus meningkatkan kompetensinya agar menghasilkan manusia Indonesia yang berkualitas.

Salah satu upaya dari sekian banyak upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan memotivasi guru agar dapat menghasilkan sebuah karya. Karya tersebut dapat berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK yang dilakukan oleh guru sangat penting dan bermanfaat tidak hanya kepada guru yang bersangkutan, tetapi juga bermanfaat bagi sekolah, orang tua, masyarakat, dunia industri dan dunia usaha, organisasi profesi, dinas pendidikan, dan kementerian pendidikan. Kebermanfaatan PTK tersebut sangat penting adalam kontek ekosistem pendidikan dimana PTK dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi dalam basis kebijakan yang dapat menjadi bukti evidence.

Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan (Puslitjakdikbud), Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016 ini kembali mengadakan Program Bantuan PTK di tingkat satuan pendidikan yang dilakukan oleh Guru. Hasil evaluasi tahun 2015 menyimpulkan bahwa program bantuan PTK di Tingkat Satuan Pendidikan yang dilakukan Puslitjak sangat memotivasi guru dan sekaligus membuktikan bahwa guru-guru mampu menghasilkan sebuah karya yang diwujudkan dalam PTK.

"Guru mulia karena karyanya, Hanya dari guru yang terus belajar dan berkarya akan muncul generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus menerus berkontribusi pada masyarakat dan lingkungan" (Anis Baswedan).

Dasar Hukum

Pemberian bantuan pendanaan penelitian tindakan kelas kepada guru didasarkan pada:
  1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
  3. Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan juncto Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 2 Ayat (1) Pasal 19, 20, 21, 22, 23, 24 dan Pasal 26 ayat (3).
  5. Peraturan Menteri PAN Nomor 16 Tahun 2009 Tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

Tujuan

  1. Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah (SD, SMP, SMA dan SMK).
  2. Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas.
  3. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
  4. Memberikan kesempatan bagi guru untuk melakukan PTK yang sekaligus dapat dijadikan dasar memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat dalam jabatan profesional guru.

Prinsip Dasar PTK

Beberapa catatan penting yang dinyatakan sebagai prinsip dasar PTK dan merupakan hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti disarikan dari tulisan Kasihani (1999) dan Suyanto (1997) berikut ini.
  1. PTK berorientasi pada perbaikan pendidikan dengan jalan melakukan perubahan-perubahan yang dilaksanakan dalam tindakan-tindakan. Kesiapan guru untuk berubah merupakan syarat penting bila akan melakukan perbaikan.
  2. Masalah yang diangkat dalam PTK harus merupakan masalah yang memang ada, faktual, menarik, dan layak untuk diteliti. PTK sebaiknya dimulai dari hal-hal yang sederhana dan nyata. Dengan demikian siklus dimulai dengan yang kecil sehingga perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi menjadi lebih jelas.
  3. Metodologi yang digunakan dalam PTK harus tepat dan terpercaya. Bila metodologinya tepat akan memberi peluang bagi guru untuk memformulasikan hipotesis tindakan dan mengembangkan strategi yang dapat diterapkan di kelasnya. Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap persoalan yang diajukan dalam PTK.
  4. PTK merupakan proses sistematik, terukur, dan objektif yang memerlukan kemampuan dan keterampilan intelektual. Pada saat proses penelitian, maka peneliti dituntut berpikir kritis yaitu mulai menentukan masalah, perencanaan tindakan baik yang bersifat teoritik maupun praktis, kemudian dijabarkan dalam tindakan-tindakan. Sistematis artinya, setiap fenomena mempunyai keterkaitan dengan fenomena lain. Terukur artinya, setiap hasil penelitian dijelaskan dengan indikator maupun ukuran tertentu. Obyektif artinya, berdasarkan pada keadaan sesungguhnya dan tanpa intervensi subyektivitas penulis.
  5. Topik yang dikembangkan berkenaan dengan efektivitas metode mengajar yang digunakan oleh guru selama ini. Untuk guru SD adalah guru kelas, sedangkan guru SMP dan SMA adalah guru mata pelajaran, sedangkan guru SMK adalah guru kejuruan.
  6. PTK tidak hanya menyajikan kecenderungan metode mengajar guru berdasarkan pada kelas dan mata pelajaran, tetapi juga merefleksikan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai bagian dari peningkatkan profesionalisme guru.

Ketentuan

  1. Peserta dari kegiatan ini adalah semua guru SD, SMP, dan SMA/SMK negeri dan swasta dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Diutamakan pada guru yang BELUM mencapai pangkat/golongan IVB yang disertai surat dari Kepala Sekolah dan belum menerima program bantuan pelaksanaan PTK dari Puslitjakdikbud.
  3. Karya PTK belum pernah diikutsertakan dalam lomba sejenis baik secara nasional maupun internasional.
  4. Peserta yang pernah mendapatkan bantuan pendanaan dari Puslitjakdikbud dapat mengikuti kembali program ini dengan persyaratan topik usulan yang diajukan berbeda dari tahun sebelumnya.
  5. Jika status guru dalam pelaksanaan penelitian sebelumnya adalah guru sekolah yang menjadi objek penelitian dan kemudian dipromosikan/dimutasikan ke sekolah lain ataupun menjadi status lain selain guru (misalnya: pindah sekolah atau menjadi kepala sekolah), maka untuk selanjutnya dalam pertanggungjawaban baik penyelesaian hasil penelitian, seminar dan administrasi akhir, adalah tetap guru yang bersangkutan yang telah menerima pendanaan program bantuan penulisan PTK dari Puslitjakdikbud.
  6. Peserta yang tidak berhasil memenuhi luaran (output) yang dijanjikan pada proposal akan dikenai sanksi, yaitu harus mengembalikan seluruh biaya yang telah diterima, dan yang bersangkutan tidak akan diikutsertakan lagi dalam kegiatan Puslitjakdikbud.
  7. Jika peserta yang telah diterima usulan penelitiannya oleh Puslitjakdikbud, dan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya (bimbingan teknis dan seminar regional) dengan alasan diluar kemampuan yang bersangkutan (force majeur) maka peserta yang bersangkutan diminta hadir di kantor Puslitjakdikbud pada waktu tertentu atas biaya transportasi sendiri untuk mempresentasikan hasil PTKnya.
  8. Pelaksanaan PTK akan dikoordinasikan oleh Puslitjakdikbud, Balitbang, Kemendikbud.

Topik PTK

Topik PTK merupakan model pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa bernuansa quantum teaching, quantum learning, contextual learning, integrated curriculum, dan competency based curriculum yang semua berorientasi pada kepentingan siswa. Dalam hal ini topik tidak sama artinya dengan judul. Berdasarkan pada topik tersebut guru dapat mengembangkan judul-judul sepanjang tidak menyimpang dari topik tersebut.

Sistematika Penulisan Proposal PTK

Setiap guru yang akan ikut dalam kegiatan ini diharapkan mengirim proposal PTK dengan jumlah antara 15 s.d. 20 halaman, spasi 1,5 serta jenis huruf dalam pengetikan Times New Roman dengan menggunakan kertas ukuran A4 (297 x 210 mm) dengan margin kiri 3 cm, kanan 2,5 cm, atas 2,5 cm dan bawah 3 cm.

1. Lembar Cover

Memuat judul proposal (lihat ketentuan judul) dan data diri guru yang mencakup: Nama lengkap guru yang mengajukan proposal; nama, alamat dan nomor telepon sekolah; kabupaten/kota dan provinsi; alamat email pribadi dan nomor HP aktif.

2. Judul

Judul harus merefleksi dua hal: topik dan konsep yang akan diteliti dalam PTK yang akan dilakukan. Judul hendaknya singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti dan tindakan untuk mengatasi masalahnya.

Beberapa contoh judul yang mungkin dapat dibuat oleh guru berdasarkan topik tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Model pembelajaran siswa aktif dalam pembelajaran Matematika siswa kelas XII
  2. Pendekatan tematik dalam pengajaran IPS di kelas IV SD
  3. Pendekatan kontekstual dalam pengajaran IPS di kelas VI SD
  4. Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Partisipatif Pada Mata Pelajaran Sejarah Di Kelas XI IPS.2 SMA Negeri
  5. Penerapan Pendekatan Kolaboratif Murder Dalam Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Sosiologi Para Siswa Kelas XI IPS 1 SMAN

Judul-judul di atas adalah contoh, dan oleh karena itu tidak harus dijadikan judul oleh para guru.

3. Pendahuluan

Memuat unsur latar belakang masalah, data awal tentang permasalahan pentingnya masalah dipecahkan, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, serta definisi istilah (bila dianggap perlu). Latar belakang harus merefleksikan harapan dan kenyataan. Dalam latar belakang pada dasarnya membicarakan tentang kondisi atau keadaan yang menyebabkan dilakukan penelitian. Apa yang menjadi harapan dari target sekolah ataupun target pembelajaran dengan kondisi nyata yang terjadi di sekolah/kelas. Kondisi atau keadaan tersebut merupakan kesenjangan antara keadaan yang ada dengan keadaan yang diinginkan/tujuan yang akan dicapai dan atau suatu keadaan yang tidak jelas dan menimbulkan keragu-raguan.

Dalam Latar belakang, idealnya harus memuat antara lain:
  • Target sekolah (visi-misi sekolah) yang akan dicapai.
  • Penyataan-pernyataan tentang kondisi pencapaian target sekolah atau target pembelajaran dikelas (ketercapaian dan ketidaktercapaian)
  • Permasalahan-permasalahan yang terjadi dikelas, baik masalah dengan siswa maupun dengan guru yang bersangkutan dalam proses belajar mengajar.

Pemilihan dan penetapan masalah PTK harus digali atau didiagnosis secara kolaboratif dan sistematis oleh guru dari masalah yang nyata dihadapi guru dan/atau siswa di sekolah. Masalah penelitian bukan dihasilkan dari kajian teoretik atau dari hasil penelitian terdahulu, tetapi masalah lebih ditekankan pada permasalahan aktual pembelajaran di kelas Masalah dalam PTK dapat terjadi secara individual maupun secara kelompok dihadapi oleh guru sehingga dalam penetapan masalah penelitian harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
  1. Masalah tersebut harus menunjukkan adanya kesenjangan antara teori praktik yang dihadapi guru dalam menjalankan tugas kesehariaannya.
  2. Masalah tersebut memungkinkan untuk dicarikan alternative solusi melalui tindakan yang konkrit

4. Tujuan

Kemukakan secara singkat tujuan penelitian yang ingin dicapai dengan mendasarkan pada permasalahan yang dikemukakan. Tujuan umum dan khusus diuraikan dengan jelas, sehingga tampak keberhasilannya. Secara umum tujuan PTK dirumuskan berdasarkan harapan atau keinginan guru terhadap siswa. Perumusan tujuan memuat hal-hal untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di kelas/sekolah, merefleksikan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan masalah pembelajaran di sekolah.

5. Kerangka konsep/teori

Kerangka konsep, atau dapat juga disebut dengan kerangka teori, mempunyai dua fungsi yaitu memberikan dukungan konseptual terhadap hubungan dua variabel yang diangkat menjadi judul PTK, dan dasar konseptual untuk mengukur variabel-variabel yang dijadikan topik pada PTK. Uraikan dengan jelas kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan yang mendasari penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan teori, temuan dan bahan penelitian lain yang dipahami sebagai acuan, yang dijadikan landasan untuk menunjukkan ketepatan tentang tindakan yang akan dilakukan dalam mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan tingkat keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi.

6. Metodologi

Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Secara khusus, metode penelitian dalam PTK berbeda dengan metode penelitian pada umumnya sesuai dengan karakteristik PTK sendiri. Uraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, latar waktu dan lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dari perencanaan-tindakan-observasi/evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklis. Tunjukkan siklus-siklus kegiatan penelitian dengan menguraikan tingkat keberhasilan yang dicapai dalam satu siklus sebelum pindah ke siklus lainnya. Jumlah siklus disyaratkan lebih dari dua siklus.

7. Jadual Penelitian

Jadwal kegiatan penelitian meliputi kegiatan persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan hasil penelitian dalam bentuk bar chart. Jadwal kegiatan penelitian disusun selama 3 bulan.

8. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka yang dituliskan secara konsisten menurut misalnya model APA (American Psychological Association), MLA (Modern Language Association) atau Turabian.

9. Lampiran-lampiran (jika diperlukan).

Misalnya: data yang relevan, foto kondisi saat ini, dan sebagainya.

Prosedur Pelaksanaan Program

Pelaksanaan program PTK tingkat satuan pendidikan ini dilakukan melalui prosedur sebagai berikut:
  1. Puslitjakdikbud sebagai Panitia menyampaikan pemberitahuan adanya bantuan kegiatan program penelitian tindakan kelas pada satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh para guru.
  2. Pemberitahuan dimaksud dapat dilakukan juga oleh anggota Jaringan Penelitian daerah yang tergabung dalam Jaringan Penelitian Pendidikan (Jarlit) Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang, Kemendikbud.
  3. Guru mengajukan usulan proposal PTK kepada Puslitjakdikbud dalam bentuk hardcopy atau softcopy dan dikirimkan via email maupun via pos. Pengiriman proposal dilakukan melalui alamat email: ptkguru2016@gmail.com dengan batas waktu paling lambat tanggal 31 Januari 2016
  4. Usulan proposal PTK yang masuk ke Puslitjakdikbud akan diseleksi oleh Tim Independen.
  5. Hasil seleksi PTK akan diumumkan berdasarkan penetapan SK oleh Kepala Puslitjakdikbud.
  6. Pelaksanaan bimbingan teknis PTK akan ditetapkan oleh Puslitjakdikbud baik waktu dan tempat pelaksanaan.
  7. Pemberian bantuan pendanaan tahap pertama setelah mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan PTK.
  8. Hasil PTK diseminarkan pada dua tingkat seminar, yaitu seminar tingkat regional. Pada seminar tingkat regional seluruh peserta PTK akan diikutsertakan dalam seminar, dengan penjelasan sebagai berikut: a. Penyelenggaraan pada tingkat daerah akan dikoordinasikan oleh Puslitjakdikbud bersama dengan Jarlit Daerah, dan tempat penyelenggaraan pada kabupaten/kota akan ditentukan oleh Puslitjakdikbud, b. Seminar akan dilaksanakan di 3 region dengan mengundang Guru penerima bantuan PTK ditiap region, c. Para Guru pemapar pada seminar dimaksud, akan diberikan sertifikat yang akan ditandatangani oleh Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, dan d. Untuk dapat memaparkan laporannya, guru diwajibkan membiayai sendiri transpor dari tempat asal ke kabupaten/kota penyelenggaraan seminar, pulang pergi. Puslitjakdikbud akan membiayai akomodasi dan konsumsi selama penyelenggaraan seminar.
  9. Pemberian bantuan pendanaan tahap kedua/akhir setelah seminar dan laporan hasil diserahkan kepada Puslitjak.

Seleksi

Usulan PTK akan diseleksi secara ketat oleh Tim Independen yang ditunjuk berdasarkan SK Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang, Kemendikbud. Kriteria evaluasi terhadap usulan penelitian PTK mencakup kriteria akademis dan kebermanfaatan.
  1. Kriteria akademis didasarkan perumusan dan keterkaitan antara latar belakang, tujuan, kerangka konsep, dan metodologi.
  2. Kemanfaatan Hasil Penelitian (terutama: potensi untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas isi, proses, masukan, atau hasil pembelajaran dan/atau pendidikan).
  3. Kegiatan Pendukung (terutama: jadwal penelitian, sarana pendukung pembelajaran masing-masing sekolah.
  4. Prosedur Penelitian (terutama: prosedur diagnosis masalah, perencanaan tindakan, prosedur pelaksanaan tindakan, prosedur observasi dan evaluasi, prosedur refleksi hasil penelitian).

Dukungan Pendanaan

Puslitjakdikbud, Balitbang, Kemendikbud akan memberikan dukungan pendanaan untuk penyusunan penulisan hasil PTK kepada guru. Besarnya pendanaan yang diberikan kepada guru ditetapkan sebesar Rp.8.000.000,00 (delapan juta rupiah) kepada setiap peserta yang dinyatakan diterima. Jumlah tersebut BUKAN termasuk biaya perjalanan dalam rangka bimbingan teknis dan seminar.

Pencairan dana bantuan akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama sebesar 60% dari jumlah keseluruhan setelah pelaksanaan bimbingan teknis. Pencairan tahap kedua yang merupakan sisanya sebesar 40% diberikan setelah penyerahan laporan akhir.

Pembinaan Program

  1. Puslitjakdikbud akan melakukan bimbingan teknis yang bertujuan untuk membimbing Guru dalam penyusunan laporan PTK dan KTI. Pelaksanaan pembinaan akan dilakukan secara berkelompok di salah satu kabupaten/kota yang akan ditentukan kemudian oleh Puslitjakdikbud.
  2. Bimbingan Teknis dilakukan dengan mengundang guru penerima bantuan PTK pada tiap region. Puslitjakdikbud akan menanggung seluruh transportasi, akomodasi dan konsumsi selama berlangsungnya bimbingan teknis.

Pelaporan

Di samping menyajikan hasil PTK pada seminar, setiap guru yang terpilih melaksanakan PTK diwajibkan menulis laporan PTK dan menuliskan hasil PTK tersebut dalam bentuk artikel. Artikel PTK yang terseleksi akan diterbitkan pada jurnal Puslitjakdikbud secara berkala dan pada buku bunga rampai. Buku bunga rampai ini akan dikirim ke berbagai kabupaten/kota sehingga hasil PTK ini dapat dimanfaatkan oleh guru lainnya.

Tindak Lanjut Program

Laporan PTK satuan pendidikan yang telah dipaparkan pada seminar dan telah memenuhi kaidah karya tulis ilmiah akan diterbitkan dalam:
a. Jurnal. Jurnal ini dikelola oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan yang akan diterbitkan secara berkala. Untuk dapat dimuat dalam jurnal tersebut maka guru harus menulis ulang laporan tersebut dalam bentuk artikel, sesuai dengan sistematika jurnal yang dimaksud.
b. Buku bunga rampai. Buku bunga rampai akan didistribusikan ke kabupaten/kota oleh Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dapat dijadikan inspirasi bagi guru lainnya.

Artikel yang akan dimuat dalam jurnal maupun buku bunga rampai akan melalui suatu proses seleksi dimana panitia seleksi akan ditetapkan oleh Kepala Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan.

Jadual Pelaksanaan Program

  1. Pemberitahuan dan pengiriman informasi (Panduan) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) > Desember 2015
  2. Penerimaan Proposal PTK dan kelengkapan administrasi dalam bentuk hardcopy dan softcopy > Januari 2016
  3. Seleksi proposal dan Pengumuman Hasil Seleksi > Februari 2016 (minggu 2)
  4. Bimbingan Teknis persiapan pelaksanaan PTK > Maret-April 2016 *)
  5. Pencairan dana tahap awal (60%) > April 2016 *)
  6. Pelaksanaan PTK > April – Juli 2016
  7. Monitoring dan Pemberian Bantuan Teknis > Mei – Juli 2016 *)
  8. Seminar hasil PTK > Agustus 2016 *)
  9. Penyerahan laporan hasil PTK berdasarkan hasil seminar > akhir September 2016
  10. Pencairan dana tahap akhir (setelah seminar dan laporan diserahkan) > Oktober 2016 *)

Catatan: *) Jadual tersebut bisa berubah tergantung dari perubahan-perubahan dalam kebijakan Puslitjakdikbud.

Ketentuan Lain-lain

  1. Puslitjakdikbud beserta jajarannya, tidak memungut biaya apapun untuk proses penetapan dan pencairan dana bantuan program PTK tingkat satuan pendidikan.
  2. Apabila terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program, termasuk penggunaan dana program, sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru.
  3. Guru bertanggungjawab atas biaya-biaya yang timbul sebagai akibat pengajuan proposal seperti biaya administrasi/materai, pembuatan, penggandaan, dan/atau pengiriman proposal.

Untuk konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut, dapat menghubungi Tim Pengelola Program PTK satuan pendidikan melalui email : ptkguru2016@gmail.com

Puslitjakdikbud Balitbang Kemendikbud
Gedung E, Lantai 19, Jalan Jenderal Sudirman-Senayan, Jakarta 10270
Tel. : (021) 579-00404,573-6365, 571-3827; Faks: (021) 579-00404,574-1664


Panduan Juklak Penelitian Tindakan Kelas
loading...

Informasi lain yang kami bagikan :

2 komentar:

FERDINAND WARFANDU mengatakan...

makasi tuk infonya

Khusnul Khotimah mengatakan...

Terima kasih atas infonya. Salut dan mendukung sepenuhnya program pemerintah mengenai pemberian bantuan dana Penelitian Tindakan Kelas bagi guru SD/SMP/SMA/SMK. Program ini yakin akan sangat efisien dan efektif guna menigkatkan kompetensi guru terutama dalam upaya meningkatkan prestasi siswa melalui tindakan nyata dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa di lapangan