Kuota 250.000 Sertifikasi Guru Tahun 2012 Kemungkinan Tidak Terpenuhi


Hasil sementara nilai rata-rata Uji Kompetensi Awal Sertifikasi Guru tahun 2012 tidak memuaskan. Kuota sebanyak 250.000 yang diharapkan pada sertifikasi tahun 2012 ini kemungkinan besar tidak akan terpenuhi. Hal itu disampaikan Mendikbud "M. Nuh" di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Kamis (8/3/2012) malam. Data tersebut merupakan hasil pemindaian yang baru berjalan 82 persen, diperoleh nilai rata-rata Guru Kelas SD hanya mencapai angka 35 dari 100 soal yang dikerjakan. Artinya kemampuan guru menjawab benar soal-soal UKA hanya 35 persen saja.

Berdasarkan hasil sementara, sejumlah daerah di kawasan Indonesia Timur menunjukkan nilai yang sangat rendah. Daerah-daerah tersebut di antaranya Sumba Tengah, Papua, Morotai, Barito, Mentawai dan Maluku. Sedangkan daerah-daerah yang memiliki nilai rata-rata UKA tertinggi didominasi daerah dari Pulau Jawa, yaitu Sukabumi, Pasuruan, Magelang, Surakarta, Rembang, dan Banyumas. Di luar itu, hanya Denpasar yang memiliki nilai rata-rata tertinggi dari hasil sementara UKA. Sedangkan untuk DKI Jakarta sebagai ibukota, tidak masuk dalam urutan tertinggi hasil sementara UKA. Sementara itu, menurut M. Nuh, guru IPA/IPS rata-rata nilainya hanya 46.

Sebagaimana diketahui bahwa ribuan guru telah mengikuti Uji Kompetensi Awal (UKA) pada tanggal 25 Februari 2012 lalu. Sebanyak 282.265 Guru dan Pengawas Sekolah ikut bersaing untuk masuk dalam 250.000 guru yang akan disertifikasi tahun 2012 ini. Namun melihat hasil sementara, kemungkinan guru tidak mampu memenuhi kuota 250.000 itu.

Menurut beberapa orang teman guru yang ikut Uji Kompetensi Awal tersebut menyatakan bahwa sebenarnya mereka tidak cukup waktu menjawab semua soal. Dari 100 butir soal yang diberikan hanya disediakan waktu selama 120 menit. Ini berarti rata-rata guru harus mampu menjawab satu soal dalam satu menit, jika pengisian data 20 menit. Menjawab satu soal dalam satu menit sangat tidak cukup waktu karena banyak soal yang terlalu panjang dan memerlukan pemahaman untuk bisa menjawabnya. Akhirnya ada guru melakukan tebak jawab yang dikenal dengan “tembak jitu” karena mereka hanya memilih salah satu dari pilihan jawaban A, B, C, atau D. Jika sudah begini hasil UKA tersebut boleh dikatakan hasil tebak-tebakan dan tentu saja tidak bisa dijadikan sebagai cerminan kualitas guru yang sebenarnya. Banyak guru senior yang telah mengabdi puluhan tahun dan telah berhasil mendidik siswanya, namun mereka kesulitan juga menjawab soal-soal UKA dan tentu saja nilai yang diperolehnya tidak memuaskan. Tetapi saya yakin, kualitas soal-soal UKA tersebut sudah memehuhi Standar Nasional.

Setelah mengikuti UKA tanggal 25 Februari 2012 lalu, banyak guru yang merasa pesimis dan cemas tidak akan lulus. Namun untuk menjawab kecemasan itu, tunggu saja pengumuman resmi hasil Uji Kompetensi Awal tersebut yang menurut rencana akan dipublikasikan tanggal 18 Maret 2012 mendatang. Semoga Bapak dan Ibu guru berhasil lulus sehingga punya kesempatan untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG).

Sumber : edukasi.kompas.com
loading...

Informasi lain yang kami bagikan :

0 komentar: