25 Nabi Atau Rasul Yang Wajib Diketahui


Tahukah anda perbedaan antara Nabi dan Rasul? Dapat diartikan bahwa Nabi adalah manusia pilihan yang mendapat wahyu dari Allah SWT tetapi tidak berkewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya, sedangkan Rasul adalah manusia pilihan yang mendapat wahyu dari Allah SWT dan berkewajiban untuk menyampaikan kepada umatnya. Rasul lebih khusus daripada Nabi, setiap rasul adalah Nabi dan tidak setiap Nabi adalah Rasul.

Tentang jumlah Nabi dan Rasul sangatlah banyak dan bahkan para ulama berpendapat sampai ribuan orang. Dari sekian banyak Nabi dan Rasul, yang harus kita imani yaitu hanya 25 Nabi atau Rasul. Ini merupakan salah satu dari Rukun Iman, yaitu Rukun Iman keempat yang berbunyi: “Iman kepada rasul-rasul Allah” artinya: mencontoh perjuangan para Nabi dan Rasul dalam menyebarkan dan menegakkan kebenaran yang disertai kesabaran.

Berikut adalah 25 Nabi atau Rasul yang wajib diketahui terutama umat Islam:

  1. Nabi Adam AS.
  2. Nabi Idris AS.
  3. Nabi Nuh AS.
  4. Nabi Hud AS.
  5. Nabi Soleh AS.
  6. Nabi Ibrahim AS.
  7. Nabi Luth AS.
  8. Nabi Ismail AS.
  9. Nabi Ishak AS.
  10. Nabi Yakub AS.
  11. Nabi Yusuf AS.
  12. Nabi Ayub AS.
  13. Nabi Sueb AS.
  14. Nabi Musa AS.
  15. Nabi Harun AS.
  16. Nabi Zulkifli AS.
  17. Nabi Daud AS.
  18. Nabi Sulaiman AS.
  19. Nabi Ilyas AS.
  20. Nabi Ilyasa AS.
  21. Nabi Yunus AS.
  22. Nabi Zakaria AS.
  23. Nabi Yahya AS.
  24. Nabi Isa AS. dan
  25. Nabi Muhammad SAW.

Dari 25 Nabi dan Rasul di atas ada yang mendapat julukan Ulul 'Azmi. Ulul 'Azmi adalah gelar yang diberikan kepada para Rasul yang memiliki kedudukan tinggi/istimewa karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran agama. Ada 5 Nabi yang mendapatkan julukan ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an Surah Al-Ahqaaf, ayat 35 dan Asy-Syuraa ayat 13. Berikut Rasul Ulul 'Azmi:

  1. Nabi Nuh AS.
  2. Nabi Ibrahim AS.
  3. Nabi Musa AS.
  4. Nabi Isa AS. dan
  5. Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW merupakan Nabi yang terakhir atau Nabi akhir zaman untuk seluruh umat manusia di dunia. Ini berarti tidak akan ada lagi Nabi setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Seandainya suatu saat nanti ada orang yang mengaku dirinya Nabi, berati itu adalah Nabi Palsu.
loading...

Informasi lain yang kami bagikan :

0 komentar: