Posting Terbaru

Lavendya – Satitiak Aia Cinto (Album MP3 dan Lirik)

Mengenal Hangeul dan Kosakata Bahasa Korea Lazim Sehari-hari

Huruf Korea disebut Hangeul ditulis 한글. Hangeul menurut sejarah diciptakan oleh Raja Sejong. Sepintas Hangeul mempunyai kemiripan dengan huruf Kanji (China), namun jika diperhatikan dengan seksama sebetulnya tidak sama. Berdasarkan pengalaman, hangeul lebih mudah dipelajari daripada huruf China (Kanji).

Bagi anda yang ingin dan sedang belajar bahasa korea, berikut pengenalan hangeul huruf vokal dasar hangeul, huruf vokal rangkap hangeul, huruf konsonan dasar hangeul, huruf vokal konsonan rangkap hangeul, cara penulisan dan membaca hangeul, contoh kosakata bahasa halus, contoh kosakata bersifat akrab/kasar, dan 100 kosakata bahasa korea lazim sehari-hari.

Mengenal Huruf Vokal Dasar Hangeul

Huruf Korea vokal dasar terdiri dari 10 huruf. Berikut adalah huruf-huruf Korea vokal dasar dan cara membacanya:

  1. Huruf vokal 아 dibaca a
  2. Huruf vokal 야 dibaca ya
  3. Huruf vokal 어 dibaca eo/o
  4. Huruf vokal 여 dibaca yeo
  5. Huruf vokal 오 dibaca o
  6. Huruf vokal 요 dibaca yo
  7. Huruf vokal 우 dibaca u
  8. Huruf vokal 유 dibaca yu
  9. Huruf vokal 으 dibaca eu/u
  10. Huruf vokal 이 dibaca i

Mengenal Huruf Vokal Rangkap Hangeul

Berdasarkan vokal dikembangkan lagi menjadi vokal rangkap. Berikut huruf Korea vokal rangkap yang terdiri dari 11 huruf gabungan dari vokal dasar:

  1. Huruf vokal rangkap 애 bunyi ae/e dan proses 아 + 이
  2. Huruf vokal rangkap 얘 bunyi yae/ye dan proses 야 + 이
  3. Huruf vokal rangkap 에 bunyi e dan proses 어 + 이
  4. Huruf vokal rangkap 예 bunyi ye dan proses 여 + 이
  5. Huruf vokal rangkap 외 bunyi oe dan proses 오 + 이
  6. Huruf vokal rangkap 와 bunyi wa dan proses 오 + 아
  7. Huruf vokal rangkap 왜 bunyi wae/we dan proses 오 + 애
  8. Huruf vokal rangkap 워 bunyi wo dan proses 우 + 어
  9. Huruf vokal rangkap 웨 bunyi we dan proses 우 + 에
  10. Huruf vokal rangkap 위 bunyi wi dan proses 우 + 이
  11. Huruf vokal rangkap 의 bunyi eui/ui dan proses 으 + 이

Mengenal Huruf Konsonan Dasar Hangeul

Huruf Korea konsonan dasar terdiri dari 14 huruf. Berikut adalah huruf Korea konsonan dasar dan cara membacanya:

  1. Huruf konsonan ㄱ nama kiyeok, bunyi awal k/g, bunyi tengah g, dan bunyi akhir k
  2. Huruf konsonan ㄴ nama nieun, bunyi awal n, bunyi tengah n, dan bunyi akhir n
  3. Huruf konsonan ㄷ nama tigeut, bunyi awal t/d, bunyi tengah d, dan bunyi akhir t
  4. Huruf konsonan ㄹ nama rieul, bunyi awal r/l, bunyi tengah r/l, dan bunyi akhir l
  5. Huruf konsonan ㅁ nama mieum, bunyi awal m, bunyi tengah m, dan bunyi akhir m
  6. Huruf konsonan ㅂ nama pieup, bunyi awal p/b, bunyi tengah b, dan bunyi akhir p
  7. Huruf konsonan ㅅ nama siot, bunyi awal s, bunyi tengah s, dan bunyi akhir t
  8. Huruf konsonan ㅇ nama ieung, bunyi awal -, bunyi tengah -, dan bunyi akhir ng
  9. Huruf konsonan ㅈ nama chieut, bunyi awal ch, bunyi tengah j, dan bunyi akhir t
  10. Huruf konsonan ㅊ nama ch’ieut, bunyi awal ch, bunyi tengah ch, dan bunyi akhir t
  11. Huruf konsonan ㅋ nama khieuk, bunyi awal kh bunyi tengah kh, dan bunyi akhir k
  12. Huruf konsonan ㅌ nama thieut, bunyi awal th, bunyi tengah th, dan bunyi akhir t
  13. Huruf konsonan ㅍ nama phieup, bunyi awal ph, bunyi tengah ph, dan bunyi akhir p
  14. Huruf konsonan ㅎ nama hieut, bunyi awal h, bunyi tengah h, dan bunyi akhir t

Mengenal Huruf Vokal Konsonan Rangkap Hangeul

Berdasarkan konsonan dasar kemudian dikembangkan lagi menjadi konsonan rangkap. Berikut huruf Korea konsona rangkap yang terdiri dari 5 huruf gabungan dari konsonan dasar:

  1. Huruf konsonan rangkap ㄲ bunyi awal kk, bunyi tengah kk, dan bunyi akhir k
  2. Huruf konsonan rangkap ㄸ bunyi awal tt, bunyi tengah tt, dan bunyi akhir -
  3. Huruf konsonan rangkap ㅃ bunyi awal pp, bunyi tengah pp, dan bunyi akhir -
  4. Huruf konsonan rangkap ㅆ bunyi awal ss, bunyi tengah ss, dan bunyi akhir t
  5. Huruf konsonan rangkap ㅉ bunyi awal cc, bunyi tengah cc, dan bunyi akhir -

Cara Penulisan dan Membaca Hangeul

Cara penulisan huruf Korea adalah berdasarkan persuku kata. Kosakata bahasa Korea terdiri dari suku kata atau bahkan terdiri dari gabungan beberapa suku kata. Selanjutnya dari suku kata bisa dipotong menjadi suku kata Konsonan dan Vokal (KV) atau Konsonan, Vokal, Konsonan (KVK).

Jika penerapan huruf Korea vokal yang berdiri sendiri penulisannya, maka huruf ㅇ masih berfungsi. Artinya huruf ㅇ tidak dihilangkan. Kecuali jika huruf vokal digabungkan dengan huruf konsonan maka huruf ㅇ dihilangkan. Contoh: 우유 dibaca ‘uyu’ artinya ‘susu’

Selanjutnya didalam huruf Korea, terdapat 4 pola dasar penggabungan vokal dan konsonan yang harus dipahami.

  • Pertama adalah jika Konsonan bergabung dengan Vokal vertikal, maka berpola susun kesamping. Contoh: 다리미 dibaca ‘tarimi’ artinya ‘setrika’
  • Kedua jika Konsonan bergabung dengan Vokal horizontal maka berpola susun kebawah. Contoh: 포도 dibaca ‘phodo’ artinya ‘anggur’
  • Ketiga jika Konsonan bergabung dengan Vokal vertikal dan ada Konsonan akhir (bachim). Contoh: 신발 dibaca ‘sinbal’ artinya ‘sepatu’
  • Keempat jika Konsonan bergabung dengan Vokal horizontal maka berpola susun tindih. Contoh: 공장 dibaca ‘kongjang’ artinya ‘pabrik’

Kosakata Hangeul Lazim Sehari-hari

Perlu diketahui bahwa Bahasa Korea terbagi dua bagian. Di Korea ada bahasa halus (높임말 = dibaca nophimmal) dan bahasa akrab/kasar (반말 = dibaca panmal). Lazimnya bahasa halus ini digunakan kepada orang yang lebih tua atau jabatannya lebih tinggi. Sedangkan bahasa akrab/kasar digunakan bagi orang-orang yang lebih muda, teman akrab dan anak buahnya. Akan tetapi walaupun lebih muda atau jabatannya lebih rendah, belum tentu kita harus menggunakan bahasa akrab/kasar. Ketika pertama kali bertemu atau orang yang tidak dikenal, sebaiknya menggunakan bahasa halus.

Contoh Kosakata Bahasa Halus

  • 안녕 하세요? dibaca “Annyeong haseyo” artinya (Apa kabar?).
  • 안녕히 계세요 dibaca “Annyeonghi kyeseyo” artinya (Selamat tinggal).
  • 안녕히 가세요 dibaca “Annyeonghi kaseyo” artinya (Selamat jalan).
  • 고맙습니다 / 감사합니다 dibaca “Komapseumnida/Kamsahamnida” artinya (Terima kasih).
  • 죄송합니다 / 미안합니다 dibaca “Choesonghamnida/Mianhamnida” artinya (Ma’af).
  • 네 dibaca “Ne” artinya (Ya).
  • 아니요 dibaca “Aniyo” artinya (Tidak/Bukan).

Contoh Kosakata Bersifat Akrab/Kasar

  • 안녕 dibaca “Annyeong” artinya (Apa kabar?).
  • 잘 있어 dibaca “Chal isseo” artinya (Selamat tinggal).
  • 잘 가 dibaca “Chal ga” artinya (Selamat jalan).
  • 고마워 dibaca “Komawo” artinya (Terima kasih).
  • 미안해 dibaca “Mianhae” artinya (Ma’af).
  • 응 dibaca “Eung” artinya (Ya).
  • 아니 dibaca “Ani” artinya (Tidak/Bukan).

Selain bersifat halus dan bersifat akrab/kasar, ada juga Bahasa Korea Formal dan Informal.

Bahasa Korea Formal adalah bahasa yang digunakan untuk saat-saat yang bersifat formal (penting atau resmi). Mungkin kalau di Indonesia, bahasa Formal itu bahasa Yang Telah Disempurnakan (EYD). Contoh Bahasa Korea Formal seperti : 고맙습니다 dibaca “komapseumnida” artinya terimakasih. Dan biasanya Bahasa Korea Formal ini selalu diakhiri dengan kata 읍니디/읍니까.

Bahasa Korea Informal adalah bahasa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari, bahasa akrab, tapi bukan bahasa kasar. Pokoknya Bahasa Korea Informal ini, kebalikan dari bahasa Formal. Contoh Bahasa Korea Informal seperti : 고마워요 dibaca “komawoyo” artinya terimakasih. Biasanya Bahasa Korea Informal selalu diakhir dengan kata 오 dan 요.

100 Kosakata Bahasa Korea Lazim Sehari-hari

Agar cepat lancar mengucapkan bahasa Korea perlu memperbanyak kosakata yang lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut 100 kosakata bahasa Korea lazim sehari-hari ini:

  1. 안녕 하십니까 ? dibaca “Annyeong hasimnikka” artinya (Apa kabar ?, Selamat pagi, Selamat siang, Selamat sore, Selamat malam) Formal.
  2. 안녕 하세요 dibaca “Annyeong haseyo” artinya (Apa kabar ?, Selamat pagi, Selamat siang, Selamat sore, Selamat malam) Informal.
  3. 안녕히 가십시오 dibaca “Annyeonghi kasipsio” artinya (Selamat jalan) Formal.
  4. 안녕히 가세요 dibaca “Annyeonghi kaseyo” artinya (Selamat jalan) Informal.
  5. 잘가요 dibaca “Chalgayo” artinya (Selamat jalan) Informal.
  6. 안녕히 계십시오 dibaca “Annyeonghi kyesipsiyo” artinya (Selamat tinggal) Formal.
  7. 안녕히 계세요 dibaca “Annyeonghi kyeseyo” artinya (Selamat tinggal) Informal.
  8. 안녕히 주무십시오 dibaca “Annyeonghi Chumusipsiyo” artinya (Selamat tidur) Formal.
  9. 안녕히 주무세요 dibaca “Annyeonghi Chumuseyo” artinya (Selamat tidur) Informal.
  10. 잘자요 chal chayo dibaca “Chal chayo” artinya (Selamat tidur) Informal.
  11. 축하합니다 ! dibaca “Chukhahamnida” artinya (Selamat !) Formal.
  12. 축하해요 ! dibaca “Chukhahaeyo” artinya (Selamat !) Informal.
  13. 생일 축합니다 dibaca “Saengil chukhahamnida” artinya (Selamat ulang tahun) Formal.
  14. 생일 축하해요 dibaca “Saengil chukhahaeyo” artinya (Selamat ulang tahun) Informal.
  15. 새해복 많이 받으세요 dibaca “Saehaebok manhi padeuseyo” artinya (Selamat tahun baru) Informal.
  16. 즐거운 휴일 보내세요 dibaca “Chulgoun hyull poneseyo” artinya (Selamat berlibur) Informal.
  17. 실례합니다 dibaca “Sillyehamnida” artinya (Permisi) Formal.
  18. 여보세요 dibaca “Yeoboseyo” artinya (Hallo/untuk telepon) Informal.
  19. 예/네 dibaca “Ye/Ne” artinya (Ya) Informal.
  20. 아니오 dibaca “Anio” artinya (Tidak) Informal.
  21. 네, 있습니다 dibaca “Ne, Isseumnida” artinya (Ya, ada) Formal.
  22. 네, 있어요 dibaca “Ne, Issoyo” artinya (Ya, ada) Informal.
  23. 아니오, 없습니다 dibaca “Aniyo, opsemnida” artinya (Tidak, tidak ada) Formal.
  24. 아니오, 없어요 dibaca “Aniyo, opsoyo” artinya (Tidak, tidak ada) Informal.
  25. 물론 입니다 dibaca “Mullon imnida” artinya (Tentu saja) Formal.
  26. 감사합니다 dibaca “Kamsahamnida” artinya (Terima kasih) Formal.
  27. 고맙습니다 dibaca “Komapseumnida” artinya (Terima kasih) Formal.
  28. 고마워요 dibaca “Komawoyo” artinya (Terima kasih) Informal.
  29. 천만에요 dibaca “Cheonmaneyo” artinya (Sama-sama) Informal.
  30. 미안합니다 dibaca “Mianhamnida” artinya (Ma’af) Formal.
  31. 미안해요 dibaca “Mianhaeyo” artinya (Ma’af) Informal.
  32. 죄송합니다 dibaca “Choesonghamnida” artinya (Mohon ma’af) Formal.
  33. 죄송해요 dibaca “Choesonghaeyo” artinya (Mohon ma’af) Informal.
  34. 괜찮습니다 dibaca “Kwenchanseumnida” artinya (Tidak apa-apa) Formal.
  35. 괜찮아요 dibaca “Kwaenchanayo” artinya (Tidak apa-apa) Informal.
  36. 알았습니다 dibaca “Arasseumnida” artinya (Sudah tahu) Formal.
  37. 알았어요 dibaca “Arassoyo” artinya (Sudah tahu) Informal.
  38. 알아요 dibaca “Arayo” artinya (Tahu atau Mengerti) Informal.
  39. 몰라요 dibaca “Mollayo” artinya (Tidak tahu atau Tidak mengerti) Informal.
  40. 아무것도 몰라요 dibaca “Amugeotdo mollayo” artinya (Sama sekali tidak tahu) Informal.
  41. 만나서 반갑습니다 dibaca “Mannaseo pangapseumnida” artinya (Senang bertemu dengan Anda) Formal.
  42. 만나서 반가워요 dibaca “Mannaseo pangawoyo” artinya (Senang bertemu dengan Anda) Informal.
  43. 어떻게 지내습니다 ? dibaca “Eoteoke chinaeseumnida ?” artinya (Bagaimana kabar Anda ?) Formal.
  44. 어떻게 지내세요 ? dibaca “Eotteoke chinaeseyo ?” artinya (Bagaimana kabar Anda ?) Informal.
  45. 잘 지내습니다 dibaca “Chal chinaeseumnida” artinya (Kabar baik) Formal.
  46. 잘 지내요 dibaca “Chal chinaeyo” artinya (Kabar baik) Informal.
  47. 안좋습니다 dibaca “Anjoseumnida” artinya (Tidak baik) Formal.
  48. 안좋아요 dibaca “Anjoayo” artinya (Tidak baik) Informal.
  49. 어서 오십시오 dibaca “Eoseo osipsio” artinya (Selamat datang, Silahkan masuk) Informal.
  50. 어서 오세요 dibaca “Eoseo oseyo” artinya (Selamat datang) Informal.
  51. 들어 오십시오 dibaca “Teureo osipsio” artinya (Silahkan masuk) Informal.
  52. 들어 오세요 dibaca “Teureo oseyo” artinya (Silahkan masuk) Informal.
  53. 또 만납시다 dibaca “Tto manapsida” artinya (Sampai bertemu lagi) Formal.
  54. 또 만나요 dibaca “Tto mannayo” artinya (Sampai bertemu lagi) Informal.
  55. 하세요 dibaca “Haseyo” artinya (Silahkan) Informal.
  56. 안돼요 dibaca “Andwaeyo” artinya (Tidak boleh atau Jangan) Informal.
  57. 하지마 ! dibaca “Hajima” artinya (Jangan !) Informal.
  58. 주세요 dibaca “Juseyo” artinya (Meminta) Informal.
  59. 빌려주세요 ? dibaca “Pillyeojuseyo” artinya (Boleh pinjam ?) Informal.
  60. 그래요 ! dibaca “Keuraeyo !” artinya (Begitu !) Informal.
  61. 위험해 ! dibaca “Wiheomhae” artinya (Bahaya !) Informal.
  62. 좋다 ! dibaca “Chotha” artinya (Bagus !) Informal.
  63. 안 좋다 ! dibaca “An chotha” artinya (Tidak bagus) Informal.
  64. 정말입니까 ? dibaca “Cheongmalimnikka” artinya (Benarkah ?) Formal.
  65. 그렇습니까 ? dibaca “Keuroseumnikka” artinya (Apa betul ?) Formal.
  66. 그래서 ? dibaca “Keuraeseo” artinya (Lantas ?) Informal.
  67. 그런데 …. dibaca “Keureonde” artinya (Ngomong-ngomong …).
  68. 게다가 …. dibaca “Kedaga” artinya (Lagipula …).
  69. 어머나 ! dibaca “Eomeona” artinya (Astaga !).
  70. 아마도 dibaca “Amado” artinya (Mungkin).
  71. 거짓말 ! dibaca “Keojitmal” artinya (Bohong !).
  72. 거짓말 하지마라 ! dibaca “Keojitmal hajimara” artinya (Jangan bohong !).
  73. 아이고 dibaca “Aigo” artinya (Aduh).
  74. 실망했어요 dibaca “Silmanghaesseoyo” artinya (Saya kecewa) Informal.
  75. 배고프다 dibaca “Paegopheuda” artinya (Perut saya lapar).
  76. 식사 하십시오 dibaca “Siksa hasipsio” artinya (Selamat makan) Informal.
  77. 식사 하세요 dibaca “Siksa haseyo” artinya (Selamat makan) Informal.
  78. 잘 먹었습니다 dibaca “Chal meogeosseumnida” artinya (Terimakasih [digunakan setelah makan]) Formal.
  79. 잘 먹었어요 dibaca “Chal meogeossoyo” artinya (Terimakasih [digunakan setelah makan]) Formal.
  80. 사람 살려 ! dibaca “Saram sallyeo” artinya (Tolong !).
  81. 기분이 좋아요 dibaca “Kibuni choayo” artinya (Perasaan saya senang) Informal.
  82. 기분이 나빠요 dibaca “Kibuni napayo” artinya (Perasaan saya tidak senang) Informal.
  83. 마음이 아파요 dibaca “Maeumi aphayo” artinya (Sakit hati) Informal.
  84. 저는 피곤헤요 dibaca “Cheoneun phigonheyo” artinya (Saya letih) Informal.
  85. 몸이 힘들어요 dibaca “Momi himdeureoyo” artinya (Badan saya capek) Informal.
  86. 저는 몸이 안좋아요 dibaca “Cheoneun momi anchoayo” artinya (Badan saya tidak enak) Informal.
  87. 형 dibaca “Hyeong” artinya (Kakak laki-laki bagi laki-laki).
  88. 오빠 dibaca “Oppa” artinya (Kakak laki-laki bagi perempuan).
  89. 누나 dibaca “Nuna” artinya (Kakak perempuan bagi laki-laki).
  90. 언니 dibaca “Eonni” artinya (Kakak perempuan bagi perempuan).
  91. 이모 dibaca “Imo” artinya (Tante).
  92. 사장님 dibaca “Sajangnim” artinya (Pak/Bu Presiden Direktur).
  93. 반장님 dibaca “Panjangnim” artinya (Pak/Bu Mandor).
  94. 다음에 술 한 잔 하자 … dibaca “Taeumme sul han jan haja” artinya (Kapan-kapan kita minum bareng ya …).
  95. 다음에 같이 밥 먹자 … dibaca “Taeumme kachi bap mokja” artinya (Kapan-kapan kita makan bareng ya …).
  96. 연락할게 … dibaca “Yeollakhalke” artinya (Akan Kabarin ya …)
  97. 시간 날 때 언제듣지 놀러 오세요 dibaca “Sigan nal tae eonjedeunji nolleo oseyo” artinya (Kalau ada waktu, kapan saja main ke rumah saya).
  98. 한턱내다 dibaca “Hantheok naeda” artinya (Traktir).
  99. 얼마나 해통하십니까 ! dibaca “Eolmana haetonghasimnikka” artinya (Turut berduka cita !).
  100. 천천히 많이 드세요 dibaca “Cheoncheoni mani deuseyo” artinya (Makanlah pelan-pelan).

Selamat belajar, semoga sukses.

Nama Provinsi dan Gubernur Awal Kemerdekaan RI

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) melantik Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pertama. Kemudian dibentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai parlemen sementara.

Dalam menjalankan pemerintahan pada awal kemerdekaan presiden Soekarno dengan persetujuan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) membentuk 8 provinsi di Indonesia. Berikut ini 8 provinsi yang disepakati pada awal kemerdekaan Indonesia beserta nama gubernurnya:


 8 Provinsi Pada Awal Kemerdekaan Republik Indonesia

  1. Provinsi Sumatera, nama Gubernur Teuku Mohammad Hasan
  2. Provinsi Jawa Barat, nama Gubernur Sutardjo Kartohadikusumo
  3. Provinsi Jawa Tengah, nama Gubernur R. Panji Surono
  4. Provinsi Jawa Timur, nama Gubernur R.M. Suryo
  5. Provinsi Sunda Kecil (Nusa Tenggara), nama Gubernur Mr. I. Gusti Ketut Puja
  6. Provinsi Maluku, nama Gubernur Mr. J. Latuharhary
  7. Provinsi Sulawesi, nama Gubernur R. G.S.S.J. Ratulangi
  8. Provinsi Kalimantan, nama Gubernur Ir. Pangeran Mohammad Noor

Adapun pembagian wilayah 8 provinsi tersebut adalah seperti gambar di bawah ini:

Peta Provinsi di Indonesia Pada Tahun 1945

Nama Provinsi dan Gubernur Awal Kemerdekaan RI

Demikianlah penjelasan saya tentang nama provinsi dan Gubernur awal kemerdekaan RI. Semoga bermanfaat.

Mengenal Bitcoin Mata Uang Virtual Termahal di Dunia

Logo BitcoinAnda tentu sudah mengenal jenis mata uang berbagai negara di dunia. Setiap negara memiliki mata uang sendiri-sendiri. Antara suatu negara dengan negara lain memiliki nilai tukar mata uang yang berbeda-beda, misalnya 1 dollar Amerika (US$1) = Rp. 13.297,00. Namun tahukah Anda, bahwa ada satu jenis mata uang virtual termahal di dunia, yaitu Bitcoin (BTC), sejenis mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Saat tulisan di publish, nilai 1 Bitcoin (BTC) = Rp. 37.128.500,00 (37 juta rupiah lebih per 1 BTC), sungguh sebuah nilai tukar yang sangat fantastis. Bayangkan jika saat ini Anda memiliki 10 BTC? Untuk mengenal Bitcoin sebagai mata uang virtual termahal di dunia, berikut ini pengertian bitcoin, penemu bitcoin, satuan bitcoin, cara mendapatkan dan menyimpan Bitcoin.


Pengertian Bitcoin

Bitcoin adalah sebuah mata uang virtual yang pertama kali dikembangkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran). Mata uang digital berfungsi seperti halnya Rupiah, Dollar, Euro, atau yang lainnya. Namun, mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Contoh mata uang digital seperti seperti eGold, tapi secara konsep cukup jauh berbeda dengan Bitcoin.

Teknologi yang dipakai Bitcoin adalah menggunakan teknologi peer-to-peer. Maksudnya, dengan teknologi peer-to-peer ini, menjadikan Bitcoin cukup unik, karena tidak memerlukan otoritas pusat atau bank sentral. Pengelolaan transaksi dan penerbitan bitcoin dilakukan secara kolektif di dalam jaringan.

Awalnya, konsep peer-to-peer ini dilandasi dengan adanya sebuah kemungkinan untuk mengirim uang digital tanpa harus dengan menggunakan perantara ketiga, ataupun juga lembaga keuangan. Selanjutnya, agar tidak terjadi transaksi ganda, menjadi solusinya adalah dengan menggunakan teknologi peer-to-peer. Setelah itu dilengkapi juga dengan memberikan Digital Signature (tanda tangan digital), dan juga penanda waktu transaksi yang tercatat dan tidak bisa dirubah dalam bentuk hash.

Bitcoin merupakan open source, yakni rancangannya bersifat umum, tidak ada seorang pun yang menjadi pemilik dan mengendalikan Bitcoin. Sehingga semua orang dapat mengambil bagian di dalamnya, termasuk juga semua orang juga bisa mengembangkan Bitcoin. Karenya sifatnya yang unik, Bitcoin memungkinkan cara-cara penggunaan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pembayaran lain sebelumnya.

Dengan Bitcoin, seseorang bisa mentransfer secara instant dengan peer to peer ke orang lain, dengan jangkauan yang lebih luas, ke mana saja, ke negara mana saja. Selain itu, biaya transfer sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan biaya transfer lembaga keuangan lainnya. Transaksi di Bitcoin, bersifat irreversible, yang berarti bahwa transaksi yang telah dilakukan tidak bisa dibatalkan. Transaksi bitcoin bersifat anonim, karena Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.


Penemu Bitcoin

Satoshi Nakamoto adalah Penemu Bitcoin. Satoshi mengembangkan Bitcoin pertama kali di tahun 2008. Namun, hingga sampai saat ini, pemilik nama tersebut masih misterius. Satoshi Nakamoto, diyakini banyak kalangan adalah sebuah nama samaran.

Pada bulan November 2008, Satoshi menerbitkan sebuah paper di Internet dengan Judul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System. Di dalam Paper asli Satoshi Nakamoto tersebut, berisikan 9 halaman tentang bagaimana Bitcoin sebagai pembayaran online yang bekerja secara peer-to-peer. Sumber dokumen asli tersebut berupa file pdf, rekaman suara, dan juga lampiran berupa screenshot email dari Satoshi Nakamoto.

Pada tahun 2009, penambangan blok Bitcoin pertama kali dilakukan oleh Satoshi Nakamoto. Penambangan blok bitcoin pertama tersebut kemudian dikenal dengan “Genesis Block”, tepatnya pada bulan Januari 2009.

Satoshi Nakamoto, aktif di dalam kalangan kriptografer. Pada akhirnya, Bitcoin juga populer komunitas kriptografer. Di bidang kriptografi, terdapat nama-nama besar kriptografer seperti Timothy C. Mei dan Cypherpunks untuk Richard Stallman, Nick Szabo dan seterusnya.

Lambat laun, Satoshi mulai menghilang. Terakhir kali, Satoshi memberikan terakhir di sebuah forum. Pasca itu, Gavin Andresen, menyampaikan pesan dari Satoshi Nakomoto, bahwa Satoshi telah pindah untuk mengerjakan hal-hal lain.

Mungkin masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa Satoshi Nakamoto adalah sosok yang nyata seperti seorang penemu lain pada umumnya. Berikut pada bahasan kali ini dalam lanjutan tentang Sejarah Bitcoin bagian terakhir, adalah untuk membahas Beberapa Petunjuk tentang Satoshi.

Nama Satoshi Nakamoto, adalah sebuah nama samaran, yang digunakan dan diadopsi oleh pencipta Bitcoin. Nama itu dikomunikasikan secara luas saat Bitcoin didengungkan pertama kali. Sedangkan, kaitan dengan identitas aslinya hingga sampai saat ini masih misterius. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah apa yang menjadi landasannya untuk memulai Bitcoin? Gagasan apa yang mempengaruhi dan memotivasi hingga menciptakan Bitcoin?

Satoshi mengatakan bahwa ia memulai membuat kode Bitcoin sejak bulan Mei 2007. Namun, ada beberapa hal yang mungkin tidak mendukung pernyataannya tersebut. Beberapa hal itu adalah, Satoshi mendaftarkan domain bitcoin.org pada bulan Agustus 2008. Sejak saat itu, Satoshi mulai mengirim email lewat email pribadinya kebeberapa orang yang mungkin dia pikir akan tertarik pada proposalnya tentang Bitcoin. Baru di bulan Oktober 2008 kemudian, secara terbuka Satoshi Nakamoto merilis whitepaper yang menggambarkan protokol Bitcoin. Setelah itu, Satoshi juga merilis kode awal Bitcoin.

Kurang lebih selama dua tahun, sejak Satoshi merilis whitepaper dan kode Bitcoin, ia rajin memberikan banyak penjelasan atas pertanyaan banyak orang, membalas email banyak orang, serta juga menanggapi perhatian orang yang tertarik terhadap gagasannya. Dari sisi pemprograman Bitcoin, ia memberikan patch untuk kode Bitcoin. Dia lantas mempertahankan sumber kode tersebut kaitannya dengan pengembang lain, dengan memperbaiki masalah yang muncul. Kemudian, pada bulan Desember 2010, ketika banyak yang mengambil alih pemeliharaan proyek Bitcoin, Satoshi berhenti berkomunikasi dengan mereka.

Tidak ada petunjuk apakah Satoshi Nakamoto adalah seorang laki-laki atau juga perempuan, namun banyak alasan juga yang menunjuk bahwa Satoshi adalah seorang laki-laki, karena nama Satoshi Nakamoto adalah nama laki-laki. Begitupun halnya dengan apakah Satoshi adalah seorang individu atau beberapa orang yang menggunakan nama yang sama?

Jika melihat dari keseluruhan interaksinya yang dilakukan secara online dengan nama tersebut, maka kita bisa membayangkan jika beberapa orang berbagi akun pengguna yang sama tentu akan saling bertentangan dengan yang lain. Begitupun dalam gaya penulisan dan juga suara yang sama yang digunakan. Hal-hal inilah yang meyakinkan bahwa kegiatan yang dilakukan seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto adalah satu individu, bukan beberapa orang.

Selain itu, dari penulisan dan patch kode yang ditulisnya bisa diketahui bahwa seseorang dengan penuh kepahaman atas struktur kode bitcoin dan semua hal yang berkaitan dengan design Bitcoin. Cukup masuk akal jika hanya satu orang yang sama yang telah menuliskan kode dasar dan juga menulis whitepaper Bitcoin. Begitu Bitcoin dirilis, Satoshi juga cepat saat memberikan atribut bantuan yang diterimanya dari kontributor lain. Satoshi mungkin akan keluar dari karakternya, jika ia memilih untuk menyesatkan sesuatu yang ia temukan sendiri jika ia pernah mendapat bantuan dari orang lain.

Mungkin sebagian dari kita terbesit sebuah pertanyaan, apa yang Satoshi tahu tentang sejarah ecash? Kita bisa melihatnya dari kutipan yang ditulisnya dalam whitepaper Bitcoin. Disitu, Satoshi mengutip beberapa referensi pada whitepapernya seperti halnya pada situs bitcoin versi awal. Satoshi memberikan beberapa kutipan paper dasar kriptografi dan juga teori probabilitas. Dia juga mengutip time-stamping yang sudah dibahas pada pembahasan sebelum ini. Semua ini menjadi cukup wajar bahwa ia mendasarkan desain rantai blok Bitcoin pada referensi yang ditautkannya, karena relevansinya memang cukup jelas.

Selain itu Satoshi juga mengutip gagasan Hashcash tentang komputasi puzzle yang cukup mirip dan digunakan dalam Bitcoin. Satoshi pun memiliki referensi tentang b-money, lantas, pada website Bitcoin, dia menambahkan referensi tentang Bitgold begitu juga dengan skema Hal Finney untuk menggunakan solusi pemecahan puzzle dalam komputansi.

Namun jika kita melihat pertukaran email yang di buat secara publik oleh orang-orang yang telah berhubungan dengan Satoshi Nakamoto saat itu, bisa dikatakan bahwa proposal pada b-money benar-benar telah ditambahkan, atas saran Adam Back. Satoshi kemudian mengirim email kepada Wei Dai yang telah menciptakan b-money, dan Wei Dai yang menceritakannya perihal Bitgold. Selanjutnya, Satoshi pun banyak berhubungan denggan Hal Finney, itu menjadi penjelasan yang masuk akal mengapa ia memberikan kutipan dari karya Finney di website.

Dari sini, cukup masuk akal jika pada saat menciptakan Bitcoin, Hashcash dan time-stamping adalah hal yang Satoshi ketahui dari sejarah ecash serta pemikiran yang relevan atas yang ia kerjakan. Setelah dia mengetahui bahwa b-money dan Bitgold, Satoshi seperti telah cukup menghargai relevansinya. Pada pertengahan tahun 2010, artikel Wikipedia tentang Bitcoin ditandai karena adanya penghapusan editor Wikipedia. Hal itu karena mereka pikir tidak begitu penting. Ada beberapa diskusi setelahnya, antara Satoshi dan orang lain tentang bagaimana kata artikel dalam Wikipedia sehingga bisa diterima. Saat itu, Satoshi menyarankan penjelasan tentang Bitcoin: “Bitcoin merupakan implementasi dari proposal b-money oleh Wei Dai di Cypherpunks tahun 1998 dan proposal Bitgold oleh Nick Szabo”. Pada poin ini, Satoshi melihat posisi Bitcoin sebagai perpanjangan dari dua gagasan tersebut, atau sebagai implementasi dari kedua sistem tersebut sebelumnya, yang menjelaskan bagaimana itu bisa bekerja.

Lantas bagaimana dengan yang lain, seperti skema Chaum dan juga proposal kartu kredit yang sebelumnya juga kita bahas? Satoshi dalam hal ini tidak memberikan indikasi yang bisa dijadikan acuan. Satoshi tidak memberikan referensi atas dua proposal ini, karena tidak relevan dengan Bitcoin. Model Bitcoin menggunakan desentralisasi yang sepenuhnya berbeda, sehingga tidak ada alasan yang bisa dipakai untuk menyertakan sebuah sistem terpusat yang telah gagal.

Satoshi juga pernah menerangkan tentang hal ini, dengan sepintas menyebutkan ecash milik Chaum dalam salah satu postingnya di forum Bitcoin. Satoshi dalam postingnya tersebut menulis sebuah usulan lain yang disebut dengan opencoin.org. Ia mencatat bahwa banyak orang akan berbicara tentang sistem lama Chaum, mungkin hal itu karena saat itu hanya itu yang tersedia. Mungkin banyak orang akan lebih tertarik pada hal yang baru.

Banyak orang yang telah mengabaikan e-currency karena kegagalannya, dan menyebabkan banyak perusahaan yang gagal sejak tahun 90-an. Berkaca dari hal itu, Satoshi merasa bahwa akan menjadi kalinya dengan mencoba desentralisasi, sistem berbasis-non kepercayaan. Hal tersebut memberikan ide yang cukup bagus atas apa yang dipikirkan Satoshi dari proposal sebelumnya, dan secara khusus bagaimana ia merasa Bitcoin berbeda. Desentralisasi pada Bitcoin ini memang menjadi ciri yang membedakannya dari hampir segala sesuatu yang sudah kita lihat sebelumnya.

Ada sebuah kutipan yang menarik dari Satoshi, kutipan tersebut menunjukkan bahwa ia mungkin bukanlah seorang akademisi. Kebanyakan peneliti akademis yang berfikir untuk menuliskan ide-ide yang ada sesegera mungkin, sebelum mereka membangun sebuah sistem. Berkaitan dengan hal itu, Satoshi mengambil langkah yang berlawanan.

I actually did Bitcoin kind of backwards. I had to write all the code before I could convince myself that I could solve every problem, then I wrote the paper. I think I will be able to release the code sooner than I could write a detailed specification.

Satoshi mengatakan, “Saya benar-benar membuat Bitcoin dengan jalan yang terbalik. Saya harus menuliskan semua kode sebelum saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa memecahkan setiap masalah, kemudian saya menuliskannya. Saya berfikir pikir saya akan mampu merilis kode lebih cepat daripada saya menuliskan rincian spesifikasinya”.

Lantas mengapa Satoshi tetap mempertahankan anonimitasnya? Ada banyak alasan yang cukup memungkinkan sebagai jawabannya. Bisa jadi bahwa Satoshi hanya bersenang-senang menggunakan nama tersebut. Karena kenyataannya, banyak juga orang yang menulis novel dengan anonim, ada juga seniman grafiti Banksy yang terlihat mempertahankan anonimitas mereka. Sedangkan pada sebuah komunitas dimana Satoshi banyak terlibat saat itu, komunitas Cypherpunk dan mailinglist kriptografi, adalah komunitas yang sudah umum bagi seseorang untuk memposting secara anonim.

Di lain hal, bisa jadi ada kekhawatiran dalam hukum yang dijadikan alasan Satoshi memilih mempertahankan anonimitasnya. Dua perusahaan Amerika, Liberty Reserve dan juga e-Gold, yang pada akhirnya ke meja hijau untuk atas dugaan pencucian uang. Salah satu pendiri Liberty Reserve melarikan diri dari Amerika di tahun 2006. Takut jika ia akan didakwa juga atas kasus pencucian uang. Sedangkan pendiri E-Gold, tinggal di amerika, terbukti dan akhirnya mengakui kesalahannya. Pengakuan bersalah ini tepat sebelum Satoshi membuat website Bitcoin, dan mengirim banyak orang lewat email tentang usulannya.

Bisa jadi, karena adanya kekhawatiran tentang aspek-aspek tertentu dari paten ecash. Sebelumnya anggota gerakan Cypherpunk juga khawatir tentang penerapan sistem ecash karena adanya paten tersebut. Bahkan, ada sebuah posting di mailinglist cypherpunk yang mengusulkan sebaiknya sekelompok coder menerapkan ecash secara anonim, sehingga jika ada orang yang menuntut, mereka tidak akan bisa melacak dan menemukannya. Meskipun akan sulit jika Bitcoin melanggar paten tersebut, mengingat perbedaan besar desainnya. Sehingga Satoshi pun mungkin berfikir untuk lebih berhati-hati, atau hanya terinspirasi saja dari ide seorang coder anonim dari komunitas cypherpunk tersebut.


Satuan Bitcoin

Perlu diketahui bahwa Satuan Bitcoin menggunakan satuan khusus. Mengetaui satuan Bitcoin diperlukan agar nantinya saat bertransaksi Bitcoin tidak terjadi kesalahan.

Satuan dalam Bitcoin:
1. Milli Bitcoin
2. Mikro Bitcoin
3. Satoshi

Berikut penjelasan masing-masing satuan yang dipergunakan di Bitcoin:

Milli bitcoin
Satu milli bitcoin bernilai satu per seribu bitcoin (0.001 bitcoin). Satu bitcoin terdiri dari seribu milli bitcoin. Milli bitcoin disingkat (mBTC) dan dibaca mi-bit.

Mikro bitcoin
Satu mikro bitcoin bernilai satu per sejuta bitcoin (0.000 001 bitcoin). Satu milli bitcoin terdiri dari seribu mikro bitcoin dan satu bitcoin terdiri dari sejuta mikro bitcoin. Mikro bitcoin disingkat (µBTC) dan dibaca yu-bit atau bits saja.

Satoshi
Ini adalah satuan terkecil bitcoin. Nama satuan ini diambil dari nama penemu Bitcoin: Satoshi Nakamoto. Satu bitcoin terdiri dari seratus juta Satoshi. Satu mikro bitcoin terdiri dari 100 Satoshi dan satu milli bitcoin terdiri dari 100 000 Satoshi. Saat tulisan ini dibuat, nilai satu satoshi hanya 5 sen Rupiah.

Jenis dan macam satuan konversi nominal Bitcoin (BTC) adalah sebagai berikut:

0.000 000 01 BTC = 1 satoshi
0.000 0001 BTC = 10 satoshi
0.000 001 BTC = 1 uBTC (micro)
0.000 01 BTC = 10 uBTC
0.0001 BTC = 100 uBTC
0.001 BTC = 1 mBTC (milli)
0.01 BTC = 10 mBTC
0.1 BTC = 100 mBTC
1 BTC = 1 BTC
10 BTC = 10 BTC
100 BTC = 100 BTC
1.000 BTC = 1 kBTC (kilo)
10.000 BTC = 10 kBTC
100.000 BTC = 100 kBTC
1.000.000 BTC = 1 MBTC (mega)
10.000.000 BTC = 10 MBTC


Cara Mendapatkan dan Menyimpan Bitcoin

Untuk menyimpan Bitcoin, Anda perlu memiliki sebuah dompet/wallet bitcoin terpercaya, dan untuk mengisi dompet Bitcoin secara gratis ada banyak tempat yang dapat di coba. Berikut ini saya rekomendasikan website tempat membuat dompet bitcoin dan website tempat untuk mengisinya.

Website Dompet/Wallet Bitcoin:

Website Pengisi Dompet/Wallet Bitcoin:

Demikianlah, semoga bermanfaat!

Pendidikan
Album MP3
Alexa Site Stats