Posting Terbaru

Mengenal Bitcoin Mata Uang Virtual Termahal di Dunia

Logo BitcoinAnda tentu sudah mengenal jenis mata uang berbagai negara di dunia. Setiap negara memiliki mata uang sendiri-sendiri. Antara suatu negara dengan negara lain memiliki nilai tukar mata uang yang berbeda-beda, misalnya 1 dollar Amerika (US$1) = Rp. 13.297,00. Namun tahukah Anda, bahwa ada satu jenis mata uang virtual termahal di dunia, yaitu Bitcoin (BTC), sejenis mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Saat tulisan di publish, nilai 1 Bitcoin (BTC) = Rp. 37.128.500,00 (37 juta rupiah lebih per 1 BTC), sungguh sebuah nilai tukar yang sangat fantastis. Bayangkan jika saat ini Anda memiliki 10 BTC? Untuk mengenal Bitcoin sebagai mata uang virtual termahal di dunia, berikut ini pengertian bitcoin, penemu bitcoin, satuan bitcoin, cara mendapatkan dan menyimpan Bitcoin.


Pengertian Bitcoin

Bitcoin adalah sebuah mata uang virtual yang pertama kali dikembangkan pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto (nama samaran). Mata uang digital berfungsi seperti halnya Rupiah, Dollar, Euro, atau yang lainnya. Namun, mata uang digital ini hanya tersedia di dunia digital. Contoh mata uang digital seperti seperti eGold, tapi secara konsep cukup jauh berbeda dengan Bitcoin.

Teknologi yang dipakai Bitcoin adalah menggunakan teknologi peer-to-peer. Maksudnya, dengan teknologi peer-to-peer ini, menjadikan Bitcoin cukup unik, karena tidak memerlukan otoritas pusat atau bank sentral. Pengelolaan transaksi dan penerbitan bitcoin dilakukan secara kolektif di dalam jaringan.

Awalnya, konsep peer-to-peer ini dilandasi dengan adanya sebuah kemungkinan untuk mengirim uang digital tanpa harus dengan menggunakan perantara ketiga, ataupun juga lembaga keuangan. Selanjutnya, agar tidak terjadi transaksi ganda, menjadi solusinya adalah dengan menggunakan teknologi peer-to-peer. Setelah itu dilengkapi juga dengan memberikan Digital Signature (tanda tangan digital), dan juga penanda waktu transaksi yang tercatat dan tidak bisa dirubah dalam bentuk hash.

Bitcoin merupakan open source, yakni rancangannya bersifat umum, tidak ada seorang pun yang menjadi pemilik dan mengendalikan Bitcoin. Sehingga semua orang dapat mengambil bagian di dalamnya, termasuk juga semua orang juga bisa mengembangkan Bitcoin. Karenya sifatnya yang unik, Bitcoin memungkinkan cara-cara penggunaan yang tidak bisa dilakukan oleh sistem pembayaran lain sebelumnya.

Dengan Bitcoin, seseorang bisa mentransfer secara instant dengan peer to peer ke orang lain, dengan jangkauan yang lebih luas, ke mana saja, ke negara mana saja. Selain itu, biaya transfer sangat kecil, jauh lebih kecil dibandingkan biaya transfer lembaga keuangan lainnya. Transaksi di Bitcoin, bersifat irreversible, yang berarti bahwa transaksi yang telah dilakukan tidak bisa dibatalkan. Transaksi bitcoin bersifat anonim, karena Bitcoin tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah apapun.


Penemu Bitcoin

Satoshi Nakamoto adalah Penemu Bitcoin. Satoshi mengembangkan Bitcoin pertama kali di tahun 2008. Namun, hingga sampai saat ini, pemilik nama tersebut masih misterius. Satoshi Nakamoto, diyakini banyak kalangan adalah sebuah nama samaran.

Pada bulan November 2008, Satoshi menerbitkan sebuah paper di Internet dengan Judul Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System. Di dalam Paper asli Satoshi Nakamoto tersebut, berisikan 9 halaman tentang bagaimana Bitcoin sebagai pembayaran online yang bekerja secara peer-to-peer. Sumber dokumen asli tersebut berupa file pdf, rekaman suara, dan juga lampiran berupa screenshot email dari Satoshi Nakamoto.

Pada tahun 2009, penambangan blok Bitcoin pertama kali dilakukan oleh Satoshi Nakamoto. Penambangan blok bitcoin pertama tersebut kemudian dikenal dengan “Genesis Block”, tepatnya pada bulan Januari 2009.

Satoshi Nakamoto, aktif di dalam kalangan kriptografer. Pada akhirnya, Bitcoin juga populer komunitas kriptografer. Di bidang kriptografi, terdapat nama-nama besar kriptografer seperti Timothy C. Mei dan Cypherpunks untuk Richard Stallman, Nick Szabo dan seterusnya.

Lambat laun, Satoshi mulai menghilang. Terakhir kali, Satoshi memberikan terakhir di sebuah forum. Pasca itu, Gavin Andresen, menyampaikan pesan dari Satoshi Nakomoto, bahwa Satoshi telah pindah untuk mengerjakan hal-hal lain.

Mungkin masih ada sebagian orang yang menganggap bahwa Satoshi Nakamoto adalah sosok yang nyata seperti seorang penemu lain pada umumnya. Berikut pada bahasan kali ini dalam lanjutan tentang Sejarah Bitcoin bagian terakhir, adalah untuk membahas Beberapa Petunjuk tentang Satoshi.

Nama Satoshi Nakamoto, adalah sebuah nama samaran, yang digunakan dan diadopsi oleh pencipta Bitcoin. Nama itu dikomunikasikan secara luas saat Bitcoin didengungkan pertama kali. Sedangkan, kaitan dengan identitas aslinya hingga sampai saat ini masih misterius. Pertanyaan yang seringkali muncul adalah apa yang menjadi landasannya untuk memulai Bitcoin? Gagasan apa yang mempengaruhi dan memotivasi hingga menciptakan Bitcoin?

Satoshi mengatakan bahwa ia memulai membuat kode Bitcoin sejak bulan Mei 2007. Namun, ada beberapa hal yang mungkin tidak mendukung pernyataannya tersebut. Beberapa hal itu adalah, Satoshi mendaftarkan domain bitcoin.org pada bulan Agustus 2008. Sejak saat itu, Satoshi mulai mengirim email lewat email pribadinya kebeberapa orang yang mungkin dia pikir akan tertarik pada proposalnya tentang Bitcoin. Baru di bulan Oktober 2008 kemudian, secara terbuka Satoshi Nakamoto merilis whitepaper yang menggambarkan protokol Bitcoin. Setelah itu, Satoshi juga merilis kode awal Bitcoin.

Kurang lebih selama dua tahun, sejak Satoshi merilis whitepaper dan kode Bitcoin, ia rajin memberikan banyak penjelasan atas pertanyaan banyak orang, membalas email banyak orang, serta juga menanggapi perhatian orang yang tertarik terhadap gagasannya. Dari sisi pemprograman Bitcoin, ia memberikan patch untuk kode Bitcoin. Dia lantas mempertahankan sumber kode tersebut kaitannya dengan pengembang lain, dengan memperbaiki masalah yang muncul. Kemudian, pada bulan Desember 2010, ketika banyak yang mengambil alih pemeliharaan proyek Bitcoin, Satoshi berhenti berkomunikasi dengan mereka.

Tidak ada petunjuk apakah Satoshi Nakamoto adalah seorang laki-laki atau juga perempuan, namun banyak alasan juga yang menunjuk bahwa Satoshi adalah seorang laki-laki, karena nama Satoshi Nakamoto adalah nama laki-laki. Begitupun halnya dengan apakah Satoshi adalah seorang individu atau beberapa orang yang menggunakan nama yang sama?

Jika melihat dari keseluruhan interaksinya yang dilakukan secara online dengan nama tersebut, maka kita bisa membayangkan jika beberapa orang berbagi akun pengguna yang sama tentu akan saling bertentangan dengan yang lain. Begitupun dalam gaya penulisan dan juga suara yang sama yang digunakan. Hal-hal inilah yang meyakinkan bahwa kegiatan yang dilakukan seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto adalah satu individu, bukan beberapa orang.

Selain itu, dari penulisan dan patch kode yang ditulisnya bisa diketahui bahwa seseorang dengan penuh kepahaman atas struktur kode bitcoin dan semua hal yang berkaitan dengan design Bitcoin. Cukup masuk akal jika hanya satu orang yang sama yang telah menuliskan kode dasar dan juga menulis whitepaper Bitcoin. Begitu Bitcoin dirilis, Satoshi juga cepat saat memberikan atribut bantuan yang diterimanya dari kontributor lain. Satoshi mungkin akan keluar dari karakternya, jika ia memilih untuk menyesatkan sesuatu yang ia temukan sendiri jika ia pernah mendapat bantuan dari orang lain.

Mungkin sebagian dari kita terbesit sebuah pertanyaan, apa yang Satoshi tahu tentang sejarah ecash? Kita bisa melihatnya dari kutipan yang ditulisnya dalam whitepaper Bitcoin. Disitu, Satoshi mengutip beberapa referensi pada whitepapernya seperti halnya pada situs bitcoin versi awal. Satoshi memberikan beberapa kutipan paper dasar kriptografi dan juga teori probabilitas. Dia juga mengutip time-stamping yang sudah dibahas pada pembahasan sebelum ini. Semua ini menjadi cukup wajar bahwa ia mendasarkan desain rantai blok Bitcoin pada referensi yang ditautkannya, karena relevansinya memang cukup jelas.

Selain itu Satoshi juga mengutip gagasan Hashcash tentang komputasi puzzle yang cukup mirip dan digunakan dalam Bitcoin. Satoshi pun memiliki referensi tentang b-money, lantas, pada website Bitcoin, dia menambahkan referensi tentang Bitgold begitu juga dengan skema Hal Finney untuk menggunakan solusi pemecahan puzzle dalam komputansi.

Namun jika kita melihat pertukaran email yang di buat secara publik oleh orang-orang yang telah berhubungan dengan Satoshi Nakamoto saat itu, bisa dikatakan bahwa proposal pada b-money benar-benar telah ditambahkan, atas saran Adam Back. Satoshi kemudian mengirim email kepada Wei Dai yang telah menciptakan b-money, dan Wei Dai yang menceritakannya perihal Bitgold. Selanjutnya, Satoshi pun banyak berhubungan denggan Hal Finney, itu menjadi penjelasan yang masuk akal mengapa ia memberikan kutipan dari karya Finney di website.

Dari sini, cukup masuk akal jika pada saat menciptakan Bitcoin, Hashcash dan time-stamping adalah hal yang Satoshi ketahui dari sejarah ecash serta pemikiran yang relevan atas yang ia kerjakan. Setelah dia mengetahui bahwa b-money dan Bitgold, Satoshi seperti telah cukup menghargai relevansinya. Pada pertengahan tahun 2010, artikel Wikipedia tentang Bitcoin ditandai karena adanya penghapusan editor Wikipedia. Hal itu karena mereka pikir tidak begitu penting. Ada beberapa diskusi setelahnya, antara Satoshi dan orang lain tentang bagaimana kata artikel dalam Wikipedia sehingga bisa diterima. Saat itu, Satoshi menyarankan penjelasan tentang Bitcoin: “Bitcoin merupakan implementasi dari proposal b-money oleh Wei Dai di Cypherpunks tahun 1998 dan proposal Bitgold oleh Nick Szabo”. Pada poin ini, Satoshi melihat posisi Bitcoin sebagai perpanjangan dari dua gagasan tersebut, atau sebagai implementasi dari kedua sistem tersebut sebelumnya, yang menjelaskan bagaimana itu bisa bekerja.

Lantas bagaimana dengan yang lain, seperti skema Chaum dan juga proposal kartu kredit yang sebelumnya juga kita bahas? Satoshi dalam hal ini tidak memberikan indikasi yang bisa dijadikan acuan. Satoshi tidak memberikan referensi atas dua proposal ini, karena tidak relevan dengan Bitcoin. Model Bitcoin menggunakan desentralisasi yang sepenuhnya berbeda, sehingga tidak ada alasan yang bisa dipakai untuk menyertakan sebuah sistem terpusat yang telah gagal.

Satoshi juga pernah menerangkan tentang hal ini, dengan sepintas menyebutkan ecash milik Chaum dalam salah satu postingnya di forum Bitcoin. Satoshi dalam postingnya tersebut menulis sebuah usulan lain yang disebut dengan opencoin.org. Ia mencatat bahwa banyak orang akan berbicara tentang sistem lama Chaum, mungkin hal itu karena saat itu hanya itu yang tersedia. Mungkin banyak orang akan lebih tertarik pada hal yang baru.

Banyak orang yang telah mengabaikan e-currency karena kegagalannya, dan menyebabkan banyak perusahaan yang gagal sejak tahun 90-an. Berkaca dari hal itu, Satoshi merasa bahwa akan menjadi kalinya dengan mencoba desentralisasi, sistem berbasis-non kepercayaan. Hal tersebut memberikan ide yang cukup bagus atas apa yang dipikirkan Satoshi dari proposal sebelumnya, dan secara khusus bagaimana ia merasa Bitcoin berbeda. Desentralisasi pada Bitcoin ini memang menjadi ciri yang membedakannya dari hampir segala sesuatu yang sudah kita lihat sebelumnya.

Ada sebuah kutipan yang menarik dari Satoshi, kutipan tersebut menunjukkan bahwa ia mungkin bukanlah seorang akademisi. Kebanyakan peneliti akademis yang berfikir untuk menuliskan ide-ide yang ada sesegera mungkin, sebelum mereka membangun sebuah sistem. Berkaitan dengan hal itu, Satoshi mengambil langkah yang berlawanan.

I actually did Bitcoin kind of backwards. I had to write all the code before I could convince myself that I could solve every problem, then I wrote the paper. I think I will be able to release the code sooner than I could write a detailed specification.

Satoshi mengatakan, “Saya benar-benar membuat Bitcoin dengan jalan yang terbalik. Saya harus menuliskan semua kode sebelum saya bisa meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya bisa memecahkan setiap masalah, kemudian saya menuliskannya. Saya berfikir pikir saya akan mampu merilis kode lebih cepat daripada saya menuliskan rincian spesifikasinya”.

Lantas mengapa Satoshi tetap mempertahankan anonimitasnya? Ada banyak alasan yang cukup memungkinkan sebagai jawabannya. Bisa jadi bahwa Satoshi hanya bersenang-senang menggunakan nama tersebut. Karena kenyataannya, banyak juga orang yang menulis novel dengan anonim, ada juga seniman grafiti Banksy yang terlihat mempertahankan anonimitas mereka. Sedangkan pada sebuah komunitas dimana Satoshi banyak terlibat saat itu, komunitas Cypherpunk dan mailinglist kriptografi, adalah komunitas yang sudah umum bagi seseorang untuk memposting secara anonim.

Di lain hal, bisa jadi ada kekhawatiran dalam hukum yang dijadikan alasan Satoshi memilih mempertahankan anonimitasnya. Dua perusahaan Amerika, Liberty Reserve dan juga e-Gold, yang pada akhirnya ke meja hijau untuk atas dugaan pencucian uang. Salah satu pendiri Liberty Reserve melarikan diri dari Amerika di tahun 2006. Takut jika ia akan didakwa juga atas kasus pencucian uang. Sedangkan pendiri E-Gold, tinggal di amerika, terbukti dan akhirnya mengakui kesalahannya. Pengakuan bersalah ini tepat sebelum Satoshi membuat website Bitcoin, dan mengirim banyak orang lewat email tentang usulannya.

Bisa jadi, karena adanya kekhawatiran tentang aspek-aspek tertentu dari paten ecash. Sebelumnya anggota gerakan Cypherpunk juga khawatir tentang penerapan sistem ecash karena adanya paten tersebut. Bahkan, ada sebuah posting di mailinglist cypherpunk yang mengusulkan sebaiknya sekelompok coder menerapkan ecash secara anonim, sehingga jika ada orang yang menuntut, mereka tidak akan bisa melacak dan menemukannya. Meskipun akan sulit jika Bitcoin melanggar paten tersebut, mengingat perbedaan besar desainnya. Sehingga Satoshi pun mungkin berfikir untuk lebih berhati-hati, atau hanya terinspirasi saja dari ide seorang coder anonim dari komunitas cypherpunk tersebut.


Satuan Bitcoin

Perlu diketahui bahwa Satuan Bitcoin menggunakan satuan khusus. Mengetaui satuan Bitcoin diperlukan agar nantinya saat bertransaksi Bitcoin tidak terjadi kesalahan.

Satuan dalam Bitcoin:
1. Milli Bitcoin
2. Mikro Bitcoin
3. Satoshi

Berikut penjelasan masing-masing satuan yang dipergunakan di Bitcoin:

Milli bitcoin
Satu milli bitcoin bernilai satu per seribu bitcoin (0.001 bitcoin). Satu bitcoin terdiri dari seribu milli bitcoin. Milli bitcoin disingkat (mBTC) dan dibaca mi-bit.

Mikro bitcoin
Satu mikro bitcoin bernilai satu per sejuta bitcoin (0.000 001 bitcoin). Satu milli bitcoin terdiri dari seribu mikro bitcoin dan satu bitcoin terdiri dari sejuta mikro bitcoin. Mikro bitcoin disingkat (µBTC) dan dibaca yu-bit atau bits saja.

Satoshi
Ini adalah satuan terkecil bitcoin. Nama satuan ini diambil dari nama penemu Bitcoin: Satoshi Nakamoto. Satu bitcoin terdiri dari seratus juta Satoshi. Satu mikro bitcoin terdiri dari 100 Satoshi dan satu milli bitcoin terdiri dari 100 000 Satoshi. Saat tulisan ini dibuat, nilai satu satoshi hanya 5 sen Rupiah.

Jenis dan macam satuan konversi nominal Bitcoin (BTC) adalah sebagai berikut:

0.000 000 01 BTC = 1 satoshi
0.000 0001 BTC = 10 satoshi
0.000 001 BTC = 1 uBTC (micro)
0.000 01 BTC = 10 uBTC
0.0001 BTC = 100 uBTC
0.001 BTC = 1 mBTC (milli)
0.01 BTC = 10 mBTC
0.1 BTC = 100 mBTC
1 BTC = 1 BTC
10 BTC = 10 BTC
100 BTC = 100 BTC
1.000 BTC = 1 kBTC (kilo)
10.000 BTC = 10 kBTC
100.000 BTC = 100 kBTC
1.000.000 BTC = 1 MBTC (mega)
10.000.000 BTC = 10 MBTC


Cara Mendapatkan dan Menyimpan Bitcoin

Untuk menyimpan Bitcoin, Anda perlu memiliki sebuah dompet/wallet bitcoin terpercaya, dan untuk mengisi dompet Bitcoin secara gratis ada banyak tempat yang dapat di coba. Berikut ini saya rekomendasikan website tempat membuat dompet bitcoin dan website tempat untuk mengisinya.

Website Dompet/Wallet Bitcoin:

Website Pengisi Dompet/Wallet Bitcoin:

Demikianlah, semoga bermanfaat!

Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara RI

Pada akhir Perang Dunia II, Jepang mulai banyak mengalami kekalahan di mana-mana dari Sekutu. Banyak wilayah yang telah diduduki Jepang kini jatuh ke tangan Sekutu. Jepang merasa pasukannya sudah tidak dapat mengimbangi serangan Sekutu. Untuk itu, Jepang menjanjikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia agar tidak melawan dan bersedia membantunya melawan Sekutu.

Pembentukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia

    Jepang meyakinkan bangsa Indonesia tentang kemerdekaan yang dijanjikan dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan itu dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Cosakai. Jenderal Kumakichi Harada, Komandan Pasukan Jepang untuk Jawa pada tanggal 1 Maret 1945 mengumumkan pembentukan BPUPKI. Pada tanggal 28 April 1945 diumumkan pengangkatan anggota BPUPKI. Upacara peresmiannya dilaksanakan di Gedung Cuo Sangi In di Pejambon Jakarta (sekarang Gedung Departemen Luar Negeri). Ketua BPUPKI ditunjuk Jepang adalah dr. Rajiman Wedyodiningrat, wakilnya adalah Icibangase (Jepang), dan sebagai sekretarisnya adalah R.P. Soeroso. Jumlah anggota BPUPKI adalah 63 orang yang mewakili hampir seluruh wilayah Indonesia ditambah 7 orang tanpa hak suara.

    Proses Perumusan Pancasila Sebagai Dasar Negara RI
    Suasana Sidang BPUPKI

    Masa Persidangan Pertama BPUPKI (29 Mei–1 Juni 1945)

    Setelah terbentuk BPUPKI segera mengadakan persidangan. Masa persidangan pertama BPUPKI dimulai pada tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945. Pada masa persidangan ini, BPUPKI membahas rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Pada persidangan dikemukakan berbagai pendapat tentang dasar negara yang akan dipakai Indonesia merdeka. Pendapat tersebut disampaikan oleh Mr. Mohammad Yamin, Mr. Supomo, dan Ir. Sukarno.

    Mr. Mohammad Yamin

    Mr. Mohammad Yamin menyatakan pemikirannya tentang dasar negara Indonesia merdeka dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 29 Mei 1945. Pemikirannya diberi judul ”Asas dan Dasar Negara Kebangsaan Republik
    Indonesia”. Mr. Mohammad Yamin mengusulkan dasar negara Indonesia merdeka yang intinya sebagai berikut:
    1. peri kebangsaan;
    2. peri kemanusiaan;
    3. peri ketuhanan;
    4. peri kerakyatan;
    5. kesejahteraan rakyat.

    Mr. Supomo

    Mr. Supomo mendapat giliran mengemukakan pemikirannya di hadapan sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945. Pemikirannya berupa penjelasan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara Indonesia merdeka. Negara yang akan dibentuk hendaklah negara integralistik yang berdasarkan pada hal-hal berikut ini:
    1. persatuan;
    2. kekeluargaan;
    3. keseimbangan lahir dan batin;
    4. musyawarah;
    5. keadilan sosial.

    Ir. Sukarno

    Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mendapat kesempatan untuk mengemukakan dasar negara Indonesia merdeka. Pemikirannya terdiri atas lima asas berikut ini:
    1. kebangsaan Indonesia;
    2. internasionalisme atau perikemanusiaan;
    3. mufakat atau demokrasi;
    4. kesejahteraan sosial;
    5. Ketuhanan Yang Maha Esa.

    Kelima asas tersebut diberinya nama Pancasila sesuai saran teman yang ahli bahasa. Untuk selanjutnya, tanggal 1 Juni kita peringati sebagai hari Lahir Istilah Pancasila.

    Masa Persidangan Kedua (10–16 Juli 1945)

    Masa persidangan pertama BPUPKI berakhir, tetapi rumusan dasar negara untuk Indonesia merdeka belum terbentuk. Padahal, BPUPKI akan reses (istirahat) satu bulan penuh. Untuk itu, BPUPKI membentuk panitia perumus dasar negara yang beranggotakan sembilan orang sehingga disebut Panitia Sembilan. Tugas Panitia Sembilan adalah menampung berbagai aspirasi tentang pembentukan dasar negara Indonesia merdeka. Anggota Panitia Sembilan terdiri atas Ir. Sukarno (ketua), Abdulkahar Muzakir, Drs. Moh. Hatta, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Mr. Moh. Yamin, H. Agus Salim, Ahmad Subarjo, Abikusno Cokrosuryo, dan A. A. Maramis. Panitia Sembilan bekerja cerdas sehingga pada tanggal 22 Juni 1945 berhasil merumuskan dasar negara untuk Indonesia merdeka. Rumusan itu oleh Mr. Moh. Yamin diberi nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

    Pada tanggal 10 sampai dengan 16 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang kedua. Pada masa persidangan ini, BPUPKI membahas rancangan undang-undang dasar. Untuk itu, dibentuk Panitia Perancang Undang-Undang Dasar yang diketuai Ir. Sukarno. Panitia tersebut juga membentuk kelompok kecil yang beranggotakan tujuh orang yang khusus merumuskan rancangan UUD. Kelompok kecil ini diketuai Mr. Supomo dengan anggota Wongsonegoro, Ahmad Subarjo, Singgih, H. Agus Salim, dan Sukiman. Hasil kerjanya kemudian disempurnakan kebahasaannya oleh Panitia Penghalus Bahasa yang terdiri atas Husein Jayadiningrat, H. Agus Salim, dan Mr. Supomo. Ir. Sukarno melaporkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang pada sidang BPUPKI tanggal 14 Juli 1945. Pada laporannya disebutkan tiga hal pokok, yaitu pernyataan Indonesia merdeka, pembukaan undang-undang dasar, dan undang-undang dasar (batang tubuh). Pada tanggal 15 dan 16 Juli 1945 diadakan sidang untuk menyusun UUD berdasarkan hasil kerja Panitia Perancang Undang-Undang Dasar. Pada tanggal 17 Juli 1945 dilaporkan hasil kerja penyusunan UUD. Laporan diterima sidang pleno BPUPKI

    Pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia

      Pada tanggal 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan Jepang. Untuk menindaklanjuti hasil kerja BPUPKI, Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Lembaga tersebut dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Junbi Iinkai. PPKI beranggotakan 21 orang yang mewakili seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mereka terdiri atas 12 orang wakil dari Jawa, 3 orang wakil dari Sumatera, 2 orang wakil dari Sulawesi, dan seorang wakil dari Sunda Kecil, Maluku serta penduduk Cina. Ketua PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, menambah anggota PPKI enam orang lagi sehingga semua anggota PPKI berjumlah 27 orang.

      PPKI dipimpin oleh Ir. Sukarno, wakilnya Drs. Moh. Hatta, dan penasihatnya Ahmad Subarjo. Adapun anggotanya adalah Mr. Supomo, dr. Rajiman Wedyodiningrat, R.P. Suroso, Sutardjo, K.H. Abdul Wachid Hasyim, Ki Bagus Hadikusumo, Oto Iskandardinata, Suryohamijoyo, Abdul Kadir, Puruboyo, Yap Tjwan Bing, Latuharhary, Dr. Amir, Abdul Abbas, Teuku Moh. Hasan, Hamdani, Sam Ratulangi, Andi Pangeran, I Gusti Ktut Pudja, Wiranatakusumah, Ki Hajar Dewantara, Kasman Singodimejo, Sayuti Melik, dan Iwa Kusumasumantri.

      Proses Penetapan Dasar Negara dan Konstitusi Negara

      Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama. Pada sidang ini PPKI membahas konstitusi negara Indonesia, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, serta lembaga yang membantu tugas Presiden Indonesia. PPKI membahas konstitusi negara Indonesia dengan menggunakan naskah Piagam Jakarta yang telah disahkan BPUPKI. Namun, sebelum sidang dimulai, Bung Hatta dan beberapa tokoh Islam mengadakan pembahasan sendiri untuk mencari penyelesaian masalah kalimat ”... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” pada kalimat ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Tokoh-tokoh Islam yang membahas adalah Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimejo, K.H. Abdul Wachid Hasyim, dan Teuku Moh. Hassan. Mereka perlu membahas hal tersebut karena pesan dari pemeluk agama lain dan terutama tokoh-tokoh dari Indonesia bagian timur yang merasa keberatan dengan kalimat tersebut. Mereka mengancam akan mendirikan negara sendiri apabila kalimat tersebut tidak diubah. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, dicapai kesepakatan untuk menghilangkan kalimat ”... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Hal ini dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kita harus menghargai nilai juang para tokoh-tokoh yang sepakat menghilangkan kalimat ”.... dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Para tokoh PPKI berjiwa besar dan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Mereka juga mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Adapun tujuan diadakan pembahasan sendiri tidak pada forum sidang agar permasalahan cepat selesai. Dengan disetujuinya perubahan itu maka segera saja sidang pertama PPKI dibuka.

      Perbedaan dan Kesepakatan yang Muncul dalam Sidang PPKI

      Pada sidang pertama PPKI rancangan UUD hasil kerja BPUPKI dibahas kembali. Pada pembahasannya terdapat usul perubahan yang dilontarkan kelompok Hatta. Mereka mengusulkan dua perubahan.

      Pertama, berkaitan dengan sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah menjadi ”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kedua, Bab II UUD Pasal 6 yang semula berbunyi ”Presiden ialah orang Indonesia yang beragama Islam” diubah menjadi ”Presiden ialah orang Indonesia asli”. Semua usulan itu diterima peserta sidang. Hal itu menunjukkan mereka sangat memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa. Rancangan hukum dasar yang diterima BPUPKI pada tanggal 17 Juli 1945 setelah disempurnakan oleh PPKI disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Indonesia. UUD itu kemudian dikenal sebagai UUD 1945. Keberadaan UUD 1945 diumumkan dalam berita Republik Indonesia Tahun ke-2 No. 7 Tahun 1946 pada halaman 45–48.

      Sistematika UUD 1945 itu terdiri atas hal sebagai berikut.
      • Pembukaan (mukadimah) UUD 1945 terdiri atas empat alinea. Pada Alenia ke-4 UUD 1945 tercantum Pancasila sebagai dasar negara yang berbunyi sebagai berikut. 

        Pancasila

        1. Ketuhanan Yang Maha Esa.
        2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
        3. Persatuan Indonesia.
        4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.
        5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

        • Batang tubuh UUD 1945 terdiri atas 16 bab, 37 pasal, 4 pasal aturan peralihan, dan 2 ayat aturan tambahan
        • Penjelasan UUD 1945 terdiri atas penjelasan umum dan penjelasan pasal demi pasal.

        Susunan dan rumusan Pancasila yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945 merupakan perjanjian seluruh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mulai saat itu bangsa Indonesia membulatkan tekad menjadikan Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.

        Daniel Maestro – Anguih di Dalam Unggun (Album MP3 dan Lirik)

        Download KI-KD Terbaru Kurikulum 2013 SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK

        KI_KD Kurikulum 2013 Terbaru 2016

        Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK) dan mulai berlaku tahun pelajaran 2016/2017. Dengan mulai berlaku peraturan menteri ini, maka ketentuan yang mengatur tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran dalam Struktur Kurikulum, Silabus, Pedoman Mata Pelajaran, dan Pembelajaran Tematik Terpadu sebagaimana diatur dalam Permendikbud Nomor 57, 58, 59 dan Nomor 60 Tahun 2014 Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

        Diharapkan pada guru SD/MI/SMP/MTs/SMA/MA/SMK/MAK yang menerapkan Kurikulum 2013 agar memperbaharui dokumen Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar (KI/KD) sesuai Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016. Dokumen KI/KD tersebut, selengkapnya dapat di download melalui link berikut:


        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran SD/MI



        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran SMP/MTs



        Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran SMA/MA/SMK/MAK



        Pendidikan
        Album MP3
        Alexa Site Stats